"In a Revolution"

Archive for the ‘Medical Sciences’ Category

The Gifts for The Gifted Children

In Medical Sciences, Psychology on September 22, 2009 at 11:15 pm

Young children, particularly preschoolers, usually strike us as bright, full of wonder, eager to learn, and artistically inclined. They delight us by asking questions like little philosophers or by making playful, aesthetically pleasing paintings that sometimes resemble the work of 20th-century masters. Assuming a normal brain and home environment, these gifts are nature’s largesse to most children. Occasionally, however, we observe a child whose abilities so far outstrip those of the typical toddler that we realize not all preschoolers are genuinely gifted. The more extreme the gift, the rarer the child.

Sadly, we know far less about such exceptional children than we do about those with exceptional deficits: retarded, emotionally disturbed, and learning-disabled children. Psychologists have attended far more to these deficits than to strengths. An interesting recent movement in American academic psychology, spearheaded by Martin Seligman at the University of Pennsylvania, calls for more emphasis on “positive psychology.” Positive psychology is now studying subjective well-being, positive character traits such as honesty and hope, and the nature of giftedness and how to nurture it.

Read the rest of this entry »

Fenomena Penyakit Kuru

In Anthropology, Medical Sciences, Psychology, Social Problems on May 16, 2009 at 9:36 pm

kuruApakah Anda pernah mendengar penyakit kuru? Mungkin hanya sedikit dari Anda yang mengetahui istilah kuru ini. Namun untuk istilah kanibalisme sebagian besar dari Anda pasti setidaknya pernah mendengar. Kanibalisme merupakan sebuah fenomena di mana satu makhluk hidup makan makhluk sejenis lainnya, misalkan anjing yang makan anjing atau manusia yang makan manusia. Kadang-kadang fenomena ini disebut anthropophagus (Bahasa Yunani anthrôpos: manusia dan phagein: makan). Seperti cerita pendek yang telah saya tulis sebelumnya mengenai prion, penyakit kuru ini memang berkaitan erat dengan prion. Jika Anda penasaran dengan penyakit kuru ini, silahkan bergabung dengan saya dalam penelusuran fenomena penyakit kuru ini sekarang!

Read the rest of this entry »

The Kuru Desease Phenomenon

In Anthropology, Medical Sciences, Psychology, Social Problems on May 16, 2009 at 9:27 pm

kuruHave you ever heard the kuru desease? Only a few of you have ever heard of it. However, more have heard of cannibalism.Cannibalism is a phenomenon where an animal eats another member of the same species, for example: the dog eats the other dog or the people eats the other people. Sometimes this phenomenon is said anthropophagus (From the Greek anthrôpos: people and phagein: eat). As the short story that I had written about prion before, the kuru desease certainly related to the prion. If you are anxious to find out this kuru desease, now please join me in the kuru desease phenomenon investigation!

Read the rest of this entry »

Petualanganku di Corpus Manusa (Part II)

In Medical Sciences on April 16, 2009 at 4:41 pm

Aku berjalan ke sana, di mana seharusnya kuberada

Menjauh dari kesempurnaan, mendekat pada kenyataan

Masuk dalam kesadaran bahwa kau dan aku berbeda

Tiada yang salah, kau dan akupun tidak!

Hanya nasib yang dapat membawa kita pada satu jawaban

Jawaban dari realitas hidup ini

Kau unik, akupun unik

Tolong jangan persalahkan aku dengan kenyataan ini!

Hai, kaum manusa sadarlah bahwa aku sama sepertimu,

perlu beradaptasi untuk bertahan

Masa lalu. Ya, aku teringat masa lalu! Semua mahluk di dunya ini punya masa lalu. Ingat hai kaum manusa, masa lalu bukan hanya monopoli kaummu saja! Aku juga punya masa lalu. Masa lalu yang bizarre, yang penuh ketidakpastian, kebimbangan, dan keabsurdan. Sepertinya aku sudah pernah berbagi cerita denganmu mengenai pengalamanku ketika aku berada dalam ketidakjelasan mengenai apa yang terjadi denganku. Namun, akhirnya aku bisa bertemu dengan sobat-sobat cilikku dari kaum virus, bakteri, dan jamur.

Baiklah, sekali lagi aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Prion. Kata sobatku, Streptococcus pneumonia dari kaum bakteri, aku adalah protein ion yang keberadaannya bisa mengganggu kesehatan manusa.

Iya, benar, hanya kata sobatku karena aku sama sekali tidak mengerti siapa diriku sebenarnya! Itulah yang kukatakan masa lalu yang bizarre, yang penuh ketidakpastian, kebimbangan, dan keabsurdan.

Namun, kupikir masa lalu adalah masa lalu, biarlah itu menjadi sesuatu memori hidup. Aku sekarang sudah lebih matang dibandingkan masa lalu. Walaupun masa lalu bizarre, aku pikir masa lalu adalah kunci untuk proses kematangan diri. Masa lalu membuat diri memperoleh jawaban atas pencarian jati diri.

Izinkan aku saat ini untuk mendeskripsikan segala hal mengenai diriku! Aku sadar diriku dan dirimu adalah berbeda. Namun, jika kita saling memahami satu sama lain kita bisa membangun ikatan silahturahmi yang baik.

Jika Anda berminat, selamat menikmati gambaran diriku di sini! Mohon maaf jika aku sedikit memberi kesan membangga-banggakan diri karena semuanya itu adalah berdasarkan kenyataan! Hahaahaa..

Berbeda, bukan aneh tapi UNIK!!

Ternyata apa yang dikatakan sobatku, Streptococcus pneumonia ada benarnya juga. Aku memang suatu protein yang disebut Prion singkatan dari proteinaceous infectious particles. Kaumku sebenarnya adalah golongan protein normal yang disebut Prion for cellular disingkat PrPc atau PrPsen (protein prion yang sensitif terhadap degradasi oleh enzim proteinase K). Kaumku sepertinya hidup di dalam corpus mamalia, salah satunya hidup dalam tubuhmu hai manusa! Fungsiku dalam keadaan normal sebenarnya masih belum jelas, mungkin berperan dalam metabolism tembaga (Cu) di neuron dan transmisi sinaptik. PrPc manusia dikode oleh gen PRPN pada kromosom 20. PrPc bersifat mudah larut dalam deterjen dan dapat dicerna oleh proteinase K.

Namun, menurut penelitian dalam dunia kedokteran PrPc dapat mengalami konversi menjadi isoformnya yang patologis, yaitu: PrPres karena resisten terhadap degradasi oleh enzim proteinase K, yang tidak bisa larut dalam deterjen. Nah, karena perubahan sifat itulah pada PrPres akan terakumulasi di neuron dan dalam jangka panjang menimbulkan kerusakan neuron.

Semua penyakit Prion dikaitkan dengan akumulasi PrPres pada lisosom dan vakuola sitoplasma jaringan otak. Susunan polipeptida PrPc dan PrPres identik dari segi komposisi asam aminonya, tetapi berbeda dalam susunan tiga dimensional.

PrPc banyak mengandung rantai a dan sedikit rantai β, sedangkan PrPres mengandung sedikit rantai a dan lebih banyak rantai β.

Penyakit Prion bisa dikatakan unik karena berbeda dengan penyakit infeksi lain, seperti yang disebabkan sobat-sobatku: virus, bakteri, dan jamur karena agen penyebabnya, yaitu protein Prion abnormal (PrPres) tidak memiliki asam nukleat. Keunikan lain yang kami miliki adalah penyakit Prion dapat timbul melalui penularan secara iatrogenic dan dapat pula sebagai penyakit genetik yang diturunkan atau timbul secara sporadik akibat mutasi spontan gen pengkode protein prion (gen PNRP).

Absorbsinya ke dalam corpus manusa mungkin lewat dinding usus, kemudian difagositosis di jaringan limpa seperti tonsil dan lien, dan kemudian mencapai jaringan saraf pusat.

Cara replikasinya diduga melalui pembentukan ikatan antara PrPc dan PrPres selanjutnya PrPres akan mengubah PrPc menjadi dua molekul PrPres baru, akibatnya akan terjadi akumulasi PrPres dalam jumlah besar.

Mekanisme pembentukan PrPres pada penyakit Prion herediter adalah mutasi pada gen PRPN yang menyebabkan terbentuknya mutan PrPc yang bersifat tidak stabil dan dapat berubah secara spontan menjadi PrPres.

Written by: Catherine Maname Uli

Mengenal Kanker Prostat Lebih Dekat

In Medical Sciences on February 17, 2009 at 10:21 am

Anda seorang pria yang telah berusia 50 tahun atau lebih? Lebih sering ingin berkemih terutama di malam hari? Sulit berkemih atau alirannya putus-putus saat berkemih (berkemih tidak lancar)? Ada darah di urin dan merasakan nyeri saat berkemih? Atau mungkin sulit untuk ereksi dan nyeri saat mengalami ejakulasi? Mungkin Anda mengalami suatu gangguan pada prostat. Saya tidak langsung menyatakan bahwa itu adalah suatu kanker karena mungkin juga itu suatu pembesaran prostat jinak (Benign Prostate Hyperplasia (BPH)) atau prostitis. Oleh sebab itu, saya akan membahas mengenai kanker prostat dan beberapa cara untuk membedakannya dengan gangguan prostat lainnya.

Read the rest of this entry »

Learning About Prostate Cancer

In Medical Sciences on February 17, 2009 at 10:09 am

Are you a man over fifty? Do you:

  • urinate often in the night?
  • suffer pain when urinating?
  • have difficulty starting and maintaining a steady stream of urine?
  • have bloody urine?
  • have difficulty achieving an erection?
  • is ejaculation painful?

If you have many of these symptoms, you should consider the possibility that you have prostate cancer. However, cancer isn’t the only possibility danger: Benign Prostate Hyperplasia (BPH)) and prostitis have the same symptoms. Therefore, I will talk about prostate cancer and some ways to differentiate it from other, less destructive disorders.

Read the rest of this entry »

Itu Kuda Lumping, Kuda Lumping, Kuda Lumping Lompat-Lompatan

In Anthropology, Medical Sciences, Psychology, Social Problems on January 27, 2009 at 3:01 pm

187784_kuda13o1Jika Anda penggemar lagu-lagu Rhoma Irama, Anda pasti tahu bahwa judul di atas adalah satu bait cuplikan lagu dangdut Rhoma Irama. Baiklah memang saat ini saya akan membahas salah satu kebudayaan Indonesia yang telah ada sejak zaman dahulu kala bukan hanya dari sudut pandang kebudayaannya, tetapi juga dari sisi medis, psikologi, dan masalah sosial yang tampak.

Read the rest of this entry »

It’s The Kuda Lumping, Kuda Lumping, Kuda Lumping is Jumping

In Anthropology, Medical Sciences, Psychology, Social Problems on January 27, 2009 at 2:49 pm

187784_kuda13oIn this time I will talk about a famous part of Indonesian culture, namely Kuda Lumping. I will discuss the Kuda Lumping from many points of view, not only from the perspective of culture, but also from the medical, psychology, and social perspective.

Read the rest of this entry »

Petualanganku di Dalam Corpus Manusa

In Medical Sciences on December 24, 2008 at 11:22 pm

Hai, perkenalkan namaku Prion! Mungkin bagi kebanyakan orang nama ini terdengar aneh sekali di telinga, tetapi jika mahasiswa Kedokteran atau dokter yang mendengar pasti lebih merasa aneh. Ya kan? Karena dalam istilah medis, Prion adalah protein ion yang bentuknya lebih kecil dari virus. Tentu saja Prion ini sangat berbahaya bagi segala mahluk di muka bumi ini! Entahlah, aku tidak tahu mengapa orangtuaku memberi nama seperti ini! Mungkin karena peristiwa itu, peristiwa yang bahkan aku tidak yakin bahwa itu nyata karena peristiwa itu sangat bizzare, tetapi aku yakin sekali bisa merasakannya secara nyata. Seolah-olah semua aktif berperan dan aku adalah tokoh utamanya! Benar-benar sangat bizarre ! Mungkin ketika aku selesai menceritakannya kepada kamu, kamu akan berpikir bahwa aku mengalami gangguan jiwa, mendiagnosis Skizofrenia karena menganggap aku memiliki waham aneh, waham kebesaran, dan segala hal patologis lainnya! Terserah kamu mau menganggapku seperti apa. Itu adalah hakmu. Aku tetap akan menjalani hidup dengan santai. Kalau kamu berminat untuk mengikuti kisah hidupku, tetaplah bersamaku dalam angan, imajinasi, dan halusinasi!

Apakah kamu pernah mendengar istilah perang bintang? Pasti sebagian besar dari kamu-kamu sering mendengarnya! Namun, bagaimana dengan istilah perang kuman? Apakah istilah ini sangat khas di telingamu? Pasti terdengar sangat aneh! Namun, itulah yang kualami!

Kekuatan si Mahluk Sakti

Apakah kamu tahu apakah mahluk yang paling sakti di dunya? Kamu! Iya benar, K-A-M-U!! Kenapa? Masih belum sadar juga? Sekarang aku tanya, siapa mahluk di dunya ini yang terkenal dengan julukan ’ si omnivora’? jawabannya KAMU kan? Omnivora yang artinya mahluk hidup pengkonsumsi segala. Benar-benar KAMU mengkonsumsi SEGALA-GALANYA! Sampai-sampai mahluk-mahluk kecil seperti virus, bakteri, jamur kamu konsumsi juga. Benar-benar kamu itu mahluk yang paling rakus!

Waktu itu aku berjalan berkeliling taman kota, tetapi rasa-rasanya tubuh ini sangat ringan, melayang-layang di atmosfer dunya, dan benar-benar bisa terbawa hembusan angin sepoi-sepoi sekalipun. Kupandang berkali-kali sekujur tubuhku. Mulai dari bagian proksimal sampai sisi distal korpusku benar-benar tak ada yang kulewatkan dan hasilnya NIHIL, sama sekali tidak ada perubahan bentuk. Benar-benar ini sangat membingungkan! Akupun terhenyak, mulai beranjak dari kesadaran compos mentis. Namun, tiba-tiba aku dikagetkan dengan adanya bongkahan-bongkahan batu menimpa diriku. Seperti hujan batu yang menyerang bertubi-tubi, akupun terus-menerus berusaha menghindar bongkahan-bongkahan tersebut. Setelah aku luput dari bongkahan-bongkahan itu, akupun memandang manusa-manusa di sekitar. Aku bertanya-tanya: “Mengapa mereka terlihat sangat besar sehingga ketika bongkahan-bongkahan besar itu menimpa, mereka sama sekali tidak merasa sakitnya tertimpa? Mungkin mereka akan merasa sedikit menderita ketika bongkahan-bongkahan batu itu masuk ke dalam indra penglihatan mereka. Mereka hanya mengatakan kena debu sambil mengusap-usap mata. APA? Mereka hanya menganggap bongkahan-bongkahan batu yang sangat besar itu sebagai butiran-butiran debu saja? Mengapa? Mengapa ini bisa terjadi? Kurasa diriku juga seorang manusa sama seperti mereka, lalu mengapa mereka terlihat seperti mahluk raksasa sedangkan aku adalah mahluk kecil. Mahluk kecil yang bahkan lebih kecil dari ukuran sel tubuh mereka.

Sambil menangis tersedu-sedu, akupun melanjutkan perjalanan. Sungguh, aku tidak bisa menerima kenyataan yang kualami saat itu! Akupun terus-menerus berjalan tanpa tujuan dalam atmosfer dunya. Sampai akhirnya tiba-tiba aku merasa suatu kekuatan yang sangat besar. Kekuatan itu menghisap diriku dan diriku sama sekali tidak kuat menahan kekuatan yang berlebihan itu. Aku sudah mencoba menahan tubuh ini dengan memegang segala benda yang ada di sekitar. Namun, semua usaha dan cara yang telah kukerahkan sama sekali sia-sia. SANGAT TIDAK BERGUNA! Akhirnya, akupun merelakan diriku ini terhisap kekuatan besar itu karena akupun berpikir toh diriku ini sudah tidak ada gunanya. Dengan ukuran tubuh sebesar ini apa gunanya diriku ini? Selain dibuang dan diinjak-injak manusa? Benar-benar aku penasaran, kekuatan apa ini? Kekuatan yang bisa menarik diriku. Akupun membuka mata lebar-lebar, kulihat sekilas ternyata kekuatan ini berasal dari seorang manusa. Manusa cilik, sepertinya manusa yang masih menuntut ilmu di Sekolah Dasar. Kulihat mulutnya terbuka lebar-lebar, ternyata manusa ini sedang menguap. Akupun sempat memaki di dalam hati: “Dasar manusa pemalas, hanya bisa menguap lebar-lebar ketika gurunya mengajar!”

Perkumpulan Mahluk-Mahluk Cilik

Suasana tegang sangat terasa di ruangan ini. Para mahluk kecil sedang melakukan suatu rapat paripurna, seperti para anggota DPR di dalam kubah putih. Karena sekarang kita telah berada di penghujung tahun, mereka sedang melakukan rapat perencanaan program kerja tahun depan dan beberapa hari kemudian mereka berencana melakukan rapat evaluasi selama setahun ini. Peserta-peserta rapat terdiri dari kaum virus, kaum bakteri, dan tak ketinggalan kaum jamur. Mereka sedang mendebatkan suatu masalah yang benar-benar serius, sepertinya antara satu kaum dengan kaum lainnya belum memiliki satu kesepakatan bersama.

Kebersamaan yang Menyenangkan

Akupun terus terisap kekuatan itu, aku tidak tahu sekarang aku ada di mana. Yang jelas kusadari tadi aku masuk dari indra penghidu manusa pemalas itu, kemudian aku sempat melihat rambut-trambut, konka-konka di sekelilingku. Aku tidak tahan berada di sini, sungguh menjijikkan tempat ini! Bau, gelap, dan sangat jorok! Akupun memejamkan mata, tidak tahan melihat keadaan ini. “Dasar manusa jorok!” akupun menggerutu. Namun, tiba-tiba bagian bokongku terantuk ke sebuah dasar. Sakit sekali rasanya! Aku rasa bokongku akan membentuk suatu tanda berwarna biru keabu-abuan, mungkin seperti Mongolian Spot. Kalau istilah medis dikenal dengan hematom pada muskulus gluteus.

Kulihat sekelilingku, banyak mahluk-mahluk cilik seperti diriku walaupun tetap saja dirikulah yang paling cilik di situ. Masa bodolah yang jelas aku senang bisa bertemu dengan mahluk-mahluk yang senasib denganku. Kulihat mereka sedang berada dalam suasana tegang, mungkin mereka sedang rapat karena mereka duduk melingkar di tepi sebuah meja bundar. Istilahnya bisa dikatakan sebagai Konferensi Meja Bundar. Sepertinya mereka juga terkejut seperti diriku, karena mendengar suara yang sangat keras ketika aku jatuh tadi. Aku merasa kedatanganku telah mengganggu konsentrasi mereka, akupun mencoba tersenyum kemudian minta maaf kepada mereka. Aku takut sekali mereka akan marah padaku, tetapi aku sudah siap jika diriku dimaki-maki mereka. Namun, tak disangka-sangka mereka semua membalas senyumanku dengan sebuah senyuman juga. Kemudian ada sesosok setengah baya datang menghampiriku dan menyambutku. Aku rasa beliau adalah pemimpin rapat ini dan merupakan tokoh yang disegani di sini. Ia mempersilahkanku duduk di sebelahnya kemudian merekapun melanjutkan rapat bersamaku.

Kuikuti jalannya rapat itu dengan penuh antusias. Kemudian tiga jam setelah rapat, kamipun mengadakan coffee break. Ketika aku mencicipi makanan kecil yang telah tersedia di situ, tiba-tiba mahluk yang duduk di sampingku mengajakku berbicara. “Bagaimana caramu bisa sampai ke tempat ini?” tanyanya. “Akupun menceritakan segala peristiwa yang kualami sepanjang hari ini mulai dari hal aneh yang kurasakan sampai aku bisa bertemu dengan mereka. “Akupun mengalami hal yang hampir sama denganmu. Aku tiba-tiba juga terisap oleh kekuatan yang sangat besar yang dimiliki manusa ini. Perkenalkan namaku Streptococcus pneumonia. Aku berasal dari kaum bakteri.” Katanya sambil mengulurkan tangan kepadaku. Akupun mengulurkan tanganku ke arahnya. Walaupun aku malu karena aku tidak tahu siapa diriku sebenarnya, akupun mengungkapkannya secara jujur bahwa aku tidak tahu apa-apa mengenai diriku dan asalku. Aku kira ia akan mengejekku karena aku tidak tahu apa-apa mengenai diri sendiri. Namun, ternyata dugaanku sekali lagi salah, sambil tersenyum dengan lembut ia berkata: “Kamu ini adalah kaum Prion. Percayalah padaku!” “Apa itu Prion?” tanyaku padanya. “Prion adalah protein ion. Kaummu memiliki tubuh yang lebih kecil dari kaumku, kaum virus, maupun kaum jamur. Begitulah sampai sekarang anggapan kaum medis manusa. Kaummu juga dianggap mengganggu kelangsungan hidup sel manusa, sama seperti kami di sini. Namun, mereka belum tahu secara pasti bagaimana cara mencegah dan membasmi kaummu dari tubuh mereka.”

Sebenarnya masih banyak yang ingin kutanyakan mengenai diriku. Sepertinya ia sangat memahami kaumku dan semua penjelasannya benar-benar tidak kuduga. Namun, kupikir lebih baik aku menahan rasa penasaranku sekarang karena rapat akan kembali dimulai. “Aku tahu kamu pasti masih merasa bingung dengan semua yang telah kuceritakan tadi. Namun, percayalah kamu akan segera memahami jika kamu selalu ikut serta dalam program kerja kami.” “Terima kasih ya,” kataku sambil tersenyum.

Tak terasa waktu terus berjalan. Akhirnya setelah beberapa jam rapat ini berjalan, kami dapat menyatukan pemikiran kami sehingga tidak ada lagi kaum yang merasa tidak puas. Program kerja tahun depan akan dilaksanakan mulai minggu depan. Sementara hari ini sebentar lagi akan usai, para mahluk cilikpun beristirahat sejenak untuk menyiapkan energi untuk mengerjakan program kerja esok hari. Kulihat ke sekeliling tampak keletihan terpancar dari wajah-wajah mereka. Aku sendiri tidak bisa merasa rileks saat ini. Otakku terus berputar-putar, bertanya-tanya apa yang akan mereka kerjakan esok hari. Sungguh aku sangat penasaran dengan pekerjaan mereka. Rasanya aku tak sabar menanti hari esok.

Tiba-tiba aku terjaga, ternyata aku telah tertidur pulas juga rupanya. Aku melihat ke sekelilingku, teman-teman mahluk-mahluk cilik itu sudah tidak ada di tempat peristirahatan. Kemudian akupun keluar, aku mendengar berbagai macam suara dari luar. Ternyata mereka sudah mulai bekerja. Temanku yang bernama Streptococcus pneumonia, yang kemarin berkenalan denganku datang menghampiriku. Ia mengajakku berkeliling. Pertama ia mengajakku ke proyek kaum virus. “Daerah proyek kaum virus ini dikenal dengan istilah sinus sfenoid. Streptococcus pneumonia menjelaskan bahwa yang berperan pertama mengganggu kesehatan tubuh manusa pada umumnya adalah kaum virus. Seperti yang mereka lakukan di sinus sfenoid ini mereka mencoba merusak sel tubuh manusia melalui molekul nukleokapsid untuk kaum virus yang tidak punya baju dan membran bagi kaum virus yang punya baju. Bagian ini akan menempel ke sel manusa, kemudian masuk ke sel manusa. Kemudian mereka mulai melisiskan sel-sel tubuh manusa dan berkembang biak di sana. Setelah mereka berkembang biak sangat banyak dan antibodi manusa tidak bisa melawan mereka, datanglah kaum bakteri dan selanjutnya ini adalah tugas kaumku, bakteri. Kaum virus bisa membatasi jumlah keturunannya di tubuh mahluk manusa. Mungkin karena lingkungannya sudah tidak nyaman lagi buat mereka atau mungkin mereka kasihan terhadap manusia. Hahaha..” candanya.

Kemudian kami pindah ke daerah lebih depan, daerah proyek kaum bakteri. “Seperti yang telah saya jelaskan tadi, pada umumnya bakteri berperan setelah virus datang menyerang tempat ini. Biasanya manusa punya obat ampuh yang dikenal dengan istilah antibiotik untuk membasmi kami. Namun, karena sifat manusa suka ngeyel dan rakus, mereka sering tidak mematuhi anjuran waktu dan dosis yang telah ditentukan kaum medis mereka dalam mengkonsumsi antibiotik itu. Akhirnya, kaum kami mengalami yang namanya resistensi terhadap antibiotik di mana kami sudah tidak mempan lagi dibasmi dengan dosis yang lebih kecil atau mungkin dengan jenis antibiotik yang berbeda dari sebelumnya.” “Dasar manusa bodoh!” pikirku.

Selanjutnya akupun diajak ke tempat paling ujung, yaitu daerah proyek kaum jamur, sinus maksila. Mereka terlihat sedang bekerja. Kemudian ada satu sosok yang menghampiri kami berdua, sepertinya ia sangat akrab dengan Streptococcus pneumonia. “Hai, sobat siapa yang sedang bersamamu itu?” sapanya. “Hai! Kenalkan ini teman baru kita yang baru terdampar ke sini kemarin.” “Hai, namaku Candidiasis.” Katanya sambil menjulurkan tangannya. “Candidiasis, teman baru kita ini ingin melihat apa saja proyek kerja kita di sini.” ujar Streptococcus pneumonia. “Baiklah, sobat selamat berjalan-jalan. Aku mau kembali bekerja.” kata Candidiasis.

“Jika manusa tidak bisa membasmi kaum kami. Biasanya proyek kerja selanjutnya lebih didominasi oleh kaum jamur. Kami juga masih di proyek yang sama dengan kaum jamur dan kami semakin berkembang biak menjadi lebih banyak.” jelasnya. “Begitulah kiranya pembagian proyek kerja kami. Mudah-mudahan kamu bisa memahami.” Akupun tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadanya.

Aku kembali ke dalam ruang peristirahatan. Di sini aku merenungkan betapa hebatnya mereka bekerja untuk menghancurkan sistem pertahanan tubuh manusa. Seharusnya manusa sadar dan harus meneladani cara kerja mereka yang benar-benar hebat menurut saya. Benarkan?

Written by: Catherine Maname Uli

Apakah Saya Sakit Maag, Dok?

In Medical Sciences on August 29, 2008 at 3:01 pm

Mungkin Anda sering merasakan nyeri di bagian ulu hati Anda! Anda biasanya pasti langsung mengira Anda sakit maag. Tetapi hati-hati jika Anda sering mengalaminya, Anda sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter!

Read the rest of this entry »