"In a Revolution"

Mengenal Kanker Prostat Lebih Dekat

In Medical Sciences on February 17, 2009 at 10:21 am

Anda seorang pria yang telah berusia 50 tahun atau lebih? Lebih sering ingin berkemih terutama di malam hari? Sulit berkemih atau alirannya putus-putus saat berkemih (berkemih tidak lancar)? Ada darah di urin dan merasakan nyeri saat berkemih? Atau mungkin sulit untuk ereksi dan nyeri saat mengalami ejakulasi? Mungkin Anda mengalami suatu gangguan pada prostat. Saya tidak langsung menyatakan bahwa itu adalah suatu kanker karena mungkin juga itu suatu pembesaran prostat jinak (Benign Prostate Hyperplasia (BPH)) atau prostitis. Oleh sebab itu, saya akan membahas mengenai kanker prostat dan beberapa cara untuk membedakannya dengan gangguan prostat lainnya.

Apa itu kanker prostat?

Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang pada prostat, suatu kelenjar di dalam sistem reproduksi pria. Ini bisa terjadi ketika sel-sel prostat mutasi dan mulai bertambah banyak di luar kontrol. Sel-sel ini bisa menyebar (metastasis) dari prostat ke bagian-bagian lain, khususnya tulang dan nodus limfe. Kanker prostat bisa menyebabkan nyeri, sulit berkemih, masalah selama hubungan seksual, disfungsi ereksi, dan gejala-gejala lain. Sayangnya, gejala-gejala tersebut ada hanya di stadium lanjut penyakit.

Penyakit ini paling banyak di Amerika Serikat, sedangkan angka kejadian di Eropa lebih sedikit dari Amerika Serikat, tetapi lebih banyak di Asia Selatan dan Timur. Kanker prostat paling sering berkembang pada pria yang berumur lebih dari 50 tahun. Untuk angka kejadian di Indonesia jarang terjadi pada pria di bawah usia 40 tahun dan insidensnya terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada usia 80-an.

prostate11prostate-cancer4

Apa Saja yang Dapat Menjadi Penyebabnya?

Penyebab spesifik dari kanker prostat belum pasti diketahui. Seorang pria yang berisiko terkena kanker prostat berhubungan dengan usia, genetik, ras, pola makan, gaya hidup, dan obat-obatan. Faktor risiko utama adalah usia. Kanker prostat sedikit terjadi pada pria berumur kurang dari 45 tahun, tetapi bisa bertambah kemungkinannya dengan penambahan umur. Umur rata-rata waktu didiagnosis adalah 70 tahun.

Pengaruh genetik terhadap perkembangan kanker prostat dapat dilihat dari adanya peningkatan insidensi kanker prostat pada ras tertentu, pria kembar identik dan mempunyai kanker prostat, dan pria dengan gen tertentu. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kanker prostat lebih sering menyerang pria kulit hitam daripada pria kulit putih atau pria Spanyol dan lebih mematikan jika menyerang pria kulit hitam. Pria yang mempunyai kakak atau ayah dengan kanker prostat mempunyai kemungkinan dua kali lipat menderita kanker prostat. Penelitian pada pria kembar di Skandinavia menyatakan bahwa 40% risiko kanker prostat dapat dijelaskan dengan faktor bawaan. Namun, bukan hanya gen tunggal yang bertanggung jawab untuk kanker prostat; banyak gen-gen berbeda yang berpengaruh. Dua gen (BRCA1 dan BRCA2) yang merupakan faktor risiko penting untuk kanker ovarium dan kenker payudara pada wanita juga berperan untuk kanker prostat.

Pola makan dari makanan, vitamin, dan mineral dapat berperan untuk risiko kanker prostat. Pria dengan level serum dari rantai pendek ω-6 fatty acid linoleic acid yang meningkat mempunyai angka kejadian kanker prostat yang lebih tinggi, sedangkan peningkatan level dari rantai panjang ω-3 (EPA dan DHA) mempunyai insidensi lebih rendah. Lemak trans hasil hidrogenasi minyak sayur berhubungan sengan peningkatan risiko kanker prostat. Faktor lain yang bisa meningkatkan risiko kanker prostat adalah konsumsi rendah vitamin E (vitamin E ditemukan di sayur-sayuran hijau berdaun), asam lemak omega-3 (ditemukan di lemak ikan seperti salmon), dan selenium. Kadar rendah vitamin D dalam darah juga bisa meningkatkan risiko kanker prostat.

Apakah Gejala-Gejala Kanker Prostat?

Kanker prostat awal biasanya tidak terdapat gejala-gejala. Sering didiagnosis sewaktu pemeriksaan rutin dengan ditemukannya benjolan (nodul) secara tidak sengaja pada pemeriksaan rektal dan peningkatan Prostate Spesific Antigen (PSA). Kadang-kadang kanker prostat bisa menyebabkan gejala-gejala, sering sama seperti BPH. Seperti yang telah dituliskan di atas gejalanya adalah sering berkemih, peningkatan berkemih saat malam hari, sulit memulai dan mengatur pancaran tetap urin, darah di urin, dan rasa nyeri saat berkemih. Kanker prostat dihubungkan dengan disfungsi berkemih ketika kelenjar prostat mengelilingi uretra prostatika (saluran kemih). Perubahan-perubahan pada kelenjar secara langsung berperan pada fungsi berkemih. Karena vas deferen mengumpulkan cairan seminal ke dalam uretra prostatika dan sekresi kelenjar prostat itu sendiri termasuk semen, kanker prostat bisa menyebabkan masalah fungsi seksual, seperti kesulitan mencapai ereksi atau nyeri saat ejakulasi. Sebenarnya kanker jarang menunjukkan gejala, kecuali bila telah lanjut. Untuk menyingkirkan kemungkinan BPH nodul yang ireguler dan keras harus dibiopsi.

Kanker prostat stadium lanjut dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan bisa menambah gejala. Gejala paling sering adalah nyeri tulang, sering di tulang belakang (vertebra), tulang panggul (pelvis), atau tulang rusuk. Penyebaran kanker prostat ke tulang-tulang lain seperti tulang paha (femur) biasanya ke bagian terdekat (proksimal) tulang. Kanker prostat di tulang belakang bisa juga menekan sambungan tulang belakang, menyebabkan kelemahan kaki dan tidak bisa menahan berkemih dan buang air besar.

Bagaimana Cara Penegakan Diagnosisnya?

Diagnosis pasti harus ditegakkan sebelum dilakukan terapi. Teknik biopsi yang dianjurkan adalah dengan memakai needle biopsy atau biopsi instrumen (core biopsy). Kemungkinan hasil biopsi di Amerika Serikat adalah keganasan berkisar antara 33-50%.

Biopsi prostat dikerjakan bila:

1. Ada bagian yang keras atau nodul.

2. Nilai PSA > 10ng/mL dengan PSAD ≥0,15.

Bagaimana Cara Penatalaksanaannya?

Jika masih berada di stadium paling awal yang akan dilakukan biasanya hanya diobservasi. Kemudian untuk stadium selanjutnya dianjurkan pengangkatan prostat (prostatektomi radikal) atau terapi radiasi. Komplikasi pada radiasi berhubungan dengan dosis total, volume terapi, distribusi dosis, dan skema fraksinasi. Umumnya, ditemukan gejala-gejala organ pencernaan (intestinal), seperti perdarahan usus besar (rektum), kembung (tenesmus), dan diare; saluran kemih (urologi), misalnya: peningkatan frekuensi berkemih, nyeri saat berkemih (disuria), sistitis, penyempitan saluran kemih (striktura uretra).

Bila sudah bermetastasis jauh pengobatannya adalah hormonal, kecuali bila ada nyeri tulang yang merupakan indikasi radiasi. Tujuan pengobatan hormonal adalah untuk mengurangi atau meniadakan pengaruh hormon androgen ke jaringan prostat.

Tindakan lanjut terpenting adalah pemeriksaan kadar PSA secara berkala pada pasien prostatektomi radikal untuk mengetahui adanya kekambuhan atau pada pasien yang diobati secara hormonal.

Apa Kesimpulannya?

Jika Anda telah berusia 50 tahun ke atas segeralah melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui apakah Anda terkena kanker prostat atau tidak karena seperti yang telah diuraikan di atas gejala-gejala kanker prostat biasanya tidak ditemukan pada stadium awal. Janganlah Anda menunda-nunda waktu untuk melakukan pemeriksaan tersebut karena jika sudah terlambat, menyesal sudah tidak berguna lagi!

Untuk Anda yang masih berusia di bawah 50 tahun jagalah pola makan Anda dan gaya hidup Anda! Dengan pola makan dan gaya hidup sehat Anda bisa mengurangi kemungkinan terkena kanker prostat.

Written by: Catherine Maname Uli

Daftar Pustaka :

  1. Prostate Cancer. Available from URL: http://en.wikipedia.org/wiki/Prostate_cancer.
  2. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. 2000. Jakarta: Media Aesculapius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: