"In a Revolution"

Posts Tagged ‘The Indonesia Version’

Epilepsi pada Wanita Hamil

In Medical Sciences on May 8, 2011 at 6:57 pm

Artikel ini saya buat spesial buat pak Felix Xia yang sudah memberikan umpan balik positif untuk artikel saya sebelumnya dan saya sudah berjanji akan menuliskan artikel khusus mengenai epilepsi pada wanita hamil.

        Saya akan melanjutkan kembali pembahasan mengenai epilepsi, tetapi kali ini adalah berhubungan dengan ibu hamil. Apakah efeknya pada wanita hamil? Bagaimana tatalaksananya? Mari saya akan berbagi semua di sini mengenai itu semua!

Read the rest of this entry »

Advertisements

Stigma Masyarakat dan Dampaknya pada Pasien Epilepsi

In Medical Sciences, Social Problems on April 27, 2011 at 6:20 pm

Dalam masyarakat seringkali orang yang mengalami kejang-kejang dikatakan kesurupan setan. Ini dikatakan merupakan salah satu dari gejala-gejala kesurupan. Beberapa gejala kesurupan setan yang dipercayai adalah :

  • Suaranya berubah menjadi datar tanpa intonasi
  • Mampu menjawab pertanyaan yang berbau paranormal.
  • Kekuatan fisiknya melebihi kekuatan yang sebenarnya.
  • Pada tingkatan tertentu, orang yang kemasukan setan mampu berbuat sesuatu yang tak lazim seperti terbang, melempar orang yang ada disekitarnya dengan sekali gerakan tangan dan lain sebagainya.
  • Biasanya mereka mengeluarkan buih (busa) dari mulutnya dengan mata mendelik hingga terlihat putihnya saja.

Oleh sebab itu saya akan mencoba menjelaskan tentang epilepsi yang merupakan salah satu bentuk kejang dan hubungannya dengan kehamilan pada wanita epilepsi. Namun terlebih dahulu saya akan menunjukkan stigma dalam masyarakat yang akhirnya menjadi masalah sosial.

  Read the rest of this entry »

Waspada Varises pada Ibu Hamil

In Medical Sciences on February 19, 2011 at 2:50 pm


Lihat gambar di atas! Apa yang ada di pikiran Anda? Apakah ada di benak Anda bahwa itu adalah suatu komplikasi dari varises?

Read the rest of this entry »

Tuhan Para Imaji

In Uncategorized on November 3, 2010 at 11:04 pm

Namaku Sophie, akulah tuhan yang menciptakan Sheela, dan Hohkma. Ketika Sheela tercipta, Sophie adalah Sheela. Ketika Hohkma tercipta, Sophie adalah Hohkma.

Tiada kesadaran bahwa aku adalah Sophie, tuhan Sheela, dan Hohkma.

 

Karena “Aku adalah tuhan dari para imaji yang tercipta dalam kesadaranmu.”

 

“Welcome to MANIPULATION of MIND of MINE.”

 

* * *

Read the rest of this entry »

Marilah Merangkul Mereka!

In Anthropology, Medical Sciences on March 17, 2010 at 2:52 pm

“ Seorang anak laki-laki merasa bingung dengan apa yang terjadi dengan dirinya. Orang-orang menyebut ia sebagai anak laki-laki bahkan orangtuanya memberikan nama laki-laki untuknya. Namun, ia sama sekali tidak merasa bahwa dirinya adalah seorang laki-laki. Ia merasa bahwa ia sebenarnya adalah seorang perempuan sehingga akhirnya ia lebih sering ikut bermain bersama teman-teman perempuan untuk bermain bola bekel, lompat tali, boneka, dll. Ia merasa sangat nyaman jika ia dapat bertingkah laku seperti anak perempuan, tetapi perasaan nyaman tersebut tidak didukung lingkungannya.ia sering dikucilkan, diejek sebagai seorang bencong oleh teman-temannya bahkan gurunya pun pernah memarahinya karena ia selalu bermain dengan anak-anak perempuan. Ia dipaksa untuk bergabung dengan teman-teman laki-laki. Walaupun akhirnya ia menurut saja, ia pergi dengan muka cemberut dan hanya duduk saja tanpa ada hasrat ingin bermain dengan teman-temannya laki-laki. Sering ia menangis, tetapi selalu ia represikan perasaan itu dalam-dalam karena ia tahu tak seorang pun yang dapat mengerti perasaannya.”

  Read the rest of this entry »

Mari Kita Sukseskan Program Keluarga Berencana!

In Social Problems on November 25, 2009 at 3:48 pm

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Negara Indonesia memiliki masalah kependudukan yang sejak lama tak kunjung selesai. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki jumlah penduduk tertinggi di dunia. Tahun 1990, penduduk dunia berjumlah 5,3 miliar. Dari jumlah tersebut, 1,4 miliar jiwa (26%) merupakan penduduk miskin. Pada tahun 2000, jumlah penduduk dunia ada 6,1 miliar jiwa. Sebanyak 20 persen penduduk dunia memiliki pendapatan di atas US$ 100 per hari. Namun lebih dari satu miliar penduduk dunia berpendapatan US$ 1 per hari.

Read the rest of this entry »

Pada Mulanya Adalah Kehampaan, Akankah Ini Terjadi Selamanya?

In My Life Stories on September 24, 2009 at 10:32 am

“ Kalau begini ingin sekali rasanya aku hidup dalam kesendirian; bergulat dan bergumul sendirian. Namun, kurasa hal itu hampir-hampir mustahil karena aku harus berjumpa denganmu, kalian, dia, dan mereka. Sehingga mau tidak mau aku harus peduli dengan dirimu dan dirinya dan di situlah hal yang paling menyakitkan; peduli tetapi tidak pernah dipedulikan, mencoba merangkul tetapi tidak pernah merasakan rangkulan..

Sulit rasanya berada di pertengahan jalan seperti ini, aku memang harus MEMILIH.”

Seorang tuhan,

yang hanya dimuliakan di alam bawah sadar sana

Read the rest of this entry »

Anugrah untuk Anak Berbakat

In Medical Sciences, Psychology on September 22, 2009 at 11:28 pm

Anak-anak, khususnya anak  prasekolah, biasanya terlihat cemerlang, menakjubkan, ingin sekali belajar, dan cenderung artistik. Mereka membuat kita senang dengan menanyakan beberapa pertanyaan seperti filsuf-filsuf kecil atau dengan suka melucu, suka melukis yang kadang-kadang menyerupai pekerjaan pelukis terkenal abad 20. Sesuai perkembangan otak dan lingkungan rumah yang normal, bakat-bakat ini adalah alami untuk sebagian besar anak-anak. Namun, adakalanya kita memperhatikan seorang anak yang kemampuan-kemampuannya begitu jauh melampaui anak-anak lain yang kita sadari bahwa tidak semua anak prasekolah adalah benar-benar berbakat.

Sangat menyedihkan, kita mengetahui jauh lebih sedikit tentang hal-hal yang luar biasa dari anak-anak ini dibandingkan kekurangan mereka: keterbelakangan, gangguan emosi, dan masalah belajar. Para psikolog lebih sering memperhatikan kekurangan-kekurangan ini daripada kelebihannya. Sebuah pergerakan menarik  baru-baru ini di akademi psikologi di Amerika, dipelopori oleh Martin Seligman di Universitas Pennsylvania. Dia meminta untuk lebih menekankan pada “psikologi positif.” Psikologi positif sekarang sedang mempelajari karakter positif seperti kejujuran dan harapan, keadaan alamiah dari keberbakatan, dan bagaimana untuk memeliharanya.

Read the rest of this entry »

Fenomena Penyakit Kuru

In Anthropology, Medical Sciences, Psychology, Social Problems on May 16, 2009 at 9:36 pm

kuruApakah Anda pernah mendengar penyakit kuru? Mungkin hanya sedikit dari Anda yang mengetahui istilah kuru ini. Namun untuk istilah kanibalisme sebagian besar dari Anda pasti setidaknya pernah mendengar. Kanibalisme merupakan sebuah fenomena di mana satu makhluk hidup makan makhluk sejenis lainnya, misalkan anjing yang makan anjing atau manusia yang makan manusia. Kadang-kadang fenomena ini disebut anthropophagus (Bahasa Yunani anthrôpos: manusia dan phagein: makan). Seperti cerita pendek yang telah saya tulis sebelumnya mengenai prion, penyakit kuru ini memang berkaitan erat dengan prion. Jika Anda penasaran dengan penyakit kuru ini, silahkan bergabung dengan saya dalam penelusuran fenomena penyakit kuru ini sekarang!

Read the rest of this entry »

Petualanganku di Corpus Manusa (Part II)

In Medical Sciences on April 16, 2009 at 4:41 pm

Aku berjalan ke sana, di mana seharusnya kuberada

Menjauh dari kesempurnaan, mendekat pada kenyataan

Masuk dalam kesadaran bahwa kau dan aku berbeda

Tiada yang salah, kau dan akupun tidak!

Hanya nasib yang dapat membawa kita pada satu jawaban

Jawaban dari realitas hidup ini

Kau unik, akupun unik

Tolong jangan persalahkan aku dengan kenyataan ini!

Hai, kaum manusa sadarlah bahwa aku sama sepertimu,

perlu beradaptasi untuk bertahan

Masa lalu. Ya, aku teringat masa lalu! Semua mahluk di dunya ini punya masa lalu. Ingat hai kaum manusa, masa lalu bukan hanya monopoli kaummu saja! Aku juga punya masa lalu. Masa lalu yang bizarre, yang penuh ketidakpastian, kebimbangan, dan keabsurdan. Sepertinya aku sudah pernah berbagi cerita denganmu mengenai pengalamanku ketika aku berada dalam ketidakjelasan mengenai apa yang terjadi denganku. Namun, akhirnya aku bisa bertemu dengan sobat-sobat cilikku dari kaum virus, bakteri, dan jamur.

Baiklah, sekali lagi aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Prion. Kata sobatku, Streptococcus pneumonia dari kaum bakteri, aku adalah protein ion yang keberadaannya bisa mengganggu kesehatan manusa.

Iya, benar, hanya kata sobatku karena aku sama sekali tidak mengerti siapa diriku sebenarnya! Itulah yang kukatakan masa lalu yang bizarre, yang penuh ketidakpastian, kebimbangan, dan keabsurdan.

Namun, kupikir masa lalu adalah masa lalu, biarlah itu menjadi sesuatu memori hidup. Aku sekarang sudah lebih matang dibandingkan masa lalu. Walaupun masa lalu bizarre, aku pikir masa lalu adalah kunci untuk proses kematangan diri. Masa lalu membuat diri memperoleh jawaban atas pencarian jati diri.

Izinkan aku saat ini untuk mendeskripsikan segala hal mengenai diriku! Aku sadar diriku dan dirimu adalah berbeda. Namun, jika kita saling memahami satu sama lain kita bisa membangun ikatan silahturahmi yang baik.

Jika Anda berminat, selamat menikmati gambaran diriku di sini! Mohon maaf jika aku sedikit memberi kesan membangga-banggakan diri karena semuanya itu adalah berdasarkan kenyataan! Hahaahaa..

Berbeda, bukan aneh tapi UNIK!!

Ternyata apa yang dikatakan sobatku, Streptococcus pneumonia ada benarnya juga. Aku memang suatu protein yang disebut Prion singkatan dari proteinaceous infectious particles. Kaumku sebenarnya adalah golongan protein normal yang disebut Prion for cellular disingkat PrPc atau PrPsen (protein prion yang sensitif terhadap degradasi oleh enzim proteinase K). Kaumku sepertinya hidup di dalam corpus mamalia, salah satunya hidup dalam tubuhmu hai manusa! Fungsiku dalam keadaan normal sebenarnya masih belum jelas, mungkin berperan dalam metabolism tembaga (Cu) di neuron dan transmisi sinaptik. PrPc manusia dikode oleh gen PRPN pada kromosom 20. PrPc bersifat mudah larut dalam deterjen dan dapat dicerna oleh proteinase K.

Namun, menurut penelitian dalam dunia kedokteran PrPc dapat mengalami konversi menjadi isoformnya yang patologis, yaitu: PrPres karena resisten terhadap degradasi oleh enzim proteinase K, yang tidak bisa larut dalam deterjen. Nah, karena perubahan sifat itulah pada PrPres akan terakumulasi di neuron dan dalam jangka panjang menimbulkan kerusakan neuron.

Semua penyakit Prion dikaitkan dengan akumulasi PrPres pada lisosom dan vakuola sitoplasma jaringan otak. Susunan polipeptida PrPc dan PrPres identik dari segi komposisi asam aminonya, tetapi berbeda dalam susunan tiga dimensional.

PrPc banyak mengandung rantai a dan sedikit rantai β, sedangkan PrPres mengandung sedikit rantai a dan lebih banyak rantai β.

Penyakit Prion bisa dikatakan unik karena berbeda dengan penyakit infeksi lain, seperti yang disebabkan sobat-sobatku: virus, bakteri, dan jamur karena agen penyebabnya, yaitu protein Prion abnormal (PrPres) tidak memiliki asam nukleat. Keunikan lain yang kami miliki adalah penyakit Prion dapat timbul melalui penularan secara iatrogenic dan dapat pula sebagai penyakit genetik yang diturunkan atau timbul secara sporadik akibat mutasi spontan gen pengkode protein prion (gen PNRP).

Absorbsinya ke dalam corpus manusa mungkin lewat dinding usus, kemudian difagositosis di jaringan limpa seperti tonsil dan lien, dan kemudian mencapai jaringan saraf pusat.

Cara replikasinya diduga melalui pembentukan ikatan antara PrPc dan PrPres selanjutnya PrPres akan mengubah PrPc menjadi dua molekul PrPres baru, akibatnya akan terjadi akumulasi PrPres dalam jumlah besar.

Mekanisme pembentukan PrPres pada penyakit Prion herediter adalah mutasi pada gen PRPN yang menyebabkan terbentuknya mutan PrPc yang bersifat tidak stabil dan dapat berubah secara spontan menjadi PrPres.

Written by: Catherine Maname Uli