"In a Revolution"

Posts Tagged ‘My Life Stories’

I Look There is A Hope Light in 2010

In My Life Stories on December 30, 2009 at 12:11 pm

“Do you know everyone? I recently walked with my creations into a dark way, where we looked there was a beam of white light in front of us. I know that it wasn’t a common light and I was certain sure that it was a beam of hope light in 2010.”

Imajinations of god

Read the rest of this entry »

Pada Mulanya Adalah Kehampaan, Akankah Ini Terjadi Selamanya?

In My Life Stories on September 24, 2009 at 10:32 am

“ Kalau begini ingin sekali rasanya aku hidup dalam kesendirian; bergulat dan bergumul sendirian. Namun, kurasa hal itu hampir-hampir mustahil karena aku harus berjumpa denganmu, kalian, dia, dan mereka. Sehingga mau tidak mau aku harus peduli dengan dirimu dan dirinya dan di situlah hal yang paling menyakitkan; peduli tetapi tidak pernah dipedulikan, mencoba merangkul tetapi tidak pernah merasakan rangkulan..

Sulit rasanya berada di pertengahan jalan seperti ini, aku memang harus MEMILIH.”

Seorang tuhan,

yang hanya dimuliakan di alam bawah sadar sana

Read the rest of this entry »

Do You Know About Mangongkal Holi?

In Anthropology, My Life Stories on July 21, 2009 at 2:48 pm

mangongkalDuring the recent holiday, for several days I, my sister, and my mother went on a journey to my mother’s ancestral village in Tarutung, North Sumatra, Indonesia. We had been planning to see our ancestors’ burial ground as my mother’s clan had preformed a “Mangongkal Holi”.

Read the rest of this entry »

Doa Seorang Mahasiswa Biasa

In My Life Stories on August 18, 2008 at 2:41 pm

Tuhan aku hanyalah seorang mahasiswa biasa:

Ketika mereka datang dari kastil megah negeri khayangan,

aku hanya titisan tikus kecil dari selokan seberang kastil.

Ketika mereka hanya menyerakkan lembaran-lembaran merah ke tanah,

aku hanya berharap sangat dapat memungut satu demi satu lembaran merah itu.

Ketika mereka berkumpul, bersatu padu dalam kelompok A+,

aku hanya dipojokkan dalam kelompok E-.

Ketika mereka bahu-membahu membangun proyek kejayaan, Menara Babel,

aku hanya disingkirkan ke tepi jalan, dipaksa puas menatap menara keangkuhan mereka.

Ketika mereka menganggap dapat menciptakan raksasa,

aku hanya dianggap dapat diciptakan menjadi kutil raksasa.

Namun di atas semuanya itu aku tetap bersyukur ya Tuhan,

karena aku tetaplah seorang mahasiswa sejati,

bukan seorang mahasiswa jelmaan.

Mahasiswa yang senantiasa mengabdi,

bukan sekedar menuruti rasa ego di hati.

Jagalah hatiku ya Tuhan!

Jangan biarkan diriku ikut bertransformasi

tanpa sadar menjadi babi-babi di kampusku ini.

Dengarkanlah ya Tuhan permohonan hambaMu mahasiswa biasa ini!

Amin

Created by: Catherine Maname Uli