"In a Revolution"

Archive for March 17th, 2010|Daily archive page

Marilah Merangkul Mereka!

In Anthropology, Medical Sciences on March 17, 2010 at 2:52 pm

“ Seorang anak laki-laki merasa bingung dengan apa yang terjadi dengan dirinya. Orang-orang menyebut ia sebagai anak laki-laki bahkan orangtuanya memberikan nama laki-laki untuknya. Namun, ia sama sekali tidak merasa bahwa dirinya adalah seorang laki-laki. Ia merasa bahwa ia sebenarnya adalah seorang perempuan sehingga akhirnya ia lebih sering ikut bermain bersama teman-teman perempuan untuk bermain bola bekel, lompat tali, boneka, dll. Ia merasa sangat nyaman jika ia dapat bertingkah laku seperti anak perempuan, tetapi perasaan nyaman tersebut tidak didukung lingkungannya.ia sering dikucilkan, diejek sebagai seorang bencong oleh teman-temannya bahkan gurunya pun pernah memarahinya karena ia selalu bermain dengan anak-anak perempuan. Ia dipaksa untuk bergabung dengan teman-teman laki-laki. Walaupun akhirnya ia menurut saja, ia pergi dengan muka cemberut dan hanya duduk saja tanpa ada hasrat ingin bermain dengan teman-temannya laki-laki. Sering ia menangis, tetapi selalu ia represikan perasaan itu dalam-dalam karena ia tahu tak seorang pun yang dapat mengerti perasaannya.”

  Read the rest of this entry »

Let’s Embrace Them!

In Anthropology, Medical Sciences on March 17, 2010 at 2:48 pm

“ A boy feels confused with the everything that occur in himself. Every people say him as a boy, even his parents give him a boy name. However, he feels that he isn’t a boy. He feels that he is actually a girl, so that he more often plays with his girl friends. He feels very comfortable if he can do something like a girl, but this feeling isn’t supported by his environment. He is often excommunicated, ridiculeted as a sissy by his friends, even his teacher ever got angry because he always played with the girls. He was forced to join with his boy friends. Although finally he obeyed, he went and just sit without any desires to play with his boy friends. Often he cries, but always repressed that feeling in a depth because he  knows that no one can understand his feeling.”

Read the rest of this entry »