"In a Revolution"

Stigma Masyarakat dan Dampaknya pada Pasien Epilepsi

In Medical Sciences, Social Problems on April 27, 2011 at 6:20 pm

Dalam masyarakat seringkali orang yang mengalami kejang-kejang dikatakan kesurupan setan. Ini dikatakan merupakan salah satu dari gejala-gejala kesurupan. Beberapa gejala kesurupan setan yang dipercayai adalah :

  • Suaranya berubah menjadi datar tanpa intonasi
  • Mampu menjawab pertanyaan yang berbau paranormal.
  • Kekuatan fisiknya melebihi kekuatan yang sebenarnya.
  • Pada tingkatan tertentu, orang yang kemasukan setan mampu berbuat sesuatu yang tak lazim seperti terbang, melempar orang yang ada disekitarnya dengan sekali gerakan tangan dan lain sebagainya.
  • Biasanya mereka mengeluarkan buih (busa) dari mulutnya dengan mata mendelik hingga terlihat putihnya saja.

Oleh sebab itu saya akan mencoba menjelaskan tentang epilepsi yang merupakan salah satu bentuk kejang dan hubungannya dengan kehamilan pada wanita epilepsi. Namun terlebih dahulu saya akan menunjukkan stigma dalam masyarakat yang akhirnya menjadi masalah sosial.

 

Stigma Masyarakat Terhadap Penderita Epilepsi

        Menurut sumber manual WHO, epilepsi sering dipercaya sebagai suatu kutukan, sihir, atau hukuman atas kesalahan yang dilakukan leluhur mereka. Epilepsi sering dipercaya sebagai penyakit menular, setiap orang yang memegang pasien atau kotorannya akan tertular. Pengalaman menakutkan ini bisa menyebabkan orang tersebut mencoba untuk mengurangi keparahannya, contohnya dengan sihir, pengobatan herbal, doa, dan juga obat-obatan modern.

Apa Pengaruhnya Terhadap Psikis Pasien?

        Stigma masyarakat tersebut ternyata tidak dapat dianggap remeh bagi keadaan psikis pasien. Menurut Journal Neurology tahun 2004 dinyatakan bahwa stigma tersebut bisa menyebabkan isolasi sosial dan professional pada komunitas kecil sehingga mempengaruhi emosional pasien dan kemampuan menjaga dan mengembangkan hubungan sosial. Berdasarkan survey Mittan, kecemasan tentang kondisi mereka membuat pasien-pasien epilepsi enggan untuk menciptakan kontak sosial dan bisa mengganggu kinerja sosial mereka.

        Efek stigma masyarakat ini dilaporkan di Nigeria di mana epilepsi dihubungkan dengan kemaluan dan isolasi sosial dan pasien sering datang terlambat ke rumah sakit. Kebanyakan pasien akan mengunjungi pengobatan tradisional dan orang-orang religius sebelum akhirnya mengunjungi dokter.

        Keputusan ini bisa rasional sesuai kebudayaan orang-orang tersebut, tetapi bisa menyebabkan epilepsi tidak diobati atau tidak diobati secara sukses.

Apa itu Epilepsi?

        Epilepsi adalah suatu gangguan kompleks yang terdiri dari banyak tipe kejang, etiologi, dan gejala. Diagnosis epilepsi memerlukan dua gambaran :

  1. Pasien harus mengalami kejang berulang.
  2. Tidak ada faktor pencetus kejang.

Beberapa tipe kejang tersebut yaitu :

  1. serangan kejang seluruh badan disertai kehilangan kesadaran (grand mal)
  2. dapat berupa serangan kejang salah satu anggota badan tanpa kehilangan kesadaraan (epilepsi fokal)
  3. serangan seperti melamun (petit mal, absence, lena)
  4. serangan kejang otot-otot (mioklonik)
  5. serangan gerakan otomatis tanpa disadari disertai halusinasi pengecap dan bau (epilepsi psikomotor)
  6. serangan jatuh tiba-tiba (astasi, akinesi)

Oleh sebab itu perlu sekali orangtua atau orang terdekat pasien untuk mengamati bagaimana proses kejang tersebut untuk mendapatkan gambaran yang jelas karena tipe kejang berbeda memerlukan penanganan yang berbeda.

Kesimpulan

        Akibat stigma yang beredar di masyarakat tersebut seringkali tidak ditangani oleh dokter melainkan oleh dukun karena ada anggapan epilepsi merupakan suatu kutukan.

Oleh sebab itu diharapkan dengan sedikit pengetahuan mengenai epilepsi ini, masyarakat lebih mengenal tentang epilepsi karena dibutuhkan juga kerjasama dari masyarakat untuk segera membawa anggota keluarga atau kerabatnya yang mengalami kejang / epilepsi agar mendapatkan pertolongan segera dari dokter karena menurut WHO secara medis 70% kasus serangan epilepsi dapat dikendalikan.

Ditulis oleh Catherine Maname Uli

Daftar Pustaka

  1. Mengenal Kesurupan. Available from the URL: http://www.eryevolutions.co.cc/2010/06/mengenal-kesurupanprimbon.html
  2. A manual for Medical and Clinical Officers in Africa. 2002. Available from the URL : http://www.who.int/mental_health/media/en/639.pdf
  3. Psychosocial Effects and Evaluation of The Health-Related Quality of Life in Patients Suffering from Well-Controlled Epilepsy. 2004. Available from the URL : www.springerlink.com/index/XYYPW3WX4RJAV3CG.pdf
  4. The Quality of Life of Epileptic Patients. 2008. Available from the URL : http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2011/02/harsono1.pdf
  5. ??
  6. Pembawa Pesan Kesehatan. 2008. Available from the URL : http://www.amifrance.org/IMG/pdf_HM9_Mental_Health.pdf
  7.  Kebijakan Penanggulangan Masalah Epilepsi di Indonesia . 1998. Available from the URL : http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/3198917.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: