"In a Revolution"

Anugrah untuk Anak Berbakat

In Medical Sciences, Psychology on September 22, 2009 at 11:28 pm

Anak-anak, khususnya anak  prasekolah, biasanya terlihat cemerlang, menakjubkan, ingin sekali belajar, dan cenderung artistik. Mereka membuat kita senang dengan menanyakan beberapa pertanyaan seperti filsuf-filsuf kecil atau dengan suka melucu, suka melukis yang kadang-kadang menyerupai pekerjaan pelukis terkenal abad 20. Sesuai perkembangan otak dan lingkungan rumah yang normal, bakat-bakat ini adalah alami untuk sebagian besar anak-anak. Namun, adakalanya kita memperhatikan seorang anak yang kemampuan-kemampuannya begitu jauh melampaui anak-anak lain yang kita sadari bahwa tidak semua anak prasekolah adalah benar-benar berbakat.

Sangat menyedihkan, kita mengetahui jauh lebih sedikit tentang hal-hal yang luar biasa dari anak-anak ini dibandingkan kekurangan mereka: keterbelakangan, gangguan emosi, dan masalah belajar. Para psikolog lebih sering memperhatikan kekurangan-kekurangan ini daripada kelebihannya. Sebuah pergerakan menarik  baru-baru ini di akademi psikologi di Amerika, dipelopori oleh Martin Seligman di Universitas Pennsylvania. Dia meminta untuk lebih menekankan pada “psikologi positif.” Psikologi positif sekarang sedang mempelajari karakter positif seperti kejujuran dan harapan, keadaan alamiah dari keberbakatan, dan bagaimana untuk memeliharanya.

Apa yang Dimaksud Dengan Berbakat?

Paling banyak  orang melihat dari “IQ tinggi” saja. Namun, sebenarnya secara luas dapat dilihat dari beberapa domain: kemampuan verbal atau matematika (yang diukur dengan tes IQ), musik, menggambar, kemampuan spasial, mekanis, atletik, hal kepemimpinan, atau moralitas. Anak-anak berbakat mencapai perkembangan penting di area mereka jauh lebih awal daripada anak-anak yang lain, mereka belajar dengan mudah dan cepat daripada anak-anak lain, dan mereka mencapai level yang teman-teman mereka tidak akan pernah mampu mencapainya.

Seberapa jarangnya anak-anak ini? Seorang anak yang hasil tes IQnya 130 atau lebih disebut sebagai berbakat-kira-kira 2-3% dari seluruh anak. Hanya kira-kira satu dari seratus anak mempunyai IQ 140, dan dihitung bahwa hanya satu dari sejuta anak atau barangkali lebih sedikit lagi anak-anak yang IQnya 160 atau lebih, suatu penilaian yang mengindikasikan suatu keberbakatan ekstrim. Namun, penghitungan ini telah ditentang oleh Linda Silverman dari Pusat Pengembangan Keberbakatan di Denver, CO, yang menemukan bahwa penghitungan ini tidak mengatakan kepada kita berapa banyak anak-anak berbakat yang ada, tetapi hanya berapa banyak yang mempunyai kemampuan superior verbal dan matematika. Kita tidak tahu berapa banyak anak-anak yang mempunyai bakat luar biasa untuk musik, seni visual, atau area lainnya.

Ada dua karakteristik yang terlihat berhubungan. Anak-anak berbakat mempunyai keinginan kuat untuk mencapai sesuatu sesuai bakat mereka (“rage to master”). Anak-anak ini tidak didorong orangtua untuk bekerja keras. Mereka mendorong diri mereka sendiri. Kita tidak bisa melarang seorang anak berbakat menjauhi aktivitas yang disukainya.

Anak-anak berbakat juga kreatif. Ada suatu perbedaan tajam di sini antara “K-Besar” dan “k-kecil” kreativitas. K-Besar artinya kreativitas revolusioner. Kita lihat Beethoven, yang secara permanen mengubah domain musik klasik Barat. Penelitian menyatakan bahwa perlu paling sedikit 10 tahun kerja keras sebelum seorang pencipta dapat membuat suatu perubahan. Berdasarkan definisi ini, anak-anak tidak bisa menjadi K-Besar kreatif. Namun, anak-anak berbakat juga kreatif di dalam k-kecil. Mereka berpikir dan menyelesaikan masalah di dalam kepala mereka, sering dengan cara aneh. Sebenarnya, mereka tidak memerlukan dukungan orang dewasa untuk belajar.

gambar otak.htm

Bentuk Otak Anak Berbakat

Ilmuwan telah menyelidiki otak-otak dari individu berbakat dibandingkan dengan otak-otak lain lebih besar (di beberapa area tertentu), mempunyai lebih (atau lebih kompleks) koneksi saraf, menjalar lebih cepat, atau beroperasi lebih efisien.

Otak Pemusik

Pemain keyboard mempunyai bagian motorik yang membesar di korteks, dibandingkan dengan bukan pemusik. Pemain alat musik gesek ditemukan mempunyai korteks yang lebih besar dan lebih kompleks perwakilan dari jari-jari tangan kiri daripada orang yang bukan pemusik. Perbedaan ini terlihat lebih kuat pada anak-anak yang mulai bermain lebih awal, sebelum umur 12.

Bagian kiri temporal planum, suatu daerah yang merupakan korteks asosiasi pendengaran, lebih besar daripada yang kanan. Ketidaksimetrisan ini lebih besar pada pemusik dengan “absolute pitch” daripada pemusik lainnya dan bukan pemusik. Kita tidak mengetahui perbedaan ini saat lahir atau berkembang dengan latihan.

Einstein dan Ahli Matematika

Otak Einstein tidak berbeda untuk berat atau ukurannya dari otak manusia lain, tetapi Sandra Witelson dari Universitas McMaster di Kanada melaporkan bahwa daerah yang berhubungan dengan kemampuan visual-spasial, pemikiran matematika, dan bayangan motorik (daerah di mana dia unggul) tidak sama. Lobus parietal inferiornya 15% lebih luas dari normal pada kedua sisi. Jadi, girus supramarginalnya (dengan lobus parietal inferior) tidak dibagi oleh sulcus mayor. Kurangnya pembagian ini bisa menyebabkan hubungan akson lebih efisien. Witelson berpendapat bahwa structural otak Einstein ini berkembang lebih awal.

Proses Efisiensi Energi

Richard Haier dari Universitas Kalifornia, Irvine, menunjukkan bahwa ketika bermain permainan komputer spasial, orang dengan kecerdasan spasial yang tinggi memetabolisme sedikit glukosa di otak mereka, daripada orang yang kecerdasan spasial lebih rendah. Namun, kita tidak tahu penggunaan glukosa secara efisien mencerminkan suatu kemampuan belajar yang baik atau tidak, dari lahir atau awal masa kanak-kanak, individu-individu ini memetabolisme glukosa lebih efisien.

Maturitas Korteks Lebih Cepat pada Individu Dengan IQ Superior

IQ superior pada kaum muda dibedakan dengan seberapa cepatnya bagian otak mereka yang digunakan untuk berpikir menebal dan menipis ketika mereka tumbuh, para peneliti di National Institutes of Mental Health’s (NIMH) telah menemukannya. Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans menunjukkan bahwa korteks otak mereka menebal lebih cepat sepanjang masa kanak-kanak, mencapai puncaknya lebih belakangan daripada teman-temannya barangkali mencerminkan suatu perkembangan lebih lama untuk lintasan tingkat berpikir yang tinggi. Namun, lebih cepat juga untuk menipis sepanjang masa remaja akhir, sepertinya karena kelemahan dari koneksi saraf yang tidak digunakan ketika otak mempersingkat penggunaannya. Drs. Philip Shaw, Judith Rapoport, Jay Giedd, dan sejawatnya di NIMH dan Universitas McGill melaporkan penemuan mereka.

Penelitian lain mengatakan bahwa myelinisasi adalah suatu indikator sensitif dari maturasi fungsi otak. Sedikitnya dua dekade pertama perkembangan myelinisasi terdiri dari suatu peningkatan luas dari kepadatan white matter, terproses dari daerah posterior ke anterior. Pemeriksaan Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS) dan Diffusion Tensor Imaging (DTI) menyatakan bahwa maturitas dari daerah white matter telah ditemukan berkorelasi dengan perkembangan fungsi kognitif seperti kapasitas kerja memori (daerah frontal kiri), kemampuan membaca (lobus kiri temporal), dan bahkan dengan IQ (daerah asosiasi bilateral). Dalam suatu penelitian dari 100 anak dengan bukti keterlambatan perkembangan tetapi hasil MR-scans normal, Pujol dan sejawatnya mampu menunjukkan suatu pengurangan myelinisasi (pada bagian asimetris). Kemudian pada akhir masa hidup, kerusakan white matter karena kehilangan akson yang terjadi pada usia normal telah ditemukan berkorelasi dengan kerja memori. Ini menyatakan bahwa kerja memori bisa secara khusus tergantung pada jaringan kompleks, yang mana kembali tergantung sepanjang koneksi white matter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada suatu hubungan positif antara kepadatan dan pengaturan serat myelin dengan maturitas fungsi kognitif.

Terjadinya pengurangan myelinisasi akibat terjadinya defisiensi suplai laktat yang berakibat terjadinya pengurangan sintesis asam lemak yang diperlukan untuk sintesis myelin. Myelin adalah selubung akson yang dapat mempercepat penyampaian impuls saraf ke sel lain. Jika akson-akson kurang bermyelin, penyampaian impuls akan lebih lambat karena potensial aksi yang terjadi lebih lambat, menyebabkan hubungan di antara bagian-bagian otak. Ini terjadi pada otak penderita ADHD sehingga perkembangan otaknya lebih lambat walaupun mengikuti pola yang normal.

sel-saraf

Apa yang Harus Kita Lakukan?

Seringkali kita salah menilai bahwa anak-anak ini mengalami retardasi, ADHD, atau autis. Belum lagi kita melihat mereka seperti “anak nakal” menjadi begitu bosan di sekolah sehingga menjadi pengganggu dan tidak mau mengerjakan apa-apa. Mereka seringkali terlihat kurang dalam akademis, memiliki masalah emosi, dan sulit bersosialisasi membuat mereka sulit teridentifikasi. Kita perlu membangun hubungan dekat dengan mereka sehingga kita dapat mengenal mereka yang memiliki kemampuan konseptual yang baik, kemampuan abstrak yang baik, dan kreativitas. Sebisa mungkin kita memberikan pendidikan yang sesuai dengan potensi-potensinya sehingga mereka dapat memaksimalkan potensi yang ada dengan baik.

Written by Catherine Maname Uli

Daftar Pustaka    :

  1. Catching Up with Gifted Child. Available from the URL: http://www.dana.org/news/cerebrum/detail.aspx?id=3042
  2. Cortex Matures Faster in Youth With Highest IQ. Available from the URL: http://www.sciencedaily.com/releases/2006/03/060330083935.htm
  3. Response Variability in Attention Deficit/Hyperactivity Disorder: A Neuronal and Glial Energetics Hypothesis. Available from the URL: http://www.behavioralandbrainfunctions.com/content/2/1/30

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: