"In a Revolution"

Mari Kita Sukseskan Program Keluarga Berencana!

In Social Problems on November 25, 2009 at 3:48 pm

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Negara Indonesia memiliki masalah kependudukan yang sejak lama tak kunjung selesai. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki jumlah penduduk tertinggi di dunia. Tahun 1990, penduduk dunia berjumlah 5,3 miliar. Dari jumlah tersebut, 1,4 miliar jiwa (26%) merupakan penduduk miskin. Pada tahun 2000, jumlah penduduk dunia ada 6,1 miliar jiwa. Sebanyak 20 persen penduduk dunia memiliki pendapatan di atas US$ 100 per hari. Namun lebih dari satu miliar penduduk dunia berpendapatan US$ 1 per hari.

Para pakar kependudukan memperkirakan jumlah penduduk dunia pada tahun 2015 mencapai 7,2 miliar. Indonesia mengalami ledakan jumlah penduduk (baby booming) yang diestimasikan 220 juta tahun ini menjadi 247,5 juta jiwa pada tahun 2015 dan 273 juta jiwa pada tahun 2025.

Hal ini menjadi suatu masalah besar bagi Indonesia karena berbeda dengan Amerika Serikat yang memiliki jumlah penduduk yang banyak, tetapi sebagian besar penduduknya memiliki kualitas yang baik. Saat ini kualitas penduduk Indonesia umumnya masih rendah, tercermin dari tingkat pendidikan mereka dimana hamper 2/3 penduduk berpendidikan dibawah SMP. Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang masih sangat rendah ini meningkatkan beban kepada Negara karena Ledakan jumlah penduduk ini akan berdampak luas terhadap penyediaan anggaran dan fasilitas kesehatan, pendidikan, serta ketersediaan pangan. Ledakan jumlah penduduk ini pun akan berdampak terhadap pemenuhan gizi bayi serta meningkatnya angka pengangguran.

Sudah ada suatu program yang telah dijalankan pemerintah Indonesia untuk menahan ledakan penduduk ini, yaitu dengan suatu program yang dikenal dengan istilah Keluarga Berencana. Program ini cukup efektif dalam mengurangi laju pertumbuhan penduduk, tetapi masalah klasik yang tidak pernah hilang adalah pelaksanaan program ini sering terabaikan apalagi setelah terjadi otonomi daerah.

Saya akan menjelaskan beberapa jenis cara yang digunakan dalam program Keluarga Berencana untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk Indonesia.

  1. Cara Alami
    1. Pantang berkala (rhythm method)

Mula-mula dicatat lama siklus haid selama 3 bulan terakhir. Tentukan lama siklus haid terpendek dan terpanjang. Kemudian siklus haid terpendek dikurangi dengan 18 hari dan siklus haid terpanjang dikurangi dengan 11 hari. Dua angka yang diperoleh merupakan masa subur. Dalam masa subur tersebut harus pantang sanggama, di luar itu merupakan masa aman.

Cara lain untuk menentukan masa aman ialah dengan suhu basal badan. Menjelang ovulasi suhu basal badan akan turun. Kurang lebih 24 jam sesudah ovulasi suhu basal badan akan naik lagi sampai lebih tinggi daripada suhu sebelum ovulasi. Fenomena ini dapat digunakan untuk menentukan saat ovulasi.

    1. Sanggama terputus

Ialah penarikan penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa akan terjadi ejakulasi disadari sebelumnya oleh bagian terbesar pria dan setelah itu masih ada waktu kira-kira 1 detik sebelum ejakulasi terjadi. Waktu yang singkat ini dapat digunakan untuk menarik penis keluar dari vagina.

    1. Perpanjangan masa menyusui anak (prolonged lactation)

Memperpanjang masa laktasi sering dilakukan untuk mencegah kehamilan karena seperti yang telah diketahui bahwa kemungkinan untuk menjadi hamil menjadi lebih kecil apabila mereka terus menyusui anaknya setelah melahirkan. Laktasi dikaitkan dengan adanya prolaktinemi dan prolaktin menekan adanya ovulasi.

  1. Cara Kimia
    1. Spermatisid

Terdiri dari 2 komponen, yaitu: zat kimiawi yang mampu mematikan spermatozoa dan vehikulum yang nonaktif dan diperlukan  untuk membuat cream/jelly.

  • Suppositorium

Dimasukkan sejauh mungkin ke dalam vagina sebelum koitus. Obat ini baru mulai aktif setelah 5 menit. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit – 1 jam.

  • Jelly/crème

Jelly lebih encer daripada crème. Obat ini disemprotkan ke dalam vagina menggunakan suatu alat. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit – 1 jam.

  • Tablet busa

Sebelum digunakan, tablet terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air, kemudian dimasukkan ke dalam vagina sejauh mungkin. Lama kerjanya 30 – 60 menit.

  • C-film

Benda tipis, dapat dilipat, dan larut dalam air. Dalam vagina obat ini merupakan gel dengan tingkat dispersi yang tinggi dan menyebar pada porsio uteri dan vagina. Obat mulai efektif setelah 30 menit.

    1. Pembilasan pascasanggama (postcoital douche)

Tujuannya adalah mengeluarkan sperma secara mekanis dari vagina. Penambahan cuka ialah untuk memperoleh efek spermisida serta menjaga asiditas vagina.

  1. Cara Mekanis
    1. Kondom

Prinsip kerja kondom adalah sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan koitus dan mencegah pengumpulan sperma dalam vagina. Bentuk kondom adalah silindris dengan pinggir yang tebal pada ujung terbuka sedangkan ujung yang buntu sebagai penampung sperma. Kondom dilapisi pelican yang mempunyai sifat spermatisid. Efek samping kondom tidak ada, kecuali jika ada alergi terhadap bahan untuk membuat karet.

    1. Pessarium
  • Diafragma vaginal

Terdiri atas kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan per elastis pada pinggirnya. Per ini ada yang terbuat dari logam tipis yang tidak dapat berkarat dan ada pula dari kawat halus yang tergulung sebagai spiral dan mempunyai sifat seperti per.

Paling cocok dipakai wanita dengan dasar panggul yang tidak longgar dan dengan tonus dinding vagina yang baik. Umumnya tidak menimbulkan banyak efek samping. Efek samping mungkin disebabkan oleh reaksi alergik terhadap obat-obat spermatisida yang digunakan atau oleh perkembangbiakan bakteri yang berlebihan dalam vagina jika diafragma dibiarkan terlalu lama terpasang.

  • Cervical cap

Dibuat dari plastik atau karet dan mempunyai bentuk mangkuk yang dalam dengan pinggirnya terbuat dari karet yang tebal. Jarang dipakai untuk kontrasepsi.

    1. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

Ada yang berpendapat bahwa AKDR sebagai benda asing menimbulkan reaksi radang setempat dengan sebukan leukosit yang dapat melarutkan blatosis atau sperma. Untuk mekanisme kerja AKDR yang dililiti kawat tembaga mungkin berlainan. Tembaga dalam konsentrasi kecil yang dikeluarkan ke dalam rongga uterus selain menimbulkan reaksi radang juga bisa menghambat khasiat anhidrase karbon dan fosfatase alkali. AKDR yang mengeluarkan hormone juga menebalkan lendir serviks sehingga menghalangi pasasi sperma.

  1. Cara Hormonal
    1. Pil

Ada pil estrogen, progesteron, dan kombinasi (antara estrogen dan progesteron). Hormon estrogen bisa dijadikan kontrasepsi dengan cara mempengaruhi ovulasi, perjalanan ovum, atau implantasi. Progesteron untuk menyiapkan endometrium untuk implantasi dan mempertahankan kehamilan.

    1. Suntikan

Kontrasepsi yang digunakan ialah long-acting progestin, yaitu: Noretisteron enantat (NETEN) dan Depomedroksi progesterone acetat (DMPA).

    1. Implantasi

Efektivitas progestin sebagai kontrasepsi dapat diperpanjang dengan cara memasukkan progestin tersebut ke suatu delivery system. Ada beberapa macam delivery system antara lain cincin vagina, implant, dan mikrokapsul.

  1. Cara Bedah
    1. Tubektomi

Ialah tindakan bedah yang dilakukan pada kedua tuba Falloppii wanita. Tindakan yang dilakukan sebagai tindakan pendahuluan untuk mencapai tuba Falloppii terdiri atas pembedahan transabdominal seperti laparotomi, mini laparotomi, laparoskopi; dan pembedahan transvaginal seperti kolpotomi posterior, kuldoskopi; serta pembedahan transservikal (transuterin) seperti penutupan lumen tuba histeroskopik.

Untuk menutup lumen dalam tuba dapat dilakukan pemotongan tuba dengan berbagai macam cara: Pomeroy, Irving, Uchida, Kroener, dan Aldridge.

Kesimpulan

Telah saya uraikan di atas mengenai beberapa fakta yang terjadi di Indonesia mengenai salah satu masalah kependudukan yang dari zaman pemerintahan Belanda sampai sekarang ini belum kunjung usai. Pemerintah telah lama menetapkan Program Keluarga Berencana yang menurut saya cukup efektif untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk. Namun, sayang sekali program ini belum dilaksanakan dengan baik di seluruh bagian Negara ini. Sudah saatnya kita semua ikut bekerja sama dalam mensukseskan program Keluarga Berencana.

Written by Catherine Maname Uli

Daftar Pustaka :

  1. Esther Kuntjara Ph.D. 2003. Gender, Bahasa dan Kekuasaan. Jakarta: Gunung Mulia.
  2. Indonesia Abaikan KB, Ledakan Penduduk Mengancam. 2008. Available from the URL: http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/indonesia-abaikan-kb-ledakan-penduduk-mengancam/

Ledakan Jumlah Penduduk Mencemaskan. Program Keluarga Berencana Diabaikan. Available from the URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/%202008/08/25/02130749/%20ledakan.jumlah.penduduk.mencemaskan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: