"In a Revolution"

Petualanganku di Dalam Corpus Manusa

In Medical Sciences on December 24, 2008 at 11:22 pm

Hai, perkenalkan namaku Prion! Mungkin bagi kebanyakan orang nama ini terdengar aneh sekali di telinga, tetapi jika mahasiswa Kedokteran atau dokter yang mendengar pasti lebih merasa aneh. Ya kan? Karena dalam istilah medis, Prion adalah protein ion yang bentuknya lebih kecil dari virus. Tentu saja Prion ini sangat berbahaya bagi segala mahluk di muka bumi ini! Entahlah, aku tidak tahu mengapa orangtuaku memberi nama seperti ini! Mungkin karena peristiwa itu, peristiwa yang bahkan aku tidak yakin bahwa itu nyata karena peristiwa itu sangat bizzare, tetapi aku yakin sekali bisa merasakannya secara nyata. Seolah-olah semua aktif berperan dan aku adalah tokoh utamanya! Benar-benar sangat bizarre ! Mungkin ketika aku selesai menceritakannya kepada kamu, kamu akan berpikir bahwa aku mengalami gangguan jiwa, mendiagnosis Skizofrenia karena menganggap aku memiliki waham aneh, waham kebesaran, dan segala hal patologis lainnya! Terserah kamu mau menganggapku seperti apa. Itu adalah hakmu. Aku tetap akan menjalani hidup dengan santai. Kalau kamu berminat untuk mengikuti kisah hidupku, tetaplah bersamaku dalam angan, imajinasi, dan halusinasi!

Apakah kamu pernah mendengar istilah perang bintang? Pasti sebagian besar dari kamu-kamu sering mendengarnya! Namun, bagaimana dengan istilah perang kuman? Apakah istilah ini sangat khas di telingamu? Pasti terdengar sangat aneh! Namun, itulah yang kualami!

Kekuatan si Mahluk Sakti

Apakah kamu tahu apakah mahluk yang paling sakti di dunya? Kamu! Iya benar, K-A-M-U!! Kenapa? Masih belum sadar juga? Sekarang aku tanya, siapa mahluk di dunya ini yang terkenal dengan julukan ’ si omnivora’? jawabannya KAMU kan? Omnivora yang artinya mahluk hidup pengkonsumsi segala. Benar-benar KAMU mengkonsumsi SEGALA-GALANYA! Sampai-sampai mahluk-mahluk kecil seperti virus, bakteri, jamur kamu konsumsi juga. Benar-benar kamu itu mahluk yang paling rakus!

Waktu itu aku berjalan berkeliling taman kota, tetapi rasa-rasanya tubuh ini sangat ringan, melayang-layang di atmosfer dunya, dan benar-benar bisa terbawa hembusan angin sepoi-sepoi sekalipun. Kupandang berkali-kali sekujur tubuhku. Mulai dari bagian proksimal sampai sisi distal korpusku benar-benar tak ada yang kulewatkan dan hasilnya NIHIL, sama sekali tidak ada perubahan bentuk. Benar-benar ini sangat membingungkan! Akupun terhenyak, mulai beranjak dari kesadaran compos mentis. Namun, tiba-tiba aku dikagetkan dengan adanya bongkahan-bongkahan batu menimpa diriku. Seperti hujan batu yang menyerang bertubi-tubi, akupun terus-menerus berusaha menghindar bongkahan-bongkahan tersebut. Setelah aku luput dari bongkahan-bongkahan itu, akupun memandang manusa-manusa di sekitar. Aku bertanya-tanya: “Mengapa mereka terlihat sangat besar sehingga ketika bongkahan-bongkahan besar itu menimpa, mereka sama sekali tidak merasa sakitnya tertimpa? Mungkin mereka akan merasa sedikit menderita ketika bongkahan-bongkahan batu itu masuk ke dalam indra penglihatan mereka. Mereka hanya mengatakan kena debu sambil mengusap-usap mata. APA? Mereka hanya menganggap bongkahan-bongkahan batu yang sangat besar itu sebagai butiran-butiran debu saja? Mengapa? Mengapa ini bisa terjadi? Kurasa diriku juga seorang manusa sama seperti mereka, lalu mengapa mereka terlihat seperti mahluk raksasa sedangkan aku adalah mahluk kecil. Mahluk kecil yang bahkan lebih kecil dari ukuran sel tubuh mereka.

Sambil menangis tersedu-sedu, akupun melanjutkan perjalanan. Sungguh, aku tidak bisa menerima kenyataan yang kualami saat itu! Akupun terus-menerus berjalan tanpa tujuan dalam atmosfer dunya. Sampai akhirnya tiba-tiba aku merasa suatu kekuatan yang sangat besar. Kekuatan itu menghisap diriku dan diriku sama sekali tidak kuat menahan kekuatan yang berlebihan itu. Aku sudah mencoba menahan tubuh ini dengan memegang segala benda yang ada di sekitar. Namun, semua usaha dan cara yang telah kukerahkan sama sekali sia-sia. SANGAT TIDAK BERGUNA! Akhirnya, akupun merelakan diriku ini terhisap kekuatan besar itu karena akupun berpikir toh diriku ini sudah tidak ada gunanya. Dengan ukuran tubuh sebesar ini apa gunanya diriku ini? Selain dibuang dan diinjak-injak manusa? Benar-benar aku penasaran, kekuatan apa ini? Kekuatan yang bisa menarik diriku. Akupun membuka mata lebar-lebar, kulihat sekilas ternyata kekuatan ini berasal dari seorang manusa. Manusa cilik, sepertinya manusa yang masih menuntut ilmu di Sekolah Dasar. Kulihat mulutnya terbuka lebar-lebar, ternyata manusa ini sedang menguap. Akupun sempat memaki di dalam hati: “Dasar manusa pemalas, hanya bisa menguap lebar-lebar ketika gurunya mengajar!”

Perkumpulan Mahluk-Mahluk Cilik

Suasana tegang sangat terasa di ruangan ini. Para mahluk kecil sedang melakukan suatu rapat paripurna, seperti para anggota DPR di dalam kubah putih. Karena sekarang kita telah berada di penghujung tahun, mereka sedang melakukan rapat perencanaan program kerja tahun depan dan beberapa hari kemudian mereka berencana melakukan rapat evaluasi selama setahun ini. Peserta-peserta rapat terdiri dari kaum virus, kaum bakteri, dan tak ketinggalan kaum jamur. Mereka sedang mendebatkan suatu masalah yang benar-benar serius, sepertinya antara satu kaum dengan kaum lainnya belum memiliki satu kesepakatan bersama.

Kebersamaan yang Menyenangkan

Akupun terus terisap kekuatan itu, aku tidak tahu sekarang aku ada di mana. Yang jelas kusadari tadi aku masuk dari indra penghidu manusa pemalas itu, kemudian aku sempat melihat rambut-trambut, konka-konka di sekelilingku. Aku tidak tahan berada di sini, sungguh menjijikkan tempat ini! Bau, gelap, dan sangat jorok! Akupun memejamkan mata, tidak tahan melihat keadaan ini. “Dasar manusa jorok!” akupun menggerutu. Namun, tiba-tiba bagian bokongku terantuk ke sebuah dasar. Sakit sekali rasanya! Aku rasa bokongku akan membentuk suatu tanda berwarna biru keabu-abuan, mungkin seperti Mongolian Spot. Kalau istilah medis dikenal dengan hematom pada muskulus gluteus.

Kulihat sekelilingku, banyak mahluk-mahluk cilik seperti diriku walaupun tetap saja dirikulah yang paling cilik di situ. Masa bodolah yang jelas aku senang bisa bertemu dengan mahluk-mahluk yang senasib denganku. Kulihat mereka sedang berada dalam suasana tegang, mungkin mereka sedang rapat karena mereka duduk melingkar di tepi sebuah meja bundar. Istilahnya bisa dikatakan sebagai Konferensi Meja Bundar. Sepertinya mereka juga terkejut seperti diriku, karena mendengar suara yang sangat keras ketika aku jatuh tadi. Aku merasa kedatanganku telah mengganggu konsentrasi mereka, akupun mencoba tersenyum kemudian minta maaf kepada mereka. Aku takut sekali mereka akan marah padaku, tetapi aku sudah siap jika diriku dimaki-maki mereka. Namun, tak disangka-sangka mereka semua membalas senyumanku dengan sebuah senyuman juga. Kemudian ada sesosok setengah baya datang menghampiriku dan menyambutku. Aku rasa beliau adalah pemimpin rapat ini dan merupakan tokoh yang disegani di sini. Ia mempersilahkanku duduk di sebelahnya kemudian merekapun melanjutkan rapat bersamaku.

Kuikuti jalannya rapat itu dengan penuh antusias. Kemudian tiga jam setelah rapat, kamipun mengadakan coffee break. Ketika aku mencicipi makanan kecil yang telah tersedia di situ, tiba-tiba mahluk yang duduk di sampingku mengajakku berbicara. “Bagaimana caramu bisa sampai ke tempat ini?” tanyanya. “Akupun menceritakan segala peristiwa yang kualami sepanjang hari ini mulai dari hal aneh yang kurasakan sampai aku bisa bertemu dengan mereka. “Akupun mengalami hal yang hampir sama denganmu. Aku tiba-tiba juga terisap oleh kekuatan yang sangat besar yang dimiliki manusa ini. Perkenalkan namaku Streptococcus pneumonia. Aku berasal dari kaum bakteri.” Katanya sambil mengulurkan tangan kepadaku. Akupun mengulurkan tanganku ke arahnya. Walaupun aku malu karena aku tidak tahu siapa diriku sebenarnya, akupun mengungkapkannya secara jujur bahwa aku tidak tahu apa-apa mengenai diriku dan asalku. Aku kira ia akan mengejekku karena aku tidak tahu apa-apa mengenai diri sendiri. Namun, ternyata dugaanku sekali lagi salah, sambil tersenyum dengan lembut ia berkata: “Kamu ini adalah kaum Prion. Percayalah padaku!” “Apa itu Prion?” tanyaku padanya. “Prion adalah protein ion. Kaummu memiliki tubuh yang lebih kecil dari kaumku, kaum virus, maupun kaum jamur. Begitulah sampai sekarang anggapan kaum medis manusa. Kaummu juga dianggap mengganggu kelangsungan hidup sel manusa, sama seperti kami di sini. Namun, mereka belum tahu secara pasti bagaimana cara mencegah dan membasmi kaummu dari tubuh mereka.”

Sebenarnya masih banyak yang ingin kutanyakan mengenai diriku. Sepertinya ia sangat memahami kaumku dan semua penjelasannya benar-benar tidak kuduga. Namun, kupikir lebih baik aku menahan rasa penasaranku sekarang karena rapat akan kembali dimulai. “Aku tahu kamu pasti masih merasa bingung dengan semua yang telah kuceritakan tadi. Namun, percayalah kamu akan segera memahami jika kamu selalu ikut serta dalam program kerja kami.” “Terima kasih ya,” kataku sambil tersenyum.

Tak terasa waktu terus berjalan. Akhirnya setelah beberapa jam rapat ini berjalan, kami dapat menyatukan pemikiran kami sehingga tidak ada lagi kaum yang merasa tidak puas. Program kerja tahun depan akan dilaksanakan mulai minggu depan. Sementara hari ini sebentar lagi akan usai, para mahluk cilikpun beristirahat sejenak untuk menyiapkan energi untuk mengerjakan program kerja esok hari. Kulihat ke sekeliling tampak keletihan terpancar dari wajah-wajah mereka. Aku sendiri tidak bisa merasa rileks saat ini. Otakku terus berputar-putar, bertanya-tanya apa yang akan mereka kerjakan esok hari. Sungguh aku sangat penasaran dengan pekerjaan mereka. Rasanya aku tak sabar menanti hari esok.

Tiba-tiba aku terjaga, ternyata aku telah tertidur pulas juga rupanya. Aku melihat ke sekelilingku, teman-teman mahluk-mahluk cilik itu sudah tidak ada di tempat peristirahatan. Kemudian akupun keluar, aku mendengar berbagai macam suara dari luar. Ternyata mereka sudah mulai bekerja. Temanku yang bernama Streptococcus pneumonia, yang kemarin berkenalan denganku datang menghampiriku. Ia mengajakku berkeliling. Pertama ia mengajakku ke proyek kaum virus. “Daerah proyek kaum virus ini dikenal dengan istilah sinus sfenoid. Streptococcus pneumonia menjelaskan bahwa yang berperan pertama mengganggu kesehatan tubuh manusa pada umumnya adalah kaum virus. Seperti yang mereka lakukan di sinus sfenoid ini mereka mencoba merusak sel tubuh manusia melalui molekul nukleokapsid untuk kaum virus yang tidak punya baju dan membran bagi kaum virus yang punya baju. Bagian ini akan menempel ke sel manusa, kemudian masuk ke sel manusa. Kemudian mereka mulai melisiskan sel-sel tubuh manusa dan berkembang biak di sana. Setelah mereka berkembang biak sangat banyak dan antibodi manusa tidak bisa melawan mereka, datanglah kaum bakteri dan selanjutnya ini adalah tugas kaumku, bakteri. Kaum virus bisa membatasi jumlah keturunannya di tubuh mahluk manusa. Mungkin karena lingkungannya sudah tidak nyaman lagi buat mereka atau mungkin mereka kasihan terhadap manusia. Hahaha..” candanya.

Kemudian kami pindah ke daerah lebih depan, daerah proyek kaum bakteri. “Seperti yang telah saya jelaskan tadi, pada umumnya bakteri berperan setelah virus datang menyerang tempat ini. Biasanya manusa punya obat ampuh yang dikenal dengan istilah antibiotik untuk membasmi kami. Namun, karena sifat manusa suka ngeyel dan rakus, mereka sering tidak mematuhi anjuran waktu dan dosis yang telah ditentukan kaum medis mereka dalam mengkonsumsi antibiotik itu. Akhirnya, kaum kami mengalami yang namanya resistensi terhadap antibiotik di mana kami sudah tidak mempan lagi dibasmi dengan dosis yang lebih kecil atau mungkin dengan jenis antibiotik yang berbeda dari sebelumnya.” “Dasar manusa bodoh!” pikirku.

Selanjutnya akupun diajak ke tempat paling ujung, yaitu daerah proyek kaum jamur, sinus maksila. Mereka terlihat sedang bekerja. Kemudian ada satu sosok yang menghampiri kami berdua, sepertinya ia sangat akrab dengan Streptococcus pneumonia. “Hai, sobat siapa yang sedang bersamamu itu?” sapanya. “Hai! Kenalkan ini teman baru kita yang baru terdampar ke sini kemarin.” “Hai, namaku Candidiasis.” Katanya sambil menjulurkan tangannya. “Candidiasis, teman baru kita ini ingin melihat apa saja proyek kerja kita di sini.” ujar Streptococcus pneumonia. “Baiklah, sobat selamat berjalan-jalan. Aku mau kembali bekerja.” kata Candidiasis.

“Jika manusa tidak bisa membasmi kaum kami. Biasanya proyek kerja selanjutnya lebih didominasi oleh kaum jamur. Kami juga masih di proyek yang sama dengan kaum jamur dan kami semakin berkembang biak menjadi lebih banyak.” jelasnya. “Begitulah kiranya pembagian proyek kerja kami. Mudah-mudahan kamu bisa memahami.” Akupun tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadanya.

Aku kembali ke dalam ruang peristirahatan. Di sini aku merenungkan betapa hebatnya mereka bekerja untuk menghancurkan sistem pertahanan tubuh manusa. Seharusnya manusa sadar dan harus meneladani cara kerja mereka yang benar-benar hebat menurut saya. Benarkan?

Written by: Catherine Maname Uli

  1. hmmm permisi numpang narsis dulu
    pertamaxxxxxxxxxxxxxxx
    baru deh commentnya…

    menarik juga cathh jarang2 prion diangkat ke permukaan biasanya si virus hehehe
    tapi koq prion nya baek banged siii?? corpus manusa itu artinya human body yah coz w cari di dorland ga ada he4,,tapi ceritanya ngambang cath coba deh biz ntu prion ngapain lagi kan seru tuh biz blum banyak yang tau juga kan trus buat deh ending nya dah happy tau sad ending yah tentunya buat manusia yang di “tumpangi” mah prionnya lah

    btw merry chrismast and happy new year yah

  2. Nanti gw searching dulu all about prion yach!Gw buka jurnal2 dulu, abiz gw baca di Jawetz ga ada tauk (apa ada ya??😀 )
    Gw bwt crita ini sambil baca buku THT FKUI ama Jawetz.. wkwkwk.. Ato mungkin lu yg cariin bhn2nya trus ksh ke gw.. :))
    Anyway thx yach.. Stlh gw paksa2 akhirnya lu komen jg hahahahahaaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: