"In a Revolution"

Mari, Inilah Saatnya Kita Berbagi Kasih!

In Psychology on December 23, 2008 at 11:38 pm

love_heart2Tak terasa kita sudah berada di bulan Desember, penghujung tahun 2008. Ketika bulan Desember tiba, ada beberapa perayaan yang akan kita jumpai, misalnya perayaan hari ibu setiap tanggal 22 Desember dan Natal setiap tanggal 25 Desember. Melalui dua perayaan ini kita sebenarnya kembali diingatkan bahwa ada satu unsur dalam hidup manusia yang tidak bisa dipungkiri keberadaannya, yaitu KASIH atau CINTA.


Dunia kedokteran menunjukkan bahwa hormon oksitosin berperan dalam perasaan cinta yang meluap-luap, yang dapat membuat jantung berdegup kencang. Hormon oksitosin dimiliki bukan hanya oleh wanita, tetapi juga oleh pria. hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hormon oksitosin dalam serum ketika seorang ibu menyusui anaknya dan seorang pria mengalami ejakulasi.

John Allan Lee mengidentifikasi adanya 6 jenis cinta, yakni tiga jenis cinta primer (eros, ludus, dan storge) serta tiga jenis cinta sekunder (mania, pragma, dan agape). Tipe cinta primer merupakan tipe cinta utama yang paling jelas membedakan adanya perbedaan tipe dalam cinta, sementara itu tipe cinta sekunder merupakan perpaduan antara tipe-tipe cinta primer. Tipe cinta mania merupakan perpaduan antara tipe cinta eros dan tipe cinta ludus. Tipe cinta pragma adalah hasil perpaduan tipe cinta ludus dan storge. Sedangkan tipe cinta agape adalah perpaduan dari tipe cinta eros dan tipe storge.

Ciri Eros

  1. Daya tarik fisik dan emosional yang kuat, komitmen terhadap yang dicintai.
  2. Penuh gairah akan cintanya
  3. Cinta pada orangyang diidealkan
  4. Cinta pada pandangan pertama, berdasarkan daya tarik fisik dan keterbangkitan fisik.

Ciri Ludus

  1. Cinta dianggap sebagai suatu permainan (Game-Playing Love)
  2. Tidak ada komitmen terhadap cinta dan pasangan
  3. Tidak pernah ada kecemburuan yang sesungguhnya.
  4. Tanpa adanya komitmen dan kecemburuan, maka cinta terbebas dari kecemasan dan selalu menyenangkan. Bagi mereka hal inilah yang dinilai sebagai cinta yang sesungguhnya.
  5. Dapat mencintai lebih dari satu orang pada saat bersamaan
  6. Dapat dengan mudah mencintai seseorang lalu beralih ke yang lainnya.

Ciri Storge

  1. Perasaan yang ada kurang berkobar-kobar tetapi mengandung afeksi yang dalam.
  2. Komitmen kuat terhadap hubungan yang telah dibuat
  3. Lebih sebagai hubungan persahabatan yang membutuhkan kepercayaan satu sama lain sepanjang waktu untuk membangunnya.

Ciri Mania

  1. Kombinasi Eros dan Ludus
  2. Cinta yang obsesif, sangat intens, penuh kecemasan, dan posesif.
  3. Yang dicintai dipikirkan terus menerus
  4. Ada kebutuhan yang sangat besar untuk dicintai
  5. Ada kebutuhan untuk menjamin cinta akan terus bertahan sampai kapanpun

Ciri Pragma

 

  1. Kombinasi Ludus dan Storge.
  2. Cinta dipandang sebagai sesuatu yang realistik dan praktis.
  3. Dalam menemukan yang dicintai dilihat kesamaan demografi dan kualitas kepribadian yang dibutuhkan untuk kecocokan dan lebih dari itu untuk keberlanjutan hubungan.

 

Ciri Agape

  1. Kombinasi Eros dan Storge.
  2. Penuh perhatian pada yang dicintai tanpa adanya kepentingan pribadi.
  3. Cinta dilihat sebagai sesuatu yang intens dan penuh persahabatan.
  4. Mereka menambahkan kualitas cinta dengan keinginan saling menolong (altruisme), dimana kebutuhan yang dicintai didahulukan daripada kebutuhan-kebutuhannya sendiri.

Robert Sternberg, seorang psikolog, berpendapat bahwa cinta dalam sebuah hubungan interpersonal memiliki tiga komponen dasar. Dengan kata lain, ketiga komponen dasar inilah yang nantinya akan membentuk cinta. Tiga komponen cinta tersebut adalah:

  1. Keintiman (Intimacy)

Keintiman adalah kedekatan yang ada antara dua individu. Kedekatan di sini bisa dalam arti kedekatan fisik, maupun kedekatan emosional. Keintiman sangat tergantung pada tingkat kepercayaan (trust) satu individu kepada individu yang lain.

2. Gairah (Passion)

Berasal dari kata latin patior yang berarti penderitaan atau perasaan tersiksa, gairah dapat didefinisikan sebagai emosi yang sangat kuat dan mendalam (terkadang tidak terbendung) terhadap seseorang. Emosi yang kuat ini terkadang bahkan mengalahkan hukum-hukum pemikiran logis. Kalimat “yang kumau hanya kamu” mungkin adalah ungkapan yang paling tepat dalam menggambarkan gairah. Dalam gairah, ada sebentuk keinginan untuk selalu bersama yang sangat kuat, dan tidak tergantikan dengan orang lain. Gairah juga dapat diartikan sebagai dorongan seksual terhadap seseorang.

3. Komitmen (Commitment)

Merupakan perasaan saling terikat yang ada antara dua individu. Keterikatan ini diproyeksikan untuk jangka waktu yang cukup lama sehingga komitmen juga bisa diartikan sebagai kesetiaan yang terjalin antara dua individu. Dalam komitmen, seseorang akan merasa apapun yang ia lakukan akan mempengaruhi individu yang lain, demikian juga sebaliknya. Ketika dua orang membentuk sebuah komitmen bersama maka dapat diibaratkan seperti kedua orang tersebut bersama-sama masuk ke dalam perahu menyusuri sungai. Apapun yang mereka temui dan alami dalam perjalanan, mereka berdua memiliki perjanjian untuk tetap bersama dalam perahu. Ketika salah satu dari mereka keluar dari perahu, maka komitmen mereka telah dilanggar.

Kemudian dari konsep-konsep cinta ini secara khusus saya akan membahas mengenai cinta kasih seorang bapak terhadap anaknya. Mengapa saya memilih topik ini? Karena seorang bapak juga berperan dalam pembentukan kepribadian sang anak. Selama ini banyak bapak masih berpikir bahwa tugas seorang bapak hanya mencari nafkah, yang memiliki tugas mengurus anak hanyalah ibu. Namun, sadarkah para pembaca bahwa figur seorang bapak sangat mempengaruhi rasa percaya diri anak? Mengapa? Mari kita telusuri dari awal perjalanan hidup manusia!

Seorang manusia memulai hidupnya di dalam kandungan ibu yang artinya ia bersatu dengan sang ibu. Bahkan setelah lahir, seorang manusia masih tergantung dengan ibunya yang adalah sumber makanan dan keamanan. Kemudian di manakah peranan seorang bapak dirasakan? Seorang bapak adalah sisi luar dari persatuan diri anak dengan ibunya. Sosok ini adalah orang luar pertama yang dijumpai anak. Peranan seorang bapak sudah mulai dirasakan anak pada awal kehidupannya di dunia. Menurut Burlingham, bahkan ketika anak sedang disusui ibunya, anak sering mencari sosok bapaknya. Artinya anak sudah mulai bisa mendapatkan pesan dari sosok bapak sedini mungkin terlebih jika sosok bapak ini ikut mengasuh si anak.

Sosok bapak adalah pria pertama yang menulis pikiran dan perasaannya ke dalam hati anak. Seorang bapak perlu peka terhadap setiap kata-kata dan tindakan yang dilakukan terhadap anak. Anak-anak seperti bunga karang yang mudah menyerap semua kesan yang ditangkap tentang diri dan identitasnya. Ketika mereka bertanya: “Apakah saya spesial? Apakah saya bernilai? Apakah saya baik? Apakah saya jarang sekali dianggap sebagai pengganggu?” sosok seorang bapak yang bermain peranan penting dalam menjawab pertanyaan tersebut. Jika anak tidak mendapatkan hal tersebut dari bapaknya, ia akan mengalami yang namanya “father hunger”. Anak-anak ini akan selalu mencari sosok bapak yang mereka butuhkan sampai mereka berumur tua sekalipun. Saya akan memberikan suatu contoh yang saya dapatkan dari suatu artikel bahasa inggris. Joe sedang bermain golf. Ketika ia memukul bola ke arah air atau rumput, ia selalu bergumam kalimat yang sama: “You are as brainless as a crow.” Kemudian setelah digali lebih lanjut dari kakaknya, ternyata itu adalah perkataan yang dikatakan bapak mereka jika anak-anaknya melakukan suatu keburukan.

Jangan juga Anda berpikir bahwa father hunger hanya dirasakan oleh anak-anak yang bapaknya seorang pemabuk, tidak peduli sama keluarga, dan tidak pernah berada di rumah! Sosok bapak yang peduli sama keluarga, selalu berada di rumah juga bisa menyebabkan anak mengalami farther hunger. Percayalah terlalu protektif dan mendominasi kehidupan anak juga tidak baik! Kemampuan dan kreativitas anak akan terkubur karena bapaknya terlalu mendominasi kehidupannya. Contoh nyata dialami oleh seorang komposer terkenal, Charles Ives. Jika orang melihat kehidupannya mungkin orang berpikir bahwa ia anak yang sangat beruntung karena bapaknya selalu menyediakan waktu bersama anaknya. Namun, sebenarnya Charles Ives tidak merasa bahagia mengalami hal tersebut. Bapaknya terlalu mendominasi kehidupannya sehingga ia merasa mengalami siksaan emosional. Karya-karya yang diciptakannya didominasi campur tangan bapaknya. Ketika, bapaknya meninggal Charles Ives kembali menulis musik yang telah ia pelajari bersama bapaknya. Namun, 30 tahun setelah menciptakan lagu, Charles Ives mulai berhenti. Ketika semua memori yang ia pelajari dari bapaknya telah dituangkan dalam lagu, ia kehilangan kreativitas. Ketika ia memasuki umur 49 tahun, (di mana ini adalah umur ketika bapaknya meninggal) kreativitasnya benar-benar telah mati sama sekali.

Kecenderungan anak-anak father hunger adalah berusaha menyenangkan orang lain atau selalu ingin menunjukkan bahwa dirinya mampu dan hebat. Selain mencari perhatian dari bapaknya mereka juga berusaha mencari perhatian dari orang di sekitarnya. Mereka paling tidak suka dikritik, bahkan kadang mereka lebih suka sok tahu supaya tetap dipuji oleh orang sekitarnya. Hal ini akan terbawa sampai dewasa sampai mereka memenuhi perasaan ini. Anak-anak perempuan ketika besar paling sulit mencari pasangan hidup. Mereka benar-benar memiliki standard terhadap pasangan hidupnya yang tidak bisa dicapainya dari sosok bapaknya. Mereka senang sekali terhadap pria yang dianggap memiliki karakter bapak yang baik, sehingga akhirnya ketika mereka mendapatkan sosok itu dari orang lain, mereka tidak dapat menjauhi pria tersebut. Untuk anak-anak laki-laki, mereka selalu berusaha mencari pujian atau penghargaan dari orang lain atau bapaknya. Bahkan meskipun mereka sudah sangat tua, mereka tetap mencari pujian dari bapaknya akan prestasinya, karirnya, dan pasangan hidupnya. Mereka tetap butuh pujian dari bapaknya untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki gay berhubungan dengan kasus father hunger. Hal ini disebabkan kebutuhan mereka untuk mencari sosok maskulin yang tidak mereka dapatkan dari bapaknya sehingga mereka cenderung mencari partner yang kuat dan gagah. Hal ini sesuai dengan teori Sigmund Freud yang terkenal dengan masa Oedipus complex di mana masa ini sangat menentukan ketertarikan seksual. Anak laki-laki mulai mengidentifikasikan diri seperti bapaknya.

Berikut ini ada beberapa ciri orang yang mengalami father hunger:

· Ketika saya memikirkan bapak saya saya menjadi emosi, sedih, atau marah.

· Ketika saya bersama dengan bapak saya tidak bertindak seperti diri saya sendiri; saya menjadi kekanak-kanakan atau manja.

·Saya menilai bapak saya sangat mengagumkan, tetapi orang lain berpikir saya membodohi diri sendiri.

·Saya merasa kaku dengan bapak saya.

·Saya bermasalah dengan persaingan.

·Motivasi saya buruk karena saya selalu merasa terpukul.

·Saya kesulitan membangun hubungan.

·Saya terlalu cepat berganti-ganti pasangan.

·Saya bingung dengan identitas saya karena bapak saya tidak pernah merasa bahwa saya baik.

·Saya tidak merasa seperti seorang laki-laki sejati.

· Saya kurang percaya diri dengan kewanitaan saya.

· Saya merasa tidak menarik.

· Saya merasa tidak berkompetensi.

·Sulit buat saya untuk merasa rileks.

·Saya mempunyai masalah dengan seksualitas saya.

·Saya sulit bersikap tegas.

·Orang merasa bahwa saya mengganggu privasi mereka.

·Saya takut terlalu dekat dengan orang lain.

·Saya merasa terbuang.

·Otoritas membuat saya kesulitan.

·Kritik bapak saya terlalu banyak terhadap saya terlalu banyak. Sekarang saya kesulitan menerima kritik.

·Tuhan sering terasa sejuta mil jauhnya.

·Saya hanya mempunyai sedikit ketertarikan dalam spiritualitas.

·Ketika bapak saya tidak mendukung kebutuhan ibu saya secara emosional, ibu saya mencoba mendapatkan dukungan dari saya.

·Bapak saya terlalu memberi kepercayaan sama saya.

·Bapak saya dan saya tidak terbuka dan jujur dalam membicarakan hidup kita.

·Saya mencoba menyenangkan setiap orang, khususnya orang yang bertipe kebapakan atau suka melindungi.

·Saya berlari ke hal-hal dan orang yang bisa merawat saya.

·Saya jarang merasa puas.

·Hidup saya terasa samar-samar, penuh ketakutan.

·Ibunya teman cowok saya menolak saya.

·Bapak tiri dan saya tidak pernah akur.

·Saya adalah orangtua yang khawatir bahwa saya bisa mengulang kesalahan bapak dan kakek saya.

·Kadang-kadang saya merasa seperti seorang anak yatim.

Kesimpulan yang dapat diambil terutama buat bapak-bapak atau calon-calon bapak bahwa anak-anak tetap membutuhkan kasih dari bapaknya. Jangan berpikir bahwa tugas seorang bapak hanya mencari nafkah saja! Seperti uraian tadi bahwa untuk membentuk suatu kepercayaan diri anak, dibutuhkan figur seorang bapak. Apakah Anda rela anak-anak Anda menjadi seorang father hunger?

Written by : Catherine Maname Uli

 

Daftar Pustaka:

  1. Kenali Tipe Cintamu. Available from the URL: http://smartpsikologi.blogspot.com/2007/08/kenali-tipe-cintamu.html
  2. Cinta. Available from the URL: http://www.lptui.com/artikel.php?fl3nc=1&param=c3VpZD0wMDAyMDAwMDAwOTkmZmlkQ29udGFpbmVyPTY2&cmd=articleDetail
  3. The Search for The Lost Fathering. Available from the URL: http://www.personalconsult.com/books/lostfathering1.html
  4. The Big “O” Father Hunger. Available from the URL: http://www.planetout.com/health/sexuality/article.html?sernum=1493&navpath=/topics/health/sexuality/
  5. Perspektif dalam Psikologi Abnormal. Available from the URL: fakhrurrozi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/2810/PERSPEKTIF+DALAM+PSIKOLOGI+ABNORMAL.doc
  6. Hormon Cinta, Benarkah Ada? Available from the URL : http://www.tanyadokteranda.com/artikel/2008/02/hormon-cinta-benarkah-ada.
  1. Ini entri yang menarik. Terima kasih sudah berbagi cerita. Kalau mau referensi lain tentang hal yang terhubung, baca artikel Mengapa Sulit Jatuh Cinta di blog saya. Salam kenal, sobat.

    Lex dePraxis
    Romantic Renaissance

  2. Trima ksh mas udah berkunjung ke blog saya..
    SALAM KNAL JUGA..🙂

  3. so nice hmmm lovely

  4. Thanks for the appreciated and visiting..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: