<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>A Holistic View of The Human Being</title>
	<atom:link href="http://catherinemaname.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catherinemaname.wordpress.com</link>
	<description>This blog is my attempt to practice my writing skills not only about Medical Science, but also other things related to the human-being. Because by this way, I think it can help me to look at the human being holistically.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 08:14:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='catherinemaname.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/222acac326f39687b57a445a9121f590?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>A Holistic View of The Human Being</title>
		<link>http://catherinemaname.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://catherinemaname.wordpress.com/osd.xml" title="A Holistic View of The Human Being" />
	<atom:link rel='hub' href='http://catherinemaname.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Epilepsi pada Wanita Hamil</title>
		<link>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/05/08/epilepsi-pada-wanita-hamil/</link>
		<comments>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/05/08/epilepsi-pada-wanita-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 May 2011 11:57:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CatherineManame</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medical Sciences]]></category>
		<category><![CDATA[Sisi Ilmu Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[The Indonesia Version]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catherinemaname.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya buat spesial buat pak Felix Xia yang sudah memberikan umpan balik positif untuk artikel saya sebelumnya dan saya sudah berjanji akan menuliskan artikel khusus mengenai epilepsi pada wanita hamil.         Saya akan melanjutkan kembali pembahasan mengenai epilepsi, tetapi kali ini adalah berhubungan dengan ibu hamil. Apakah efeknya pada wanita hamil? Bagaimana tatalaksananya? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=411&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Artikel ini saya buat spesial buat pak Felix Xia yang sudah memberikan umpan balik positif untuk artikel saya sebelumnya dan saya sudah berjanji akan menuliskan artikel khusus mengenai epilepsi pada wanita hamil.</p>
<p style="text-align:justify;">        Saya akan melanjutkan kembali pembahasan mengenai epilepsi, tetapi kali ini adalah berhubungan dengan ibu hamil. Apakah efeknya pada wanita hamil? Bagaimana tatalaksananya? Mari saya akan berbagi semua di sini mengenai itu semua!</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-411"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dampak Epilepsi <em>vs </em>Terapi Epilepsi terhadap Kehamilan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut statistik Amerika Serikat, 0.5% kehamilan dijumpai pada wanita epilepsi. Risiko pada wanita epilepsi yang hamil lebih besar dari pada wanita normal yang hamil. Angka kematian neonatus (bayi baru lahir) pada pasien epilepsi yang hamil adalah tiga kali dibandingkan populasi normal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan dari hampir 12.000 perempuan di Amerika Serikat mengalami kehamilan saat menjalani terapi dengan obat antiepilepsi (OAE). Kurang lebih 6% bayi yang dilahirkan oleh ibu yamg mendapat terapi OAE tersebut</p>
<p style="text-align:justify;">mengalami cacat bawaan baik secara anatomis maupun fisiologis.</p>
<p style="text-align:justify;">        Pengaruh kehamilan terhadap epilepsi bervariasi. Kira-kira ¼ kasus frekuensi bangkitan akan meningkat terutama pada trimester terakhir. Seperempatnya lagi menurun dan separuhnya tidak mengalami perubahan selama kehamilan. Mengapa hal ini bisa terjadi?</p>
<p style="text-align:justify;">Pada wanita hamil terjadi perubahan fisiologis dalam tubuhnya. Salah satunya adalah fungsi ginjalnya meningkat yang ditandai dengan peningkatan <em>creatinine clearance </em>sekitar 50% sehingga akan menurunkan kadar Obat Anti Epilepsi (OAE) dalam sirkulasi darah yang akhirnya meningkatkan kebutuhan OAE. Selain itu, hormon esterogen bersifat epileptogenik. Hormon ini terus meningkat selama kehamilan dan mencapai puncaknya pada trimester ketiga. Hal inilah yang menyebabkan frekuensi bangkitan pada epilepsi menjadi meningkat terutama pada trimester terakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu apakah dampaknya terhadap kehamilan? Bangkitan selama kehamilan meningkatkan risiko <em>outcome</em> kehamilan yang merugikan. Bangkitan pada trimester pertama diketahui meningkatkan risiko malformasi kongenital pada keturunan 12,3% berbanding 4% dengan anak yang terpapar dengan bangkitan maternal pada waktu yang lain. Bangkitan umum tonik-klonik meningkatkan risiko hipoksia dan asidosis dan juga cedera karena trauma benda tumpul. Peneliti dari Kanada menemukan bahwa bangkitan maternal selama kehamilan meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan. Meski jarang terjadi, status epileptikus dapat menyebabkan tingkat mortalias yang tinggi bagi ibu dan anak. Di dalam sebuah penelitian terhadap 29 kasus yang dilaporkan, 9 ibu dan 14 anak meninggal selama atau sesaat setelah episode status epileptikus. Anak dari seorang perempuan yang memiliki tiga kali bangkitan tonik klonik umum selama kehamilannya dapat menyebabkan perdarahan intraserebral.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa dampak Obat Anti Epilepsi pada ibu hamil? Paling umum dampak pada wanita hamil dengan epilepsi adalah potensial teratogenesis pada OAE.  Dampak teratogenik diklasifikasikan sebagai malformasi mayor atau anomali minor dan keduanya yang berhubungan dengan penggunaan OAE. Suatu malformasi mayor adalah suatu abnormalitas yang ada pada saat lahir yang dapat memerlukan penanganan bedah. Malformasi mayor yang mungkin adalah kelainan jantung kongenital, defek urogenital, <em>neural tube defect</em>, dan sumbing. Anomali minor misalnya dismorfisme wajah dan anomali jari.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, menurut <em>American Academy of Neurology </em>tahun 2009, dikatakan bahwa mengkonsumsi OAE tidak menyebabkan kesulitan-kesulitan saat kehamilan. Seperti misalnya adanya bukti yang baik bahwa OAE tidak menjadi risiko tinggi untuk perdarahan selama kehamilan. Juga dikatakan risiko untuk terjadinya proses persalinan <em>Caesar </em>dan persalinan dini tidak cukup tinggi. Tidak cukup bukti yang mengatakan bahwa OAE berhubungan dengan peningkatan tekanan darah pada kehamilan. Namun, perlu hati-hati jika Anda tidak dapat menghindari lebih dari satu OAE saat kehamilan! Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan Asam Valproat <em>multidrug</em> bisa menyebabkan cacat lahir sehingga dilarang untuk mengkonsumsi Asam Valproat khususnya pada trimester pertama.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana Tatalaksana Epilepsi pada Wanita Hamil?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Begitu hamil, seorang wanita dengan epilepsi yang diberikan OAE harus diikuti oleh seorang ahli kandungan. Seorang ahli kandungan berisiko tinggi atau spesialis fetal maternal dipilih meskipun tidak selalu mungkin. Wanita hamil harus diperiksa serologis dan USGnya pada trimester pertama untuk menentukan adanya risiko <em>neural tube defect. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Sepanjang kehamilan, pemantauan level OAE akan menolong untuk mengendalikan kejang. Farmakokinetik OAE dipengaruhi perubahan fisiologis kehamilan. Sepanjang kehamilan, aliran darah ginjal dan filtrasi glomerular meningkat sebagai suatu fungsi peningkatan curah jantung dan volume plasma, cairan ekstravaskular (luar pembuluh darah) dan jaringan lemak meningkat untuk menciptakan distribusi volume lebih besar. Level serum albumin menurun, yang mana menurunkan pengikatan obat, meningkatkan fraksi bebas, dan meningkatkan <em>drug clearance. </em>Farmakokinetik dapat mempengaruhi konsentrasi OAE dan paling penting untuk OAE adalah ikatan protein tinggi, metabolisasi secara hepatik (melalui hati) atau dibersihkan secara renal (melalui ginjal). OAE dengan ikatan protein tinggi dalam jumlah total dan jumlah yang bebas, termasuk untuk fenitoin dan valproat harus dimonitor.</p>
<p style="text-align:justify;">Vitamin K profilaksis direkomendasikan pada saat beberapa minggu akhir kehamilan, dimulai kira-kira minggu ke-36. Insidens perdarahan pada bayi baru lahir dilaporkan meningkat pada anak yang terpapar OAE selama kehamilan khususnya OAE yang merangsang sistem enzim sitokrom P450. OAE yang merangsang enzim sitokrom P450 adalah fenobarbital, primidon, fenitoin, karbamazepin merangsang enzim mikrosom fetal yang mendegradasi vitamin K.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>American Academy of Neurology </em>dan <em>American Academy of Pediatrics </em>memperbolehkan wanita dengan epilepsi yang mengkonsumsi OAE untuk menyusui. Sepanjang menyusui bayi, bagaimanapun juga akan terpapar OAE pada konsentrasi OAE yang diberikan. Jika ibu menerima ethosuximid, fenobarbital, atau pirimidon memilih menyusui, mereka harus dilatih untuk memantau anaknya untuk tanda-tanda sedasi dan letargi. Pada laporan-laporan kasus, fenitoin, karbamazepin, dan valproat mungkin aman. OAE ini tidak ditransfer ke anak melalui ASI pada konsentrasi yang sama pada ibu.  <em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">        Sekarang ini seorang wanita yang memiliki epilepsi tidak lagi dilarang untuk hamil dan melahirkan anak. Tidak mengkonsumsi obat-obat anti epilepsi bukan merupakan solusi yang baik karena jika ibu mengalami bangkitan selama kehamilan juga berefek buruk bagi janin. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerjasama dari pasien-pasien ini untuk secara rutin kontrol kehamilan untuk melihat perkembangan janin akibat obat-obat anti epilepsi yang dikonsumsi.</p>
<p align="right">Ditulis oleh Catherine Maname Uli</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<ol start="1">
<li style="text-align:justify;">Manajemen Epilepsi pada Kehamilan. Available from the URL: <a href="http://journal.uii.ac.id/index.php/JKKI/article/viewFile/547/471">http://journal.uii.ac.id/index.php/JKKI/article/viewFile/547/471</a></li>
<li style="text-align:justify;"><em>Clinical Management of Pregnant Women with Epilepsy</em>.  Available from the URL : <a href="http://www.medscape.com/viewarticle/530483">http://www.medscape.com/viewarticle/530483</a></li>
<li style="text-align:justify;"><em>Wo</em><em>men with Epilepsy: Drug Risks and Safety during Pregnancy</em>. Available from the URL : <a href="http://www.aan.com/practice/guideline/uploads/338.pdf">http://www.aan.com/practice/guideline/uploads/338.pdf</a></li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/medical-sciences/'>Medical Sciences</a> Tagged: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/medical-sciences/'>Medical Sciences</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/sisi-ilmu-kedokteran/'>Sisi Ilmu Kedokteran</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/the-indonesia-version/'>The Indonesia Version</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catherinemaname.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catherinemaname.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catherinemaname.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catherinemaname.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catherinemaname.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catherinemaname.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catherinemaname.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catherinemaname.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catherinemaname.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catherinemaname.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catherinemaname.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catherinemaname.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catherinemaname.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catherinemaname.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=411&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/05/08/epilepsi-pada-wanita-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e17f2c6cb4e1fdef8c6153a977f4d27a?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">virusimoet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Epilepsy in Pregnant Women</title>
		<link>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/05/08/epilepsy-in-pregnant-women/</link>
		<comments>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/05/08/epilepsy-in-pregnant-women/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 May 2011 11:55:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CatherineManame</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medical Sciences]]></category>
		<category><![CDATA[Sisi Ilmu Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[The English Version]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catherinemaname.wordpress.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[ In this article I have created a special package for Mr. Felix Xia, who gave positive feedbacks on my previous article and I had promised to write a special article on epilepsy in pregnant women. I will continue the discussion about epilepsy, but this time related to pregnant women. What are the effects on pregnant [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=409&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;" align="center"> In this article I have created a special package for Mr. Felix Xia, who gave positive feedbacks on my previous article and I had promised to write a special article on epilepsy in pregnant women.</p>
<p style="text-align:justify;">I will continue the discussion about epilepsy, but this time related to pregnant women. What are the effects on pregnant women? How about the managements? Let me share here about it all!</p>
<p style="text-align:justify;"> <span id="more-409"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>The Epilepsy Effect vs Epilepsy Therapy Effect on Pregnancy</strong></p>
<p style="text-align:justify;">According to United States statistics, 0,5% of pregnancy observed in women with epilepsy. Risk in women with epilepsy who become pregnant is higher than normal women who are pregnant. Neonatal mortality rate in patients with epilepsy who become pregnant are three times higher than normal population. Meanwhile, nearly 12000 of women in the United States become pregnant during treatment with Anti Epileptic Drugs (AED). About 6% of infants born to mothers who received therapy AED yamg suffer birth defects anatomically and physiologically.</p>
<p style="text-align:justify;">The influences of pregnancy on epilepsy have a variation. About ¼ of cases will increase the frequency of seizures, especially in the last trimester. About ¼ will decrease and ½ doesn’t change during pregnancy. Why does it happen?</p>
<p style="text-align:justify;">In pregnant women physiological changes occur in their bodies. One is the marked increase in kidney function with creatinine clearance increased by approximately 50%, so will reduce the level of Anti-Epilepsy Drug (AED) in the blood circulation which in turn will increase the demand AED. Besides that, the estrogen hormone is epileptogenik. These hormones continue to rise during pregnancy and reach its peak in the third trimester. These are what cause the seizures frequency of epilepsy increase especially in the last trimester.</p>
<p style="text-align:justify;">Then, what is the impact on pregnancy? The seizures during pregnancy increase the risk of adverse pregnancy outcomes. Seizure in the first trimester is known to increase risk of birth defects in offspring 12.3% vs. 4% with children who are exposed seizures of mother in other time. Generalized tonic-clonic increases risk of hypoxia and acidosis, as well as damage from blunt trauma. Researchers from Canada found that the maternal seizures during pregnancy may increase risk of developmental disorders. It is rare, status epilepticus can cause high levels of mortalias for the mother and the child. In a study of 29 cases reported, 9 women and 14 children died during or shortly after the episode of status epilepticus. A child of a woman who has three times the generalized tonic clonic seizures during pregnancy can cause intracerebral hemorrhage.</p>
<p style="text-align:justify;">            What are the impacts of the anti-epilepsy drug in pregnant women? The impact of the most common in pregnant women with epilepsy is the potential for AED teratogenesis. Teratogenic effects were classified as major malformations or minor anomalies and both are associated with the use of AED. A major abnormality is an abnormality present at birth that may require surgical treatment. Major malformations that may be congenital heart defects, urogenital abnormalities, neural tube defects, and cleft. Minor anomalies such as facial dysmorfism and finger anomalies.</p>
<p style="text-align:justify;">        However, according to the American Academy of Neurology in 2009, it was said that consuming AED does not cause difficulties during pregnancy. Thus there is strong evidence that AED is not a high risk for bleeding during pregnancy. It also said the risk of preterm labor and Caesar delivery is not high enough. Not enough evidence to suggest that the AED was associated with increased blood pressure in pregnancy. However, please be careful if you can not avoid more than one AED during pregnancy! There are some evidences to suggest that the use of multidrug valproic acid can cause birth defects thus forbidden to consume valproic acid, especially in the first trimester.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>How About The Treatment of Epilepsy in Pregnant Women?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>            </strong>Once pregnant, a woman with epilepsy who consumed AED should be followed by obstetricians. A high-risk obstetrician or maternal fetal specialist selected although not always possible. Pregnant women should be checked serologically and the ultrasound in the first trimester to determine the risk of neural tube defects.</p>
<p style="text-align:justify;">        AED level monitoring throughout pregnancy will help to control seizures. AED pharmacokinetics influenced physiological changes of pregnancy. During pregnancy, renal blood flow and glomerular filtration will increase as a function of increased cardiac output and plasma volume, extravascular fluid and increased fatty tissue to create a larger volume of distribution. Decrease in serum albumin levels, which reduce drug binding, increasing the free fraction, and increasing drug clearance. Pharmacokinetics may affect the concentration of AED and the most important for AED is highly protein binding, metabolized in the liver  or renal clearance. AED with high-protein bond in the amount of total and free, including for phenytoin and valproic should be monitored.</p>
<p style="text-align:justify;">        Vitamin K prophylaxis is recommended during the last weeks of pregnancy, starting around week 36. Incidence of haemorragic in newborns reportedly increased in children exposed AED during pregnancy, which stimulates the cytochrome P450 enzyme system. AED which stimulates the enzyme cytochrome P450, include phenobarbital, primidon, phenytoin, carbamazepine stimulate fetal microsomes enzymes that degrade vitamin K.</p>
<p style="text-align:justify;">        American Academy of Neurology and American Academy of Pediatrics to allow women with epilepsy who consume the AED to breastfeed. During breastfeeding, however, the baby will also be affected by AED at a certain concentration. If the mother that receive ethosuximid, phenobarbital, or pirimidon choose to breastfeed, they must be trained to monitor the children looking for signs of sedation and lethargy. In case reports, phenytoin, carbamazepine, and valproic probably safe. These AED are not transferred to the child through breast milk at the same concentration in the mother.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Conclusion</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>          </strong>Now a woman who has epilepsy no longer prohibited for pregnant women and delivery babies. Not taking anti-epileptic drugs is not a good solution, because if the mother experienced seizures during pregnancy also affects for the fetus. Therefore, the necessary cooperation from the patient for routine birth control to see the development of the fetus due to anti-epilepsy drug that is consumed.</p>
<p align="right">Written by CatherineManame Uli</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>The References</strong></p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li><em>Manajemen Epilepsi pada Kehamilan</em>. Available from the URL: <a href="http://journal.uii.ac.id/index.php/JKKI/article/viewFile/547/471">http://journal.uii.ac.id/index.php/JKKI/article/viewFile/547/471</a></li>
<li>Clinical Management of Pregnant Women with Epilepsy.  Available from the URL : <a href="http://www.medscape.com/viewarticle/530483">http://www.medscape.com/viewarticle/530483</a></li>
<li>Women with Epilepsy: Drug Risks and Safety during Pregnancy. Available from the URL : <a href="http://www.aan.com/practice/guideline/uploads/338.pdf">http://www.aan.com/practice/guideline/uploads/338.pdf</a></li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/medical-sciences/'>Medical Sciences</a> Tagged: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/medical-sciences/'>Medical Sciences</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/sisi-ilmu-kedokteran/'>Sisi Ilmu Kedokteran</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/the-english-version/'>The English Version</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catherinemaname.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catherinemaname.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catherinemaname.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catherinemaname.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catherinemaname.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catherinemaname.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catherinemaname.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catherinemaname.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catherinemaname.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catherinemaname.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catherinemaname.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catherinemaname.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catherinemaname.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catherinemaname.wordpress.com/409/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=409&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/05/08/epilepsy-in-pregnant-women/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e17f2c6cb4e1fdef8c6153a977f4d27a?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">virusimoet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stigma Masyarakat dan Dampaknya pada Pasien Epilepsi</title>
		<link>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/04/27/epilepsi-dan-kehamilan-pada-wanita-epilepsi/</link>
		<comments>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/04/27/epilepsi-dan-kehamilan-pada-wanita-epilepsi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 11:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CatherineManame</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medical Sciences]]></category>
		<category><![CDATA[Social Problems]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-Masalah Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Sisi Ilmu Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[The Indonesia Version]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catherinemaname.wordpress.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Dalam masyarakat seringkali orang yang mengalami kejang-kejang dikatakan kesurupan setan. Ini dikatakan merupakan salah satu dari gejala-gejala kesurupan. Beberapa gejala kesurupan setan yang dipercayai adalah : Suaranya berubah menjadi datar tanpa intonasi Mampu menjawab pertanyaan yang berbau paranormal. Kekuatan fisiknya melebihi kekuatan yang sebenarnya. Pada tingkatan tertentu, orang yang kemasukan setan mampu berbuat sesuatu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=394&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dalam masyarakat seringkali orang yang mengalami kejang-kejang dikatakan kesurupan setan. Ini dikatakan merupakan salah satu dari gejala-gejala kesurupan. Beberapa gejala kesurupan setan yang dipercayai adalah :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Suaranya berubah menjadi datar tanpa intonasi</li>
<li>Mampu menjawab pertanyaan yang berbau paranormal.</li>
<li>Kekuatan fisiknya melebihi kekuatan yang sebenarnya.</li>
<li>Pada tingkatan tertentu, orang yang kemasukan setan mampu berbuat sesuatu yang tak lazim seperti terbang, melempar orang yang ada disekitarnya dengan sekali gerakan tangan dan lain sebagainya.</li>
<li>Biasanya mereka mengeluarkan buih (busa) dari mulutnya dengan mata mendelik hingga terlihat putihnya saja.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu saya akan mencoba menjelaskan tentang epilepsi yang merupakan salah satu bentuk kejang dan hubungannya dengan kehamilan pada wanita epilepsi. Namun terlebih dahulu saya akan menunjukkan stigma dalam masyarakat yang akhirnya menjadi masalah sosial.</p>
<p style="text-align:justify;"> <span id="more-394"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Stigma Masyarakat Terhadap Penderita Epilepsi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">        Menurut sumber manual WHO, epilepsi sering dipercaya sebagai suatu kutukan, sihir, atau hukuman atas kesalahan yang dilakukan leluhur mereka. Epilepsi sering dipercaya sebagai penyakit menular, setiap orang yang memegang pasien atau kotorannya akan tertular. Pengalaman menakutkan ini bisa menyebabkan orang tersebut mencoba untuk mengurangi keparahannya, contohnya dengan sihir, pengobatan herbal, doa, dan juga obat-obatan modern.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa Pengaruhnya Terhadap Psikis Pasien?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">        Stigma masyarakat tersebut ternyata tidak dapat dianggap remeh bagi keadaan psikis pasien. Menurut <em>Journal Neurology </em>tahun 2004 dinyatakan bahwa stigma tersebut bisa menyebabkan isolasi sosial dan professional pada komunitas kecil sehingga mempengaruhi emosional pasien dan kemampuan menjaga dan mengembangkan hubungan sosial. Berdasarkan survey Mittan, kecemasan tentang kondisi mereka membuat pasien-pasien epilepsi enggan untuk menciptakan kontak sosial dan bisa mengganggu kinerja sosial mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">        Efek stigma masyarakat ini dilaporkan di Nigeria di mana epilepsi dihubungkan dengan kemaluan dan isolasi sosial dan pasien sering datang terlambat ke rumah sakit. Kebanyakan pasien akan mengunjungi pengobatan tradisional dan orang-orang religius sebelum akhirnya mengunjungi dokter.</p>
<p style="text-align:justify;">        Keputusan ini bisa rasional sesuai kebudayaan orang-orang tersebut, tetapi bisa menyebabkan epilepsi tidak diobati atau tidak diobati secara sukses.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa itu Epilepsi?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">        Epilepsi adalah suatu gangguan kompleks yang terdiri dari banyak tipe kejang, etiologi, dan gejala. Diagnosis epilepsi memerlukan dua gambaran :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Pasien harus mengalami kejang berulang.</li>
<li>Tidak ada faktor pencetus kejang.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Beberapa tipe kejang tersebut yaitu :</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>serangan kejang seluruh badan disertai kehilangan kesadaran (<em>grand mal</em>)</li>
<li>dapat berupa serangan kejang salah satu anggota badan tanpa kehilangan kesadaraan (epilepsi fokal)</li>
<li>serangan seperti melamun (<em>petit mal</em>, <em>absence, lena</em>)</li>
<li>serangan kejang otot-otot (mioklonik)</li>
<li>serangan gerakan otomatis tanpa disadari disertai halusinasi pengecap dan bau (epilepsi psikomotor)</li>
<li>serangan jatuh tiba-tiba (astasi, akinesi)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu perlu sekali orangtua atau orang terdekat pasien untuk mengamati bagaimana proses kejang tersebut untuk mendapatkan gambaran yang jelas karena tipe kejang berbeda memerlukan penanganan yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">        Akibat stigma yang beredar di masyarakat tersebut seringkali tidak ditangani oleh dokter melainkan oleh dukun karena ada anggapan epilepsi merupakan suatu kutukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu diharapkan dengan sedikit pengetahuan mengenai epilepsi ini, masyarakat lebih mengenal tentang epilepsi karena dibutuhkan juga kerjasama dari masyarakat untuk segera membawa anggota keluarga atau kerabatnya yang mengalami kejang / epilepsi agar mendapatkan pertolongan segera dari dokter karena menurut WHO secara medis 70% kasus serangan epilepsi dapat dikendalikan.</p>
<p align="right">Ditulis oleh Catherine Maname Uli</p>
<p style="text-align:justify;">Daftar Pustaka</p>
<ol start="1">
<li style="text-align:justify;">Mengenal Kesurupan. Available from the URL: <a href="http://www.eryevolutions.co.cc/2010/06/mengenal-kesurupanprimbon.html">http://www.eryevolutions.co.cc/2010/06/mengenal-kesurupanprimbon.html</a></li>
<li style="text-align:justify;"><em>A manual for Medical and Clinical Officers in Africa. </em>2002. Available from the URL : <a href="http://www.who.int/mental_health/media/en/639.pdf">http://www.who.int/mental_health/media/en/639.pdf</a><em></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em>Psychosocial Effects and Evaluation of The Health-Related Quality of Life in Patients Suffering from Well-Controlled Epilepsy. </em>2004. Available from the URL : <a href="http://www.springerlink.com/index/XYYPW3WX4RJAV3CG.pdf">www.springerlink.com/index/XYYPW3WX4RJAV3CG.pdf</a><em></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em>The Quality of Life of Epileptic Patients. </em>2008. Available from the URL : <a href="http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2011/02/harsono1.pdf">http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2011/02/harsono1.pdf</a><em></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em>??</em><em></em></li>
<li style="text-align:justify;">Pembawa Pesan Kesehatan. 2008. Available from the URL : <a href="http://www.amifrance.org/IMG/pdf_HM9_Mental_Health.pdf">http://www.amifrance.org/IMG/pdf_HM9_Mental_Health.pdf</a><em></em></li>
<li style="text-align:justify;"> <em></em>Kebijakan Penanggulangan Masalah Epilepsi di Indonesia . 1998. Available from the URL : <a href="http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/3198917.pdf">http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/3198917.pdf</a><em></em></li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/medical-sciences/'>Medical Sciences</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/social-problems/'>Social Problems</a> Tagged: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/masalah-masalah-sosial/'>Masalah-Masalah Sosial</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/medical-sciences/'>Medical Sciences</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/sisi-ilmu-kedokteran/'>Sisi Ilmu Kedokteran</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/social-problems/'>Social Problems</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/the-indonesia-version/'>The Indonesia Version</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catherinemaname.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catherinemaname.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catherinemaname.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catherinemaname.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catherinemaname.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catherinemaname.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catherinemaname.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catherinemaname.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catherinemaname.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catherinemaname.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catherinemaname.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catherinemaname.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catherinemaname.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catherinemaname.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=394&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/04/27/epilepsi-dan-kehamilan-pada-wanita-epilepsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e17f2c6cb4e1fdef8c6153a977f4d27a?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">virusimoet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Community Stigma and Its Impact on Epilepsy Patients</title>
		<link>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/04/27/epilepsy-and-pregnancy-in-women-with-epilepsy/</link>
		<comments>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/04/27/epilepsy-and-pregnancy-in-women-with-epilepsy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 11:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CatherineManame</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medical Sciences]]></category>
		<category><![CDATA[Social Problems]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-Masalah Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Sisi Ilmu Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[The English Version]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catherinemaname.wordpress.com/?p=392</guid>
		<description><![CDATA[In a society often people who have seizures say obsession. This is said is one of the symptoms of trance phenomena. Some symptoms of demonic possession is : The voice changed into a flat with no intonation. Can answer the questions that related to paranormal. The physical strength exceeds the actual strength. On some level, people [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=392&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">In a society often people who have seizures say obsession. This is said is one of the symptoms of trance phenomena. Some symptoms of demonic possession is :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>The voice changed into a flat with no intonation.<strong></strong></li>
<li>Can answer the questions that related to paranormal.</li>
<li>The physical strength exceeds the actual strength.</li>
<li>On some level, people are possessed by demons are able to do something unusual such as flying, throwing people around him with a single hand movement and so forth.</li>
<li>Usually they remove the froth (foam) from the mouth with the eyes just bulged up to look white.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Therefore, I will try to explain about the epilepsy, which is one form of seizures and its relation to pregnancy in women with epilepsy. However first I&#8217;ll show the stigma in society that eventually became a social problem.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-392"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Public Stigma toward Persons with Epilepsy</strong></p>
<p style="text-align:justify;">According to the source of the WHO guidelines, epilepsy is often believed to be a curse, magic, or punishment for mistakes made by their ancestors.  Epilepsy is often believed to be an infectious disease, every person who holds the patient or their faeces will become infected. This experience is frightening that cause a person tries to reduce the severity, for example, by magic, herbal medicine, prayer, and also modern medicine.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>What is The Impact for The Patients’ Mental?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">That stigma should not be underestimated. According to the journal Neurology in 2004 stated that the stigma can lead to social and professional isolation in small communities and thus affects the patient emotionally and ability to maintain and develop social relationships. Based on the Mittan survey, anxiety about their condition makes epilepsy patients are reluctant to make social contacts and can interfere with their social performance. Community stigma effects were reported in Nigeria in which the epilepsy is associated with shamed and social isolation, and patients often come late to the hospital. Most patients will visit the traditional medicine and religious people before finally visiting a doctor. This decision may be rational in accordance with the culture of these people, but can cause epilepsy not treated or not treated successfully.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;"><strong>What is Epilepsy?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Epilepsy is a complex disorder that consists of many types of seizures, etiology, and symptoms. Diagnosis of epilepsy requires two features :</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>Patients had experienced recurrent seizures.</li>
<li>There are no trigger seizures.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">There are several types of seizures :</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>Seizures accompanied by loss of consciousness of the whole body (grand mal).</li>
<li>Seizures can occur on a part of body without loss of consciousness (focal epilepsy).</li>
<li>Attacks are like daydreaming (petit mal, absence, lena).</li>
<li>Muscle spasm attacks (myoclonic).</li>
<li>Automatic movement attack unwittingly accompanied taste and smell hallucinations.</li>
<li>Suddenly fall attacks (astasia, akinesia).</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Therefore it is necessary for the patient&#8217;s parents or the people closest to observe how the process to obtain a clear feature because the different seizure types require different treatments.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>The Conclusion</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Because the stigmas that are in the community, the epilepsy is often not treated by a doctor but by a shaman because they thought epilepsy was a curse.</p>
<p style="text-align:justify;">Therefore expected that with a little knowledge about epilepsy, people know more about epilepsy and also the cooperation of the community is required to immediately bring family members or relatives who have seizures / epilepsy in order to get immediate assistance from a medical doctor because the epileptic seizures according to WHO 70% of cases can be controlled.</p>
<p align="right">Written by Catherine Maname Uli</p>
<p style="text-align:justify;">The References :</p>
<ol start="1">
<li style="text-align:justify;"><em>Mengenal Kesurupan</em><em>.</em> Available from the URL: <a href="http://www.eryevolutions.co.cc/2010/06/mengenal-kesurupanprimbon.html">http://www.eryevolutions.co.cc/2010/06/mengenal-kesurupanprimbon.html</a></li>
<li style="text-align:justify;">A manual for Medical and Clinical Officers in Africa.<em> </em>2002. Available from the URL : <a href="http://www.who.int/mental_health/media/en/639.pdf">http://www.who.int/mental_health/media/en/639.pdf</a><em></em></li>
<li style="text-align:justify;">Psychosocial Effects and Evaluation of The Health-Related Quality of Life in Patients Suffering from Well-Controlled Epilepsy.<em> </em>2004. Available from the URL : <a href="http://www.springerlink.com/index/XYYPW3WX4RJAV3CG.pdf">www.springerlink.com/index/XYYPW3WX4RJAV3CG.pdf</a><em></em></li>
<li style="text-align:justify;">The Quality of Life of Epileptic Patients. 2008. Available from the URL : <a href="http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2011/02/harsono1.pdf">http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2011/02/harsono1.pdf</a><em></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em>??</em><em></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em>Pembawa Pesan Kesehatan</em>. 2008. Available from the URL : <a href="http://www.amifrance.org/IMG/pdf_HM9_Mental_Health.pdf">http://www.amifrance.org/IMG/pdf_HM9_Mental_Health.pdf</a><em></em></li>
<li style="text-align:justify;"><em>Kebijakan Penanggulangan Masalah Epilepsi di Indonesia</em>. 1998. Available from the URL : <a href="http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/3198917.pdf">http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/3198917.pdf</a><em></em></li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/medical-sciences/'>Medical Sciences</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/social-problems/'>Social Problems</a> Tagged: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/masalah-masalah-sosial/'>Masalah-Masalah Sosial</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/medical-sciences/'>Medical Sciences</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/sisi-ilmu-kedokteran/'>Sisi Ilmu Kedokteran</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/social-problems/'>Social Problems</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/the-english-version/'>The English Version</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catherinemaname.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catherinemaname.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catherinemaname.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catherinemaname.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catherinemaname.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catherinemaname.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catherinemaname.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catherinemaname.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catherinemaname.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catherinemaname.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catherinemaname.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catherinemaname.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catherinemaname.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catherinemaname.wordpress.com/392/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=392&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/04/27/epilepsy-and-pregnancy-in-women-with-epilepsy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e17f2c6cb4e1fdef8c6153a977f4d27a?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">virusimoet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waspada Varises pada Ibu Hamil</title>
		<link>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/02/19/waspada-varises-pada-ibu-hamil/</link>
		<comments>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/02/19/waspada-varises-pada-ibu-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 07:50:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CatherineManame</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medical Sciences]]></category>
		<category><![CDATA[Sisi Ilmu Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[The Indonesia Version]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catherinemaname.wordpress.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Lihat gambar di atas! Apa yang ada di pikiran Anda? Apakah ada di benak Anda bahwa itu adalah suatu komplikasi dari varises? Hubungan Varises Tungkai Bawah dengan Kehamilan Varises adalah pembesaran vena. Saat ini yang ingin saya bahas adalah mengenai varises tungkai bawah terutama yang berhubungan dengan kehamilan. Mengapa kehamilan bisa menyebabkan varises tungkai bawah? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=373&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="alignleft" src="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1085530-3061tn.jpg" alt="" width="146" height="200" /><br />
<img class="alignnone" src="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1085530-3062tn.jpg" alt="" width="106" height="200" /></p>
<p>Lihat gambar di atas! Apa yang ada di pikiran Anda? Apakah ada di benak Anda bahwa itu adalah suatu komplikasi dari varises?</p>
<p><span id="more-373"></span></p>
<p><strong>Hubungan Varises Tungkai Bawah dengan Kehamilan</strong><br />
Varises adalah pembesaran vena. Saat ini yang ingin saya bahas adalah mengenai varises tungkai bawah terutama yang berhubungan dengan kehamilan. Mengapa kehamilan bisa menyebabkan varises tungkai bawah?</p>
<p>Ada beberapa teori mengenai penyebab varises tungkai ini :<br />
1.	 Teori  mekanis<br />
Varises tungkai disebabkan kompresi mekanis berlebihan oleh uterus pada vena iliaka dan pelvis.  Bukti klinis telah menunjukkan bahwa dilatasi vena dimulai pada minggu I kehamilan, ketika penambahan volume uterus yang masih tidak signifikan. Tumor uterus pada volume yang sama atau bahkan lebih besar  daripada uterus saat kehamilan tidak mencetuskan varises, juga tidak meningkatkan keparahan varises yang sudah ada sebelumnya. Ada bukti mekanisme kompresi uterus pada vena iliaka dan vena cava inferior, khususnya pada trimester terakhir.<br />
Melalui duplex scanning, phlebography dan computed tomography, diperlihatkan bahwa kecepatan aliran darah pada vena femoralis secara progresif menurun, secara proporsional menyesuaikan pada peningkatan volume uterus, sampai penurunan 50% pada trimester III.</p>
<p>Mari akan saya tunjukkan anatomi vena dalam tubuh kita! Lihat gambar anatomi di bawah ini!</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignnone" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQWC0UZvXGkKOG7KmEBVFmWLj9zj7MCKwEPoXck-t_QTdLFLbTuXvkTyfM" alt="" width="111" height="124" /><br />
Gambar I</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignnone" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSXAqktbPlM3ZFawxIYOiZ0j396YqBJ5uZUOmxWYO4c0fNxejJI_wGpCA" alt="" width="77" height="120" /> Gambar II</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignnone" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSKKOeQPon-AjYxh4R6UuBl6O38Riypgu9p7MX7j4tHRnDFMorSU3UuWToA" alt="" width="91" height="136" /></p>
<p>Gambar III</p>
<p>Gambar I adalah ilustrasi ketika abdomen dibuka dan seluruh organ di dalamnya dikeluarkan. Dapat dilihat pada gambar kedua pembuluh darah yang terdapat pada rongga abdomen dan mari kita pusatkan perhatian hanya pada pembuluh darah vena pelvis (warna biru yang merupakan percabangan). Kemudian lihat gambar II, tampak juga vena pelvis, tetapi sudah berlanjut ke vena tungkai. Pada gambar III jelas merupakan gambar vena-vena tungkai dan dapat dilihat pada gambar III vena yang sudah berubah menjadi varises.<br />
Vena tungkai akan berdilatasi maksimal pada usia gestasi 37-40 minggu. Sebagian besar akan kembali normal lagi 6 minggu setelah gestasi.<br />
Penelitian yang dilakukan C.Sparey, dkk. Peningkatan dilatasi vena juga terjadi pada wanita normal sesuai usia gestasi.<br />
Secara umum, perubahan pada vena tejadi pada vena yang sama, pada tempat yang sama, meskipun lebih dominan pada sisi kiri. Kemungkinan ini terjadi karena anatomi pada pelvis arteri iliaka kanan menyeberang vena iliaka kiri.2<br />
2.	Teori hormonal<br />
Pada tahun 1943 McLennam telah membandingkan ukuran tekanan vena antecubital dan vena femoral pada wanita hamil di dorsal decubitus dan diobservasi ada suatu peningkatan progresif pada tekanan femoral, sementara tekanan vena antecubital tidak berubah bahkan pada awal kehamilan. Perubahan pada tekanan vena disebabkan peningkatan hormonal, keduanya estrogenik dan progestogenik. Peningkatan progesteron menghasilkan hipotonia serat otot halus dan miosel, rangsangan berkurang, aktivitas elektrik dan peningkatan ketegangan vena, yang mencapai 150%, kembali normal pada 8-12 minggu setelah melahirkan. Sekresi estrogen, menyebabkan peningkatan aliran arteri di uterus dan pelvis, dan ini meningkatan aliran venous return ke system vena hipogastrik yang menghalangi fungsional pada vena iliaka eksternal, yang diteruskan ke vena tungkai.<br />
3.	Peningkatan sirkulasi di pelvis<br />
Pada kehamilan, ada suatu peningkatan debit darah uterus (500 ml/menit dari total aliran darah), meningkatkan tekanan vena pelvis dan vena iliaka dan pengurangan kapasitas aliran vena ekstremitas bawah.<br />
4.	Predisposisi herediter</p>
<p>5.	Peningkatan volemia<br />
Volume darah selama kehamilan lebih dari 30%; ini terjadi terutama karena aktivitas plasma.</p>
<p>6.	Defisiensi mesodemik<br />
Defisiensi meodermik congenital adalah etiopatogenik penting pada pengembangan penyakit varises.</p>
<p>7.	Struktur dinding vena<br />
Ada suatu pengurangan serat otot halus dinding vena dan kualitatif dan kuantitatif jaringan sendi dinding vena varises.</p>
<p>8.	Anatomi katup vena<br />
Melalui agenesis atau hipoplasia katupp iliaka-femoral, yang mendukung tekanan hidrostatik dari jantung ke daerah inguinal.</p>
<p><strong>Bagaimana Penatalaksanaannya?</strong><br />
<strong>Terapi Bedah</strong><br />
1) Ablative surgery<br />
Meliputi pemotongan saphena &#8211; “crossectomy” – pada sapheno-femoral junction, and phlebectomy.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignnone" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQlUSdBiyV-tYV6KqCPmKvZPT8eaPuTecXw6jcY9XpEEQCPkaGjCx5FM0s" alt="" width="106" height="122" /></p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignnone" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSInPKniItNguMBb6qhoGPlVgIeS3qUspzX-8KP71LXcjyHE7BcRESsOA" alt="" width="93" height="126" /></p>
<p>2) Conservative surgery<br />
Aliran Saphena dapat dilangsungkan secara fisiologis (sapheno-femoral external valvuloplasty) dan langkah pertama CHIVA 2 (Conservatrice Hémodynamique de l’Insuffisance Veineuse en Ambulatoire) dan langsung masuk melalui vena perforasi (CHIVA 1).<br />
<img class="alignnone" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRK_h0C_tk4NnqeS7Z7ce3G2AXKFvyIj_Oh51jDWojIlg-513TkIKpWqDHu" alt="" width="140" height="104" /></p>
<p>3) Endovascular obliteration<br />
Metode kimia atau fisika dapat digunakan untuk menghilangkan lumen saphena.</p>
<p><strong><em>Sclerotherapy</em></strong><br />
<em>Sclerotherapy</em> adalah penghilangan varises secara kimiawi. Vena diinjeksi dengan histo-lesive substance (sclerosing liquid) yang merusak endotelium, menghasilkan spasme, trombosis dan reaksi inflamasi yang dikehendaki untuk menghasilkan stenosis, fibrosis dan penghilangan vena permanen.<br />
<img class="alignnone" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTYX5IMvRULg2cBlufx7rejtwjOr2oZLX-na6UUW4olKo3hlsKhMfbUtGhB" alt="" width="150" height="79" /></p>
<p><strong>Kompresi</strong><br />
Kompresi adalah tekanan yang diberikan ke tungkai, menggunakan material yang bervariasi, elastis atau kaku, untuk mencegah dan mengobati.<br />
<img class="alignnone" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS18vawanbi9QmysJ9vLDybn_bpkB8U8F0UXxazlz-EJm-w94BsnhnlOV7f" alt="" width="116" height="150" /></p>
<p><strong>Obat-obatan</strong><br />
Obat-obatan untuk sistem vena disebut phlebotonics karena dipercaya berefek pada tonus vena.</p>
<p><strong>Fisioterapi</strong></p>
<p><strong>Hidroterapi</strong></p>
<p><strong>Bagaimana Cara Pencegahannya?</strong></p>
<p>Tidak ada cara mencegah varises. Namun, dengan meningkatkan sirkulasi dan tonus otot dapat mengurangi risiko:<br />
	Olahraga<br />
	Menjaga berat badan<br />
	Makan makanan tinggi serat, diet rendah garam<br />
	Tidak menggunakan sepatu berhak tinggi<br />
	Menaikkan tungkai<br />
	Mengubah posisi duduk atau berdiri secara teratur</p>
<p style="text-align:right;">Ditulis oleh Catherine Maname Uli</p>
<p style="text-align:right;">&nbsp;</p>
<p>Daftar Pustaka :<br />
1.	Pregnancy and Lower Limb Varicose Veins: Prevalence and Risk Factors. Available from the URL: http://www.scielo.br/scielo.php?pid=S167754492010000200004&amp;script=sci_arttext&amp;tlng=en<br />
2.	The Effect of Pregnancy on the Lower-limb Venous System of Women with Varicose Veins. Available from the URL: http://download.journals.elsevierhealth.com/pdfs/journals/1078-5884/PIIS1078588499908705.pdf<br />
3.	Guidelines for the diagnosis and therapy of the vein  and lymphatic disorders. Available from the URL : http://www.flebologia.unisi.it/lineeguida/guidelines-inglese-rev.htm<br />
4.	Varicose Veins. Available from the URL : http://www.mayoclinic.com/health/varicoseveins/DS00256/DSECTION=prevention</p>
<br />Filed under: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/medical-sciences/'>Medical Sciences</a> Tagged: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/medical-sciences/'>Medical Sciences</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/sisi-ilmu-kedokteran/'>Sisi Ilmu Kedokteran</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/the-indonesia-version/'>The Indonesia Version</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catherinemaname.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catherinemaname.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catherinemaname.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catherinemaname.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catherinemaname.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catherinemaname.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catherinemaname.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catherinemaname.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catherinemaname.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catherinemaname.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catherinemaname.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catherinemaname.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catherinemaname.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catherinemaname.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=373&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/02/19/waspada-varises-pada-ibu-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e17f2c6cb4e1fdef8c6153a977f4d27a?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">virusimoet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1085530-3061tn.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1085530-3062tn.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQWC0UZvXGkKOG7KmEBVFmWLj9zj7MCKwEPoXck-t_QTdLFLbTuXvkTyfM" medium="image" />

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSXAqktbPlM3ZFawxIYOiZ0j396YqBJ5uZUOmxWYO4c0fNxejJI_wGpCA" medium="image" />

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSKKOeQPon-AjYxh4R6UuBl6O38Riypgu9p7MX7j4tHRnDFMorSU3UuWToA" medium="image" />

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQlUSdBiyV-tYV6KqCPmKvZPT8eaPuTecXw6jcY9XpEEQCPkaGjCx5FM0s" medium="image" />

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSInPKniItNguMBb6qhoGPlVgIeS3qUspzX-8KP71LXcjyHE7BcRESsOA" medium="image" />

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRK_h0C_tk4NnqeS7Z7ce3G2AXKFvyIj_Oh51jDWojIlg-513TkIKpWqDHu" medium="image" />

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTYX5IMvRULg2cBlufx7rejtwjOr2oZLX-na6UUW4olKo3hlsKhMfbUtGhB" medium="image" />

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS18vawanbi9QmysJ9vLDybn_bpkB8U8F0UXxazlz-EJm-w94BsnhnlOV7f" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Alert Varicose Veins in Pregnant Women</title>
		<link>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/02/19/alert-varicose-veins-in-pregnant-women/</link>
		<comments>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/02/19/alert-varicose-veins-in-pregnant-women/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 07:25:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CatherineManame</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medical Sciences]]></category>
		<category><![CDATA[Sisi Ilmu Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[The English Version]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catherinemaname.wordpress.com/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Look at the picture! What are in your mind? Are there in your mind that it is a varicose veins complication? Varicose Veins and Pregnancy Varices refers to distended veins. In this time, I will share about varicose veins in related to pregnancy. Why can the pregnancy cause varicose veins? There are some theories tell [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=366&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="alignleft" src="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1085530-3061tn.jpg" alt="" width="146" height="200" /><br />
<img class="alignnone" src="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1085530-3062tn.jpg" alt="" width="106" height="200" /></p>
<p style="text-align:left;">Look at the picture! What are in your mind? Are there in your mind that it is a varicose veins complication?</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-366"></span></p>
<p style="text-align:left;">
<strong>Varicose Veins and Pregnancy</strong><br />
Varices refers to distended veins. In this time, I will share about varicose veins in related to pregnancy. Why can the pregnancy cause varicose veins?<br />
There are some theories tell about this :<br />
1.	Mechanical theory<br />
Lower limbs varicose disease would be caused by mechanic compression exerted by the pregnant uterus on pelvic and iliac veins. Clinical evidence has shown that venous dilatations begin their development in the first weeks of pregnancy, when the increase in uterine volume is still insignificant. Uterine tumors of a similar or even higher volume than that of the pregnant uterus do not provoke the formation of varicose veins, neither an increase in pre-existing varicose veins&#8217; intensity. There is evidence, however, of mechanic compression of the uterus on the iliac veins and inferior vena cava, especially in the last trimester of pregnancy.<br />
Through a duplex scanning, phlebography and even computed tomography, it was demonstrated that the speed of blood flow in femoral veins progressively decreases, proportionally to the increase of the uterine volume, until diminishing in 50% in the third trimester.</p>
<p style="text-align:left;">Let me show the veins anatomy in our body! Look at the picture below!</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignnone" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQWC0UZvXGkKOG7KmEBVFmWLj9zj7MCKwEPoXck-t_QTdLFLbTuXvkTyfM" alt="" width="111" height="124" /><br />
Figure I</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignnone" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSXAqktbPlM3ZFawxIYOiZ0j396YqBJ5uZUOmxWYO4c0fNxejJI_wGpCA" alt="" width="77" height="120" /><br />
Figure II</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignnone" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSKKOeQPon-AjYxh4R6UuBl6O38Riypgu9p7MX7j4tHRnDFMorSU3UuWToA" alt="" width="91" height="136" /><br />
Figure III</p>
<p style="text-align:left;">The figure I is the illustration when the abdomen is opened and all abdominal organs removed. We can look on figure II both of blood vessels in the abdomen cavity and let’s focus on pelvis veins (blue color which is a branching). Then look on figure II pelvis veins has continued into limb veins. On figure III it is clearly show the limb veins and can be seen the varicose veins too.<br />
The maximum dilatation of the veins of the limbs of the women occurred  at 37–40 weeks gestation. On the research, C. Sparey,et.al told that the results of this study were comparable with those from our group of normal women in that both groups showed increasing venous dilatation with gestational age, reaching a maximum at term and returning to baseline in the puerperium. In general, changes occurred, in the same veins and at the same sites, although there was more of a left-sided predominance in those with pre-existing venous disease. This may in some way reflect the anatomy of the vessels in the pelvis where the right common iliac artery This crosses<br />
the left common iliac vein.<br />
2.	Hormonal theory<br />
In 1943 by McLennam has compared the measures of antecubital and femoral venous pressure in pregnant women in dorsal decubitus and observed a progressive increase in femoral pressures, while antecubital venous pressures remained unchanged even in the initial stages of pregnancy. These alterations in venous pressure would be caused by hormonal increase, both estrogenic and progestogenic. Progesterone increase results in hypotonia of smooth muscle fibers and myocells (joint muscle framework of the venous wall), reducing excitability, electric activity and increasing venous distensibility, which reaches up to 150%, returning to normal values in 8 to 12 weeks after delivery. On its turn, estrogenic secretion causes an increase in arterial flow in uterus and pelvis, and this increment in the venous return flow toward hypogastric venous system would cause a functional obstacle in external iliac veins, transmitted to lower limbs veins.</p>
<p style="text-align:left;">3.	Increase in pelvic circulation<br />
In pregnancy, there is an increase in uterine blood debit (500 ml/min of total blood flow), resulting in an addition to pelvic venous pressure and venous engorgement of iliac veins and reduction in draining capacity of lower extremities&#8217; collecting veins.</p>
<p style="text-align:left;">4.	Hereditary predisposition</p>
<p style="text-align:left;">5.	Increase in volemia<br />
Blood volume during pregnancy is increased in more than 30%; this occurs mainly due to plasma activity.</p>
<p style="text-align:left;">6.	Mesodermic deficiency<br />
Congenital mesodermic deficiency is an important factor in etiopathogeny of essential varicose disease.</p>
<p style="text-align:left;">7.	Structural alterations of the venous wall<br />
There is a reduction of smooth muscle fibers of the venous wall and qualitative and quantitative alterations of the joint tissue in the wall of the varicose vein.</p>
<p style="text-align:left;">8.	Venous valve anatomic alterations<br />
Through agenesis or hypoplasia of the iliac-femoral valve, which supports the hydrostatic pressure of a blood column from the heart to the inguinal region.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>How About the Treatment?<br />
</strong><br />
<strong>Surgical Treatment</strong><br />
1) Ablative surgery<br />
This heading comprises surgery for stripping the saphena &#8211; “crossectomy” &#8211; at the sapheno-femoral junction, and phlebectomy.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignnone" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQlUSdBiyV-tYV6KqCPmKvZPT8eaPuTecXw6jcY9XpEEQCPkaGjCx5FM0s" alt="" width="106" height="122" /></p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignnone" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSInPKniItNguMBb6qhoGPlVgIeS3qUspzX-8KP71LXcjyHE7BcRESsOA" alt="" width="93" height="126" /></p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">2) Conservative surgery</p>
<p style="text-align:left;">Saphenous flow can be directed physiologically (sapheno-femoral external valvuloplasty and first step of the CHIVA 2 (Conservatrice Hémodynamique de l’Insuffisance Veineuse en Ambulatoire) strategy &#8211; see below) or reversed and directed towards the re-entering perforating vein (CHIVA 1).<br />
<img class="alignnone" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRK_h0C_tk4NnqeS7Z7ce3G2AXKFvyIj_Oh51jDWojIlg-513TkIKpWqDHu" alt="" width="140" height="104" /></p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;">3) Endovascular obliteration<br />
Either chemical or physical methods can be used to obliterate the saphenous lumen.</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Sclerotherapy</strong><br />
Sclerotherapy is the chemical obliteration of varicose veins. The veins are injected with a histo-lesive substance (sclerosing liquid) which damages the endothelium, producing spasm, thrombosis and an inflammatory reaction which are intended to produce stenosis, fibrosis and the permanent obliteration of the vein.<br />
<img class="alignnone" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTYX5IMvRULg2cBlufx7rejtwjOr2oZLX-na6UUW4olKo3hlsKhMfbUtGhB" alt="" width="150" height="79" /></p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Compression</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong> </strong>Compression is the pressure applied to a limb, using a variety of materials, elastic or rigid, to prevent and treat diseases of the venous or lymphatic systems.<br />
<img class="alignnone" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS18vawanbi9QmysJ9vLDybn_bpkB8U8F0UXxazlz-EJm-w94BsnhnlOV7f" alt="" width="116" height="150" /></p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Drug Therapy</strong><br />
Drugs for the venous system were initially called phlebotonics as they were believed to act on venous tone.</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Physiotherapy</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Hydrotherapy</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>How About The Prevention?</strong></p>
<p style="text-align:left;">There&#8217;s no way to completely prevent varicose veins. But improving your circulation and muscle tone can reduce your risk of developing varicose veins :<br />
	Exercising<br />
	Watching your weight<br />
	Eating a high-fiber, low-salt diet<br />
	Avoiding high heels and tight hosiery<br />
	Elevating your legs<br />
	Changing your sitting or standing position regularly</p>
<p style="text-align:right;">Written by Catherine Maname Uli</p>
<p style="text-align:right;">&nbsp;</p>
<p>The references :<br />
1.	Pregnancy and Lower Limb Varicose Veins: Prevalence and Risk Factors. Available from the URL: http://www.scielo.br/scielo.php?pid=S167754492010000200004&amp;script=sci_arttext&amp;tlng=en<br />
2.	The Effect of Pregnancy on the Lower-limb Venous System of Women with Varicose Veins. Available from the URL: http://download.journals.elsevierhealth.com/pdfs/journals/1078-5884/PIIS1078588499908705.pdf<br />
3.	Guidelines for the diagnosis and therapy of the vein  and lymphatic disorders. Available from the URL : http://www.flebologia.unisi.it/lineeguida/guidelines-inglese-rev.htm<br />
4.	Varicose Veins. Available from the URL : http://www.mayoclinic.com/health/varicoseveins/DS00256/DSECTION=prevention</p>
<br />Filed under: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/medical-sciences/'>Medical Sciences</a> Tagged: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/medical-sciences/'>Medical Sciences</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/sisi-ilmu-kedokteran/'>Sisi Ilmu Kedokteran</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/the-english-version/'>The English Version</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catherinemaname.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catherinemaname.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catherinemaname.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catherinemaname.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catherinemaname.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catherinemaname.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catherinemaname.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catherinemaname.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catherinemaname.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catherinemaname.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catherinemaname.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catherinemaname.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catherinemaname.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catherinemaname.wordpress.com/366/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=366&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catherinemaname.wordpress.com/2011/02/19/alert-varicose-veins-in-pregnant-women/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e17f2c6cb4e1fdef8c6153a977f4d27a?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">virusimoet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1085530-3061tn.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1085530-3062tn.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQWC0UZvXGkKOG7KmEBVFmWLj9zj7MCKwEPoXck-t_QTdLFLbTuXvkTyfM" medium="image" />

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSXAqktbPlM3ZFawxIYOiZ0j396YqBJ5uZUOmxWYO4c0fNxejJI_wGpCA" medium="image" />

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSKKOeQPon-AjYxh4R6UuBl6O38Riypgu9p7MX7j4tHRnDFMorSU3UuWToA" medium="image" />

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQlUSdBiyV-tYV6KqCPmKvZPT8eaPuTecXw6jcY9XpEEQCPkaGjCx5FM0s" medium="image" />

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSInPKniItNguMBb6qhoGPlVgIeS3qUspzX-8KP71LXcjyHE7BcRESsOA" medium="image" />

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRK_h0C_tk4NnqeS7Z7ce3G2AXKFvyIj_Oh51jDWojIlg-513TkIKpWqDHu" medium="image" />

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTYX5IMvRULg2cBlufx7rejtwjOr2oZLX-na6UUW4olKo3hlsKhMfbUtGhB" medium="image" />

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS18vawanbi9QmysJ9vLDybn_bpkB8U8F0UXxazlz-EJm-w94BsnhnlOV7f" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan Para Imaji</title>
		<link>http://catherinemaname.wordpress.com/2010/11/03/tuhan-para-imaji/</link>
		<comments>http://catherinemaname.wordpress.com/2010/11/03/tuhan-para-imaji/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 16:04:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CatherineManame</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[Short Story]]></category>
		<category><![CDATA[The Indonesia Version]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catherinemaname.wordpress.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Sophie, akulah tuhan yang menciptakan Sheela, dan Hohkma. Ketika Sheela tercipta, Sophie adalah Sheela. Ketika Hohkma tercipta, Sophie adalah Hohkma. Tiada kesadaran bahwa aku adalah Sophie, tuhan Sheela, dan Hohkma. &#160; Karena &#8220;Aku adalah tuhan dari para imaji yang tercipta dalam kesadaranmu.&#8221; &#160; &#8220;Welcome to MANIPULATION of MIND of MINE.&#8221; &#160; * * * Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=360&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Namaku Sophie, akulah tuhan yang menciptakan Sheela, dan Hohkma. Ketika Sheela tercipta, Sophie adalah Sheela. Ketika Hohkma tercipta, Sophie adalah Hohkma.</p>
<p>Tiada kesadaran bahwa aku adalah Sophie, tuhan Sheela, dan Hohkma.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena <em>&#8220;Aku adalah tuhan dari para imaji yang tercipta dalam kesadaranmu.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>&#8220;Welcome to MANIPULATION of MIND of MINE.&#8221;</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>* * *</p>
<p><span id="more-360"></span></p>
<p>Aku adalah seorang mahasiswi Kedokteran yang cukup ternama di negaraku. Hanya orang-orang berprestasi yang dapat diterima masuk di kampusku ini. Itu menurut pandangan hampir semua masyarakat, setidaknya guru SMAku adalah salah seorang yang mempercayai hal itu. Oleh sebab itu beliau tidak percaya bahwa aku bisa diterima di sini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>YAHHH.. mungkin ada benarnya juga pandangan guru SMAku karena aku memang bukan siswa teladan atau berprestasi yang setidaknya mendapatkan peringkat selama di SMA. Bahkan bisa dibilang prestasiku agak rendah karena aku adalah salah satu siswa yang hobi mengikuti remedial di kelas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Begitu juga saat aku berada dalam posisi sebagai mahasiswa tidak ada satupun prestasi atau nilai yang bisa dibanggakan. Mengenai pergaulan juga tidak ada yang istimewa, aku bukanlah si &#8220;miss populer&#8221; yang dikenal oleh seantero kampus. Smuanya BIASA SAJA..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Tuhan aku hanyalah seorang mahasiswa biasa:</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Ketika mereka datang dari kastil megah negeri khayangan,</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>aku hanya titisan tikus kecil dari selokan seberang kastil.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Ketika mereka hanya menyerakkan lembaran-lembaran merah ke tanah,</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>aku hanya berharap sangat dapat memungut satu demi satu lembaran merah itu.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Ketika mereka berkumpul, bersatu padu dalam kelompok A+,</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>aku hanya dipojokkan dalam kelompok E-.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Ketika mereka bahu-membahu membangun proyek kejayaan, Menara Babel,</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>aku hanya disingkirkan ke tepi jalan, dipaksa puas menatap menara keangkuhan mereka.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Ketika mereka menganggap dapat menciptakan raksasa,</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>aku hanya dianggap dapat diciptakan menjadi kutil raksasa.</em></strong><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jam kosong. Aku pergi bersama teman-temanku untuk beristirahat sejenak setelah melalui jam demi jam kuliah yang sangat padat dan melelahkan. Tidak ada sesuatu hal yang seru untuk diperbincangkan saat itu. Kami hanya membuat lelucon-lelucon untuk refreshing, kemudian tanpa kusadari datanglah seorang teman seangkatanku memberitahukan sesuatu yang kelihatannya sangat penting.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sophie, kamu sudah melihat pengumuman yang baru ditempel?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Belum kawan. Memangnya ada sesuatu yang penting?&#8221; tanyaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Namamu tertera di kertas pengumuman itu, Sophie. Kamu dan beberapa teman seangkatan kita dipanggil wakil dekan I.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kenapa dipanggil?&#8221; tanyaku keheranan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Aku tidak tahu Sophie. sebaiknya kamu baca sendiri pengumuman itu.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akupun segera berlari meninggalkannya ke tempat pengumuman tersebut ditempel.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Kenapa aku dipanggil?</em> Beribu-ribu kali pertanyaan itu kulontarkan di dalam hati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Apakah ini berhubungan dengan masalah akademis?&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Apakah ini berhubungan dengan masalah keuangan?&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Apakah?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Apakah?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Apakah?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Hanya &#8220;apakah?&#8221;</em> yang kupertanyakan saat ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sampailah aku di depan papan pengumuman. Ternyata hanya ada beberapa orang yang berkerumun di situ. Sepertinya belum banyak yang mengetahui keberadaan pengumuman ini.</p>
<p>YA..ini adalah pengumuman yang keluar mendadak di siang bolong. Namun, bagi kami mahasiswa di sini itu bukanlah hal aneh karena memang para pejabat kampus kami sering melakukan hal scara mendadak. Kami tidak tahu apa maksud mereka, mungkin mereka adalah orang-orang yang senang memberi kejutan kepada para mahasiswanya? Masa bodolah..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada sesuatu yang agak membingungkan dari pengumuman ini. Ternyata yang dipanggil menghadap bukanlah hanya mereka-mereka yang memiliki masalah akademis, karena nama Felicia juga tertera di situ. IPKnya sudah pasti di atas 3. Begitu juga masalah keuangan rasa-rasanya hampir tidak mungkin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Ada apa gerangan?&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>[Kenangan 7 tahun silam]</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Nanti setelah pulang sekolah kamu jangan ke mana-mana ya! Langsung pulang, istirahat, kemudian bangun langsung kerjakan PR&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Iya mama.&#8221; jawab anak itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Anak yang manis..&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Anak yang patuh..&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Anak yang malang..&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kamu siapa? Apakah aku pernah mengenalmu?&#8221; tanya anak pada suara itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Aku Sheela. Ya, tentu saja kamu mengenalku. Kita bahkan pernah akrab satu sama lain.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sheela. Ah, ya aku ingat sekarang! Kita memang pernah akrab. Namun, itu bukan berarti karena hubungan kita telah hancur. Aku sedang tidak membutuhkan kamu belakangan ini, tetapi sepertinya dalam waktu dekat kamu akan kubutuhkan kembali.&#8221;</p>
<p>* * *</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Anak-anak semua harus duduk yang manis ya! Lipat tangannya semua. Coba semuanya lihat Sophie dia sudah bisa duduk yang rapi, kenapa yang lain tidak bisa?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Sophie, kamu harus ikuti perintahku. Kamu harus masuk sekolah dengan memanjat pagar. Yang lain boleh lewat pintu. Kalo ga mau kamu aku tonjok ya nanti pulang sekolah!&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Eh, awas lu ga kasih contekan ke gw trus lapor ke bu guru. Nanti pas istirahat liat aja gw apain lu!&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Anak yang manis..&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Anak yang patuh..&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Anak yang malang..&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>*Hanya bisa menangis sedih, tanpa berani berbuat apa-apa.*</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Salomo, kamu selalu aja ga ngerjain PR. Kamu tuh sebenarnya pintar cuma males!&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Ah, Salomo kasihan sekali dirimu. Namun, jujur aku kagum karena kamu berani bertindak sesuai kebebasanmu walaupun kebebasanmu tidak pernah berkenan di hati para guru.&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Aku ingin memperoleh kebebasanku.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Aku</em></p>
<p><em>ingin</em></p>
<p><em>sekali..</em></p>
<p><em>ingin seperti Salomo&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>[Kenangan 10 tahun silam]</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>&#8220;Oh, Tuhan Maha Kuasa yang ada di atas sana aku berdoa padaMu.</strong></p>
<p><strong>Apakah Engkau tahu bahwa aku sedang menangis di sini?</strong></p>
<p><strong>Apakah aku boleh menumpahkan isi hatiku kepadamu?</strong></p>
<p><strong>Aku selalu jadi anak manis,</strong></p>
<p><strong>aku selalu jadi anak patuh,</strong></p>
<p><strong>tatapi aku selalu jadi anak malang.</strong></p>
<p><strong>Aku anak manis yang selalu ditindas.</strong></p>
<p><strong>Aku anak patuh yang terkekang.&#8221;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>&#8220;Bisakah aku memperoleh kebebasanku ya Tuhan seperti temanku, Salomo?&#8221;</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Jangan menangis sayang!</em></p>
<p><em>Kamu bukan anak yang malang.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kamu siapa?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Aku Swara.</em></p>
<p><em>Swara yang selalu tinggal bersamamu.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Apakah aku mengenalmu?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Kamu tentu tidak mengenalku. Namun, aku sangat mengenal dirimu.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Baiklah, kalau kamu sangat mengenal diriku ada satu pertanyaan untukmu: Apakah aku bisa memperoleh kebebasanku seperti temanku, Salomo?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Tentu saja sayang!&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kenapa kamu sangat yakin? Aku saja sangat tidak yakin bahwa diriku bisa memperoleh kebebasanku.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Tentu saja aku sangat yakin karena ada 1 hal yang sama sekali belum kamu ketahui.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Sadarkah hai engkau yang berada di alam sadar sana</em></p>
<p><em>bahwa engkau</em></p>
<p><em>adalah</em></p>
<p><em>pencipta,</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>tuhan</em></p>
<p><em>para</em></p>
<p><em>imaji?&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Apa maksudmu hai, Swara?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Kalau kamu ingin tahu yang kumaksud,</em></p>
<p><em>mari sini..</em></p>
<p><em>ikuti aku..</em></p>
<p><em>masuk bersamaku</em></p>
<p><em>ke dalam alamku,</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>alam bawah sadar.</em></p>
<p>* * *</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>&#8220;Setiap nama mahasiswa yang tercantum di bawah ini harap menemui Wakil Dekan I di atas jam 12.&#8221;</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Ada apa gerangan?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>[Jam 11]</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hai, Sophie kamu tidak ikut pertemuan itu?&#8221; tanya temanku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pertemuan apa?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pertemuan mengenai pengumuman tadi.&#8221; jawabnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Bukannya dikatakan bertemu jam 12?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Aku tidak tahu Sophie, tetapi beberapa teman kita yang juga dipanggil masuk ke ruang K103. Katanya, mereka memang dipanggil untuk itu, tetapi tidak tahu siapa yang memanggil.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kuketuk pintu.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Kuberanikan diri untuk masuk.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hai, saya Ferryana Sanjaya.&#8221; sambil tersenyum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saya Sophie.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Silahkan duduk!&#8221; sambutnya dengan ramah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akupun duduk kemudian dia menceritakan identitasnya dan &#8220;program surprise&#8221; itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Sungguh cantik dan ramah dirimu.</em></p>
<p><em>Namun, aku tak butuh itu,</em></p>
<p><em>karena yang kubutuhkan hanyalah</em></p>
<p><em>P E N J E L A S A N&#8230;&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak ada yang bisa kudapatkan maksud dan tujuan &#8220;program surprise&#8221; itu. Akhirnya kumemutuskan untuk mendengar lagi penjelasan dari Wakil Dekan I.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Untuk apakah &#8220;program surprise&#8221; ini ditujukan hanya kepada kami, dok?&#8221; tanya temanku, Felicia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ini lebih mengarah untuk pengembangan diri.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Mengapa hanya kami yang dipilih dok? Pemilihan ini berdasarkan apa? IPKkah? IPKku &gt;3 loh dok.&#8221; sahut Felicia tidak sabar dengan jawaban-jawaban menggantung yang diberikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hmm.. yang jelas ini berguna sekali untuk kalian.&#8221; jawab pemimpinku itu dalam mengakhiri pembicaraan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Berguna?</em></p>
<p><em>Yah..mungkin sangat berguna.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Namun, apakah kami tidak boleh tahu tujuan semua ini jika dianggap berguna bagi kami?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Apakah yang selama ini diajarkan kepada kami untuk melakukan inform consent tidak berlaku untuk kami?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Mengapa?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Mengapa?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Mengapa?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Sungguh absurd.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Supaya kita sukses dalam pergaulan kita harus mempunyai kemampuan adaptasi yang baik. Mulai kenali tipe-tipe manusia dan berusahalah bertindak seperti yang diinginkan agar orang itu senang kepada kita.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari ini adalah hari pertamaku mengikuti kelas &#8220;program surprise&#8221; ini. Yah, sebenarnya aku mengikutinya dengan senang hati karena dari awal aku sudah negative thinking dengan program ini. Namun, kupikir daripada aku langsung pulang lebih baik aku mengikuti kelas ini. Setidaknya lebih baik bersama teman-teman daripada sendirian bengong di rumah. Sebenarnya aku malas sekali mendengar kuliahnya, akhirnya aku terpikir untuk menjebaknya dengan suatu pertanyaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Berusaha bertindak seperti yang diinginkan agar orang itu senang kepada kita? Bukankah itu sama artinya bahwa kita memakai topeng untuk menutupi kekurangan kita?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hmm. sebenarnya saya lebih setuju bahwa itu disebut sebagai tindakan adaptasi kita terhadap setiap orang.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Beradaptasi? Bukankah memakai topeng itu berarti berpura-pura?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wajahnya pun berubah. Aku tahu bahwa ia bingung sekali menjawabnya. Aku sangat puas melihatnya. Sebenarnya dari reaksinya ini aku tahu dia ingin terlihat bahwa dia baik. Dia sama sekali tidak mau dikritik atau ditentang. Bahkan kalau bisa orang memujinya dan terkagum-kagum dengannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Topeng katanya? Dia memakai topeng untuk berusaha menciptakan imaji? Apakah dia tidak tahu bahwa akulah tuhan para imaji?&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Aku yakin dia pasti tidak tahu.&#8221;</em> Akupun tersenyum.</p>
<p>* * *</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Ku melangkah mengikuti Swara.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Masuk ke dalam alamnya, alam bawah sadar.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Aku terhenyak, merasa gentar masuk ke sana.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Sungguh mistis alam ini,</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>tetapi aku merasakan kedamaian.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Kedamaian yang tidak ada di kesadaran sana.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Silentium Mysticum.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;O, shangdi. O, shangdi dimuliakanlah dirimu.&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Tidak usah takut.&#8221;</em> kata Swara menenangkanku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jujur memang aku kaget sekali dengan yang terjadi di sini. Tiba-tiba saja dari keheningan ini terdengar suara-suara dan semua orang berlutut seperti menyembahku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Kamu lihat sendiri kan bagaimana mereka semua memperlakukanmu? Jadi, apakah kamu percaya dengan perkataanku bahwa kamu adalah tuhan?&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Apakah aku harus percaya dengan semua yang kulihat ini? Bahkan aku sangat tidak yakin bahwa semua ini nyata.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian aku punya ide untuk menantang mereka membuktikan bahwa semua yang mereka katakan adalah benar. Aku sangat yakin mereka pasti tidak mungkin bisa membuktikannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Baiklah kalau kalian bisa membuktikannya padaku, aku akan percaya dengan kalian.&#8221; kataku sambil tersenyum puas membayangkan wajah mereka ketika semua hal itu tidak bisa dibuktikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Katamu akulah tuhan para imaji. Kalau begitu beritahu aku bagaimana caranya agar aku bisa membuktikannya?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Oke. Sekarang aku tanya kamu, apakah kamu benar-benar mau seperti Salomo?&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ya, itu benar. Aku kagum sekali padanya.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Apa yang kau kagumi darinya?&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Aku kagum dia bisa memperoleh kebebasannya.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Seperti apa kebebasan yang kamu inginkan?&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Aku mau mempunyai keberanian untuk melakukan hal-hal yang kuinginkan. Selama ini aku merasa orang-orang yang lebh tua dariku entah itu orangtuaku ataupun guruku selalu memaksa aku untuk melakukan segala sesuatu menurut kehendak mereka. Teman-temanku sering menindasku, dari kecil hidupku selalu dipenuhi ancaman.</p>
<p>Aku ingin bebas seperti yang kuinginkan sendiri, bukan seperti keinginan mereka. Bahkan aku berharap bisa membalas mereka yang menindas diriku. Namun, 1 hal yang lebih penting lagi aku tidak mau terlihat tindakanku konyol. Aku mau tetap disegani walaupun aku membalas mereka, seperti Salomo yang selalu disegani para guru walaupun malas mengerjakan PR.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Baiklah sekarang pejamkan matamu dan bayangkan hal tersebut. Setelah kamu membayangkannya orang tersebut akan muncul di hadapanmu.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akupun menuruti saja perkataannya walaupun aku sangat yakin hal itu mustahil. Namun, kurasa tidak ada salahnya mencoba karena tidak rugi juga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Pintar sekali dirinya.</em></p>
<p><em>Akh, dia juga sangat percaya diri.</em></p>
<p><em>Bahkan dia berani menyatakan kebebasannya.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian akupun membuka mata dan suatu keajaiban terjadi. Seorang anak perempuan mirip sekali wajahnya berdiri di hadapanku. Dia sangat terlihat smart dan percaya diri, beda sekali denganku. Aku sangat kagum dengannya, ia persis seperti yang kubayangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Bagaimana? Apakah kamu masih tidak percaya dengan kami? Apakah kamu senang?&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Ya, aku sangat senang.&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Bawalah dia bersama dirimu. Kamu bisa menggunakannya kapan saja sesuai keinginanmu. Saya yakin tidak ada seorangpun yang tahu bahwa itu bukanlah dirimu. Kamu akan beri nama siapa, ciptaan pertamamu ini?&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Aku mau beri nama Sheela. Apakah aku memang menggunakannya secara sadar? Maksudnya apakah aku dapat secara sengaja menggunakannya dan sadar akan keberadaannya?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Tenang saja Sophie. Kamu bukan berkepribadian ganda. Kamu sangat sadar ketika kamu berubah menjadi ciptaanmu. Ingat kamu tuhan pencipta para imaji, bukan penderita gangguan jiwa.&#8221;</em> kata Swara sambil tertawa geli.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ah, baiklah. Terima kasih sudah mau membantuku. Sekarang aku percaya dengan kalian.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Kami hanya membantumu supaya kamu lebih bisa mengenal diri.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Baiklah aku sayang sekali dengan kalian. Karena hanya kalian yang bisa membuat diriku terasa berharga. Aku akan balik ke alam kesadaran bersama Sheela. Terima kasih sekali lagi. Bye..&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akupun tersenyum bahagia, tidak bisa membayangkan bahwa diriku yang selama ini kurasa tidak ada apa-apanya ternyata adalah tuhan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hmm..senangnya menjadi seorang tuhan.&#8221; pikirku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hai, Sophie hebat sekali dirimu. Kamu dengan berani, dengan percaya diri keluar kelas. Kamu memang berbeda Sophie dari teman-teman, kalau aku pasti jalan ke luar dengan perasaan sangat takut, tetapi kamu sama sekali tidak. Kamu bahkan berani menatap Pak Blessio waktu beliau memarahi kamu.Tatapanmu sungguh mengerikan waktu itu Sophie.&#8221; tiba-tiba Diela mengagetkanku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sungguh mengerikan? Yah, aku suka itu karena akhirnya aku bisa menunjukkan kebebasanku kepada kalian semua. Ya, beberapa jam sebelum ini aku dikeluarkan dari kelas, masalahnya sepele hanya karena ribut di kelas. Sebenarnya aku juga takut seperti yang lain, tetapi di sini aku ingin memperlihatkan bahwa aku punya kebebasan. Kebebasan untuk tidak hidup dalam ancaman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bukan aku saja yang ribut sebenarnya. Rizky, Lucas, dan Artha juga ribut tetapi kenapa hanya aku yang disuruh keluar? Sekarang pertanyaan yang logis saja, apakah mungkin aku ketawa-ketawa, berbicara dengan suara keras hanya sendirian? Aneh sekali kan guruku itu.</p>
<p>Namun, aku puas bisa memperoleh kebebasanku dan satu lagi yang lebih penting mereka semua tidak tahu bahwa aku adalah tuhan. Mereka tidak sadar bahwa yang mereka lihat itu adalah ciptaanku, Sheela, bukan diriku. Ah, betapa bangganya hatiku sekarang. Terima kasih Swara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hai, Sophie jangan melamun terus. Kamu kegeeran ya aku puji, sudah bel nih! Masuk yuk!&#8221; kata Diela.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akupun hanya tersenyum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>[Kenangan 6 tahun silam, SMP Merdeka]</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ah,aku bosen nih dengerin bu Augustine menjelaskan. Lebih bagus sih mengajarnya dibandingkan guru-guru yang lain, tetapi suaranya itu terlalu monoton. Aku uda bosen banget.&#8221; kataku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dasar kamu. Eh, kamu belum bayar uang les. Bayar sini cepetan nanti kamu aku denda loh!&#8221; kata Therry sambil bercanda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ah, ga mau biar aja pasti nanti kamu yang dimarahi bu Reni kalau belum terkumpul uang-uangnya.&#8221; godaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ah, uda cepetan sini bayar aja. Aku tahu kamu pasti uda minta uangnya ke mamamu. Ya kan?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ih, belakangku ini berisik amat sih. Ikutan donk!&#8221; tiba-tiba Wynn menyeletuk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kenapa Wyn bosen ya?&#8221; kataku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Iya,nih bosen banget. Kamu lagi bayar uang les ya?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hai, kalian para wanita di belakang! Apa yang kalian kerjakan di sana selama saya menjelaskan?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Eh, cepet simpan uangnya Ther!&#8221; kataku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Apa itu yang kamu sembunyikan? Cepat tunjukkan segera ke saya!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saya tidak mau tahu uang apa ini. Yang jelas kalian melakukan transaksi waktu kelas saya. Saya akan berikan uang ini ke wali kelas kalian. Silahkan ambil di bu Reni.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dia keluar kelas mungkin langsung mencari bu Reni. Untung saja jam dia tinggal 10 menit. Sebenarnya kalau aku sendiri yang mengalaminya, aku berani mengambil tindakan-tindakan nekat, kan aku punya Sheela sekarang. Masalahnya sekarang ini adalah masalah kami beriga berarti aku tidak bisa mengambil tindakan seenakku saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian bu Reni datang dengan suara menggelegar dia teriak:&#8221; UANG SIAPA INI???&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Uang saya bu!&#8221; sahutku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kamu maju sini cepat! Siapa lagi yang berhubungan dengan uang ini silahkan maju. Kata bu Agustin ada 3 orang wanita yang terlibat.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akhirnya Therry dan Wynn maju juga. Kulihat Wynn sudah mulai terisak-isak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Ah, maafkan aku Wynn aku tidak bermaksud mengajakmu terlibat terlalu dalam di masalah ini. Namun, bu Augustine memang sangat menyebalkan. Dia bahkan tidak mengetahui keadaan sebenarnya. Menyebalkan sekali rasanya punya guru seperti dia.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kalian bertiga ngapain bertransaksi waktu pelajaran Fisika? Kalian pikir guru kalian tidak punya uang Rp100.000,00? Guru kalian ga kere-kere banget kok. Kalian mau pamer ya? Inikan hanya duit orangtua kalian, kenapa harus pamer?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Duh, sialan bu Augustine! Apa yang sudah dikatakannya ke bu Reni, dia tidak tahu apa-apa tapi berani ngomong macam-macam ke bu Reni.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Awas kau bu Augustine!&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dasar kalian bertiga wanita malam suka bertransaksi yang tidak-tidak.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Ah, kasar sekali perkataan bu Reni itu. Apa dia bilang?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Kami perempuan malam? Transaksi yang tidak-tidak? Darimana ia bisa menyimpulkannya? Sok tahu sekali!&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kulihat air mata Wynn pun semakin deras mengalir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Maafkan aku Wynn!&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sekarang ibu tanya, untuk apa uang ini?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Untuk bayar uang les bu!&#8221; kataku sambil menatap tajam kepadanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kulihat mukanya berubah. Sepertinya dia malu sekali sudah berkata-kata kasar ke kami. Dia tidak menyangka bahwa uang itu untuk dirinya juga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Lain kali jangan bayar waktu pelajaran ya! Bu Augustine tersinggung tuh kalian dianggap tidak menghargainya.&#8221; tiba-tiba suaranya melembut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Iya bu!&#8221; sahut kedua temanku ini. Namun aku tidak mau menyahut. Kutatap dia dengan tatapan tajam, penuh kebencian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;aku tidak takut dengan dirimu Bu Reni.</em></p>
<p><em>Ingat..</em></p>
<p><em>AKU</em></p>
<p><em>TIDAK</em></p>
<p><em>TAKUT</em></p>
<p><em>DENGAN DIRIMU..</em></p>
<p><em>Aku punya kebebasan juga.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Akan kubalas kau nanti.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Tunggu saja!&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian Wynn langsung duduk dan suara tangisannya semakin kencang. Sepertinya dia akan membenciku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Itu semua gara-gara kamu, bu Augustine!&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>[17 Agustus 2002]</em></p>
<p>Hari ini adalah hari kemerdekaan negaraku. Akupun mengikuti upacara bendera bersama teman-teman. Ternyata pada hari tersebut bu Reni yang menjadi Pembina upacara.</p>
<p>“Pembina upacara memasuki lapangan upacara.”</p>
<p>Setelah pemimpin upacara mempersilahkan Pembina upacara memasuki lapangan upacara, tiba-tiba tubuhku merasakan suatu sensasi yang luar biasa. Aku merasakan tubuh tanpa bobot.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Tubuhku melayang,</em></p>
<p><em>Ringan..</em></p>
<p><em>Dan semakin terasa ringan.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Akupun terbang ke atas,</em></p>
<p><em>Dan tiba-tiba saja begitu banyak orang datang kepadaku,</em></p>
<p><em>Menyambutku,</em></p>
<p><em>Menyembahku..</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;O, shangdi. O, shangdi dimuliakanlah dirimu.&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Ternyata aku kembali ke alam ini.. Alam di mana jiwaku menjadi sangat tenteram. Yah.. aku tidak lupa dengan tempat ini!</em></p>
<p><em>Di sini aku menjadi seorang tuhan.</em></p>
<p><em>Aku ingat pernah menciptakan persona imaji, Sheela.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Dasar kalian bertiga wanita malam suka bertransaksi yang tidak-tidak.&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Ah.. mengapa kata-kata kasar tersebut terngiang-ngiang kembali? Aku tidak boleh mendengarnya kembali. Kata-kata itu sungguh menyakitkan. Aku harus buang jauh-jauh dari memori di kepalaku.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Dasar kalian bertiga wanita malam suka bertransaksi yang tidak-tidak.&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“ Mengapa masih terdengar perkataan itu?”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Dasar..</em></p>
<p><em>Kalian..</em></p>
<p><em>Bertiga..</em></p>
<p><em>wanita malam..&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Ah, tidak.. ternyata aku tidak bisa memusnahkan suara itu. Bagaimana ini?Apa yang harus kulakukan?”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“ Jangan takut Sophie! Kamu tidak perlu bingung bagaimana cara untuk memusnahkannya. Ingat, dirimu adalah seorang tuhan, Sophie!” tiba-tiba terdengar suara lembut Sheela.</em></p>
<p><em>“Lihatlah diriku! Aku ini ciptaanmu. Jika kamu bisa menciptakan aku, kamu pasti bisa menciptakan persona imaji yang lain, Sophie!”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“ Ah, bodoh sekali diriku! Benar sekali kata Sheela aku kan seorang tuhan. Mengapa aku tidak mencoba menciptakan persona imaji lain untuk melindungku?”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Kupenjamkan mata.</em></p>
<p><em>Kubayangkan sosok gadis remaja</em></p>
<p><em>Pemberontak,</em></p>
<p><em>yang mampu mengungkapkan ekspresi diri</em></p>
<p><em>dalam kemarahan.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kubuka kedua mataku dan kulihat ada seorang gadis remaja di depanku. Dari garis mukanya aku dapat menilai bahwa dirinya bertemperamen keras. Iapun tersenyum kepadaku. Kubalas senyumannya dengan senyuman juga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian akupun bersabda atas dirinya:</p>
<p>“ Mulai sekarang kamu akan dinamakan Hohkma dan kamu akan selalu berada di depanku ketika aku harus menghadapi masalah! Namun, hal yang paling penting adalah kamu dan aku mempunyai target utama yaitu membantuku menghilangkan kata-kata kasar bu Reni sehingga aku tidak perlu mendengarnya terus-menerus.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku kembali membuka mata dan ternyata kami sudah berada pada bagian akhir upacara. Acara selanjutnya adalah perlombaan yang diadakan OSIS sekolahku untuk merayakan hari kemerdekaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>* * *</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8221; Kepada semua siswa diharapkan turun ke lantai dasar untuk menyaksikan dan berpartisipasi pada semua perlombaan.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Ah, rasanya diriku malas sekali untuk turun. Aku sama sekali tidak tertarik dengan perlombaan-perlombaan tersebut. Apalagi turun hanya untuk berteriak-teriak di siang bolong untuk menyemangati teman-teman yang lomba. Namun, aku bingung aku harus ngumpet ke mana ya?&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiba-tiba ada seorang temanku yang berteriak.</p>
<p>&#8220;Eh, ada yang mau ikut ke perpus ga? Yuk, ke perpus aja! Gw males banget panas-panasan di lapangan.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Gw mau donk ikut ke perpus bareng lu.&#8221; jawabku dengan semangat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian sampailah kami ke perpustakaan sekolah kami di lantai III. Akupun mulai mencari-cari buku ensiklopedia karena aku senang sekali membaca buku-buku pengetahuan terutama yang berhubungan dengan luar angkasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>&#8221; Ketinggian 100km atau 62mil ditetapkan oleh <em>Federation Aeronautique Internationale.</em> Sedangkan untuk satelit dapat terbang sampai pada lapisan <em>Thermosphere </em>(100km-690km).&#8221;</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku membaca terus buku ensiklopedi tersebut dan sambil membayangkan bagaimana satelit tersebut dapat naik terus sampai ke luar angkasa, membayangkan bahwa diriku ada di dalamnya sambil menikmati mungkin saja ada pemandangan-pemandangan indah selama perjalanan luar angkasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Melayang..</em></p>
<p><em>Aku terbang melayang</em></p>
<p><em>di luar angkasa.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sungguh sensasi luar biasa.</em></p>
<p><em>Ah, mungkin ini hanya lamunanku saja</em></p>
<p><em>karena seingatku tadi aku membaca tentang luar angkasa.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Namun, ada sesuatu yang salah di sini.</em></p>
<p><em>Mengapa aku berada di suatu ruangan yang begitu megah?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kulihat sekelilingku tampak ruangan ini bukan ruangan biasa.</em></p>
<p><em>Ini adalah sebuah istana&#8221;, pikirku.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Kami puji namamu, o Shangdi.&#8217;&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Hai, mengapa masih melamun saja? Kau terlihat bingung.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Ah, tenyata itu adalah Swara.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Tidak. Tidak ada apa-apa Swara.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Ada masalah apa lagi sehingga kamu kembali ke sini? Bagaimana kabar persona ciptaanmu?&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Mereka sangat baik padaku, Swara. Sudah ada 2 persona imaji ciptaanku dan sepertinya aku ingin membicarakan masalahku bersama mereka berdua.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Baiklah, akan kutinggalkan kalian di sini. Jika kalian masih belum mendapatkan solusi jangan segan-segan untuk memanggilku.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>[Ruang Rapat Syamaim]</em></p>
<p><em>&#8220;Bertekuk lututlah hai semua mahluk, sebab tuhan akan datang ke tempat ini.&#8221;</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kudengar suara tiupan sangkakala 3x menyambut kedatangan kami. Kemudian disambut dengan pukulan rebana dan tari-tarian.</em></p>
<p><em>Sekelompok mahluk elok rupawan terus menari dan menari mengikuti irama rebana sambil menyanyikan kidung:</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;ADONÂY YEHOVIH..</em></p>
<p><em>ADONÂY YEHOVIH..</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>ARYÊH SYÂ&#8217;ÂG MÏ LO&#8217; YÏRÂ&#8217; &#8216;ADONÂY YEHOVIH DIBER MÏ LO&#8217; YINÂVÊ&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Akupun masuk ke dalam ruangan tersebut bersama para persona imaji mengikuti mahluk ini.</em></p>
<p><em>Kulihat kanan dan kiriku. Semua mahluk bertekuk lutut menyembahku.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kami bertiga duduk mengelilingi sebuah meja berhiaskan batu sapphire.</em></p>
<p><em>Kemudian saya memutuskan untuk segera memulai rapat ini.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Saudara-saudaraku terkasih, terima kasih kalian mau hadir bersamaku di sini. Kalian selalu bersedia untuk menolongku.</em></p>
<p><em>Sheela dan Hohkma, kalian adalah persona imajiku, kalian adalah bagian dariku karena kalian berasal dariku.</em></p>
<p><em>Kalian pasti bisa merasakan apa yang kurasakan termasuk yang kurasakan akhir-akhir ini.</em></p>
<p><em>Aku ingin mengetahui pendapat kalian apa yang harus kulakukan untuk menyelesaikan masalah ini.</em></p>
<p><em>Kalian tentu tahu apa yang kurasakan. Benar-benar aku selalu merasa bersalah dan merasa kesal karena ada suara yang terus-menerus mengiang-ngiang di telingaku.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8221; Bagaimana kalau kita beri pelajaran saja untuk bu Reni?&#8221; kata Sheela.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Bagaimana caranya?&#8221; kataku bingung.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Ah, itu gampang sekali Sophie! Serahkan kepada kami saja! Ketika kami berdua bersatu semua orang akan melihat betapa dahsyatnya diri kita. Ups, maksudnya dirimu. Hahaha..&#8221; seru Hohkma dengan seringainya yang khas.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Sepertinya aku harus mencari data-data tentang bu Reni agar segera kuberikan ke Sheela dan Hohkma.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8221; Pak, boleh tau di mana tempat menyimpan buku-buku tahunan senior?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Oh, ambil saja di bagian ujung sana.&#8221; sahut petugas perpustakaan sekolah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Baik pak. Terima kasih.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Ah, ini dia yang kucari-cari.&#8221;</em></p>
<p><em>Kemudian segera kusimpan data-data tersebut dan aku segera keluar sambil tersenyum-senyum sendiri.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Hai, persona imajiku! Lihatlah apa yang kudapatkan! Sekarang segera beritahu apa yang harus segera kulakukan dengan data-data ini.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Haha.. sepertinya kau sudah tidak sabaran sekali Sophie. Mari mendekat sini akan kuberitahu apa rencana selanjutnya!&#8221; sahut Sheela.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>* * *</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Siapa yang tidak pernah nonton sinetron? Pasti kurasa semua orang Indonesia pernah menontonnya. Selama ini orang-orang sering mencemooh sinetron. Namun, ternyata dari sinetron inilah ide Sheela dan Hohkma muncul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apakah kalian tahu apa yang dibutuhkan untuk bisa bermain sinetron? Ya, benar sekali. Ada yang dinamakan <em>acting. </em>Ini diperlukan sekali untuk misi ini di mana saya harus bisa memerankan berbagai peran yang bisa dipecaya sama orang-orang yang ada di rumah bu Reni.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maksudnya? Saya akan berbicara dengan pembantunya dan suaminya berusaha memberi kepercayaan kepada mereka bahwa saya adalah orangtua teman anaknya (tentu saja dengan telepon supaya tidak ketahuan). Kemudian ya pengaruhi anaknya. Cukup mudah bukan? Hahaha.. Memang hebat sekali para persona imajiku&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>* * *</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari ini adalah hari pertama masa bakti dekan baru di kampusku. Aku hanya berharap pemimpin yang baru dapat melakukan tugasnya lebih baik dari yang sebelumnya. Pemimpin sebelumnya memang sudah baik, tetapi pasti ada kekurangannya karena semua manusia pasti ada kekurangan.</p>
<p>Namun, ternyata beberapa hari pertama ini ada suatu masalah yang terjadi. Suatu masalah yang cukup meresahkan di antara kalangan mahasiswa. Belum lagi ditambah masalah yang terjadi di angkatanku. Terjadi sikap saling menyalahkan dan menuduh satu sama lain akibat yang beberapa mahasiswa merasa teman-teman satu kelompok diskusinya memiliki sikap &#8220;mau menang sendiri&#8221;, egois, dll. Sedangkan mahasiswa yang merasa dirinya yang dimaksud merasa kesal dan tersinggung.</p>
<p>Aku sendiri tergolong mahasiswa yang merasakan sikap mereka-mereka yang egois. Namun, aku memilih untuk diam saja paling sesekali tertawa melihat teman-teman yang begitunya semangatnya memonopoli.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rasa kesal ini semakin lama semakin menumpuk bersama masalah lain yang membuat aku ingin segera mengeluarkan kekesalan ini. Belum lagi ditambah masalah baru mengenai pembayaran uang semesteran yang terlalu cepat tanpa pemberitahuan sebelumnya.</p>
<p>Akhirnya, rasa kesal ini tidak bisa ditahan lagi dan kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya? Aku mulai protes keras mengenai masalah-masalah tersebut. Ah, tidak! Sebenarnya bukan aku yang melakukan hal itu. Aku, Sheela, dan Hohkma sudah berunding mengenai hal ini. Mengetahui bahwa rencana ini akan dilakukan, aku langsung mundur ketakutan. Namun, ada diri Hohkma yang sudah marah besar dan tidak bisa dilarang lagi karena ada jiwa pemberontaknya. Akhirnya Hohkmalah yang maju untuk melakukannya dengan gagah berani.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>* * *</p>
<p>Inilah kisahku. Mungkin aku bukanlah orang hebat seperti dirimu yang selalu dipuja-puja orang lain karena terlihat cantik/ganteng, terlihat sangat hebat, atau terlihat sangat baik. Aku memang tidak mendapatkan kebahagiaan sepertimu di kehidupan ini. Namun, aku rasa aku cukup merasa berbahagia bisa bertemu Swara di alam bawah sadar sana di mana dia menyadarkanku bahwa diriku adalah tuhan para imaji.</p>
<p>Akulah tuhan yang menciptakan persona Sheela dan Hohkma.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Swara..</em></p>
<p><em>terima kasih atas pertolonganmu padaku.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>* * *<em> </em></p>
<div><em><br />
</em></div>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/cerita-pendek/'>Cerita Pendek</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/short-story/'>Short Story</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/the-indonesia-version/'>The Indonesia Version</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catherinemaname.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catherinemaname.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catherinemaname.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catherinemaname.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catherinemaname.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catherinemaname.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catherinemaname.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catherinemaname.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catherinemaname.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catherinemaname.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catherinemaname.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catherinemaname.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catherinemaname.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catherinemaname.wordpress.com/360/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=360&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catherinemaname.wordpress.com/2010/11/03/tuhan-para-imaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e17f2c6cb4e1fdef8c6153a977f4d27a?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">virusimoet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marilah Merangkul Mereka!</title>
		<link>http://catherinemaname.wordpress.com/2010/03/17/marilah-merangkul-mereka/</link>
		<comments>http://catherinemaname.wordpress.com/2010/03/17/marilah-merangkul-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 07:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CatherineManame</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anthropology]]></category>
		<category><![CDATA[Medical Sciences]]></category>
		<category><![CDATA[Antropologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sisi Ilmu Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[The Indonesia Version]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catherinemaname.wordpress.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[“ Seorang anak laki-laki merasa bingung dengan apa yang terjadi dengan dirinya. Orang-orang menyebut ia sebagai anak laki-laki bahkan orangtuanya memberikan nama laki-laki untuknya. Namun, ia sama sekali tidak merasa bahwa dirinya adalah seorang laki-laki. Ia merasa bahwa ia sebenarnya adalah seorang perempuan sehingga akhirnya ia lebih sering ikut bermain bersama teman-teman perempuan untuk bermain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=350&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“ Seorang anak laki-laki merasa bingung dengan apa yang terjadi dengan dirinya. Orang-orang menyebut ia sebagai anak laki-laki bahkan orangtuanya memberikan nama laki-laki untuknya. Namun, ia sama sekali tidak merasa bahwa dirinya adalah seorang laki-laki. Ia merasa bahwa ia sebenarnya adalah seorang perempuan sehingga akhirnya ia lebih sering ikut bermain bersama teman-teman perempuan untuk bermain bola bekel, lompat tali, boneka, dll. Ia merasa sangat nyaman jika ia dapat bertingkah laku seperti anak perempuan, tetapi perasaan nyaman tersebut tidak didukung lingkungannya.ia sering dikucilkan, diejek sebagai seorang bencong oleh teman-temannya bahkan gurunya pun pernah memarahinya karena ia selalu bermain dengan anak-anak perempuan. Ia dipaksa untuk bergabung dengan teman-teman laki-laki. Walaupun akhirnya ia menurut saja, ia pergi dengan muka cemberut dan hanya duduk saja tanpa ada hasrat ingin bermain dengan teman-temannya laki-laki. Sering ia menangis, tetapi selalu ia represikan perasaan itu dalam-dalam karena ia tahu tak seorang pun yang dapat mengerti perasaannya.&#8221;</em></p>
<p><em> <span id="more-350"></span></em></p>
<p>        Seringkali kita senang sekali untuk memberikan julukan kepada orang-orang di sekitar kita yang terlihat aneh di mata kita. Tidak jarang ketika kita melihat seorang laki-laki yang gayanya terlihat kewanitaan, selalu bermain bersama anak-anak perempuan langsung kita berikan julukan “si bencong” atau ketika seorang perempuan muda yang tidak pernah terlihat bergaul dengan teman-teman laki-laki atau mungkin sepanjang hidupnya tidak pernah terlihat terpesona dengan laki-laki, selalu hanya bergaul dengan teman perempuan, dan terlalu cuek dengan penampilannya sebagai perempuan langsung dengan mudah kita menyebutnya “lesbian”.</p>
<p>Ya, memang semua orang mengakui bahwa membuat julukan untuk orang lain adalah sangat menyenangkan karena pada prinsipnya orang yang suka membuat julukan itu adalah orang yang merasa dirinya paling sempurna.</p>
<p>        Pada artikel ini saya akan membahas secara khusus mengenai transgender dari sudut pandang medis dan kebudayaan. Namun, terlebih dahulu saya akan mengenalkan beberapa istilah yang berhubungan dengan transgender.</p>
<p><strong>Transgender</strong> adalah suatu variasi individu, sikap, dan kelompok yang berlawanan dari peran gender (sebagai perempuan atau laki-laki). Ini adalah arti yang saya dapatkan dari Wikipedia, tetapi akan saya tambahkan bahwa berlawanan dengan peran gender tersebut benar berdasarkan alat kelamin dari saat lahir.</p>
<p>Transgender dapat termasuk dalam beberapa kategori, yaitu transeksual, transvestis, orang berkelamin ganda, orang yang <em>genderqueer</em>, orang yang <em>cross-gender</em>, <em>drag kings, </em>dan <em>drag queens</em></p>
<p><strong>Sudut Pandang Medis Tentang Transgender</strong></p>
<p>        Sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman lebih lanjut tentang transgender. Yang akan saya bahas ini adalah aspek neurobiologis yang berhubungan dengan transgender.</p>
<p>Beberapa penelitian pada otak sebelumnya menyatakan bahwa ada perbedaan ukuran dari bagian tengah <em>the bed<sup> </sup>nucleus of the stria terminalis (BSTc) </em>antara laki-laki dan perempuan berdasarkan identitas gender dan ciri biologis. Oleh sebab itu penelitian yang saya dapatkan dari jurnal ini mengatakan bahwa transeksual dari laki-laki ke perempuan memiliki ukuran BST yang sama dengan perempuan dan transeksual yang terjadi pada perempuan menjadi laki-laki memiliki ukuran BST yang sama dengan laki-laki. Artinya ukuran BST transeksual dari perempuan menjadi laki-laki lebih besar jika dibandingkan dengan transeksual dari laki-laki menjadi perempuan. Perbedaan ukuran ini dilihat dari jumlah neuron somatostatinergik (SOM) yang ternyata bukan hasil dari perubahan level hormon seks karena sepertinya perbedaan neuron ini dibentuk pada awal perkembangan.</p>
<p>Sebagai tambahan informasi, para psikiatris menggolongkan transgender sebagai gangguan identitas gender yang tertuang dalam <em><a title="Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders" href="http://psychology.wikia.com/wiki/Diagnostic_and_Statistical_Manual_of_Mental_Disorders">Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders</a> (DSM-IV).</em></p>
<p><strong>Mitologi tentang Transgender</strong></p>
<p>Saya akan membahas juga transgender dari suatu mitologi Hindu yang terkenal, yaitu mengenai suatu tokoh yang ternyata juga mengubah kelaminnya. Ia adalah Srikandi. Selain terkenal dalam kisah Mahabrata, Srikandi juga ada dalam kisah pewayangan Jawa. Kisah ini awalnya berasal dari India, tetapi cerita ini agak berbeda dengan kisah yang ada di India. mungkin karena alasan inilah maka cerita ini termasuk dalam mitologi.</p>
<p>Dalam <a title="Bahasa Sanskerta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Sanskerta">bahasa Sanskerta</a>, <em>Srikandi</em> dieja <em>Śikha</em><em>ṇḍ</em><em>in</em>, bentuk feminimnya adalah <em>Śikha</em><em>ṇḍ</em><em>inī</em>. Secara <a title="Harfiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harfiah">harfiah</a>, kata <em>Śikhandin</em> atau<em>Śikhandini</em> berarti &#8220;memiliki rumbai-rumbai&#8221; atau &#8220;yang memiliki jambul&#8221;.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Srikandi dalam Mahabrata</strong></p>
<p>Di kehidupan sebelumnya, Srikandi terlahir sebagai wanita bernama <a title="Amba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amba">Amba</a>, yang ditolak oleh <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a> untuk menikah. Karena merasa terhina dan ingin membalas dendam, <a title="Amba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amba">Amba</a> berdoa dengan keinginan untuk menjadi penyebab kematian <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a>. Keinginannya terpenuhi sehingga akhirnya Amba be<a title="Reinkarnasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reinkarnasi">reinkarnasi</a> menjadi Srikandi.</p>
<p>Pada saat lahir, suara dewata menyuruh ayahnya agar mengasuh Srikandi sebagai putera. Maka Srikandi hidup seperti pria, belajar ilmu perang dan kemudian menikah. Pada malam perkawinan, istrinya sendiri menghina dirinya setelah mengetahui hal yang sebenarnya. Setelah memikirkan usaha bunuh diri, ia kabur dari <a title="Kerajaan Panchala" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Panchala">Panchala</a>, namun diselamatkan oleh seorang <a title="Yaksa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yaksa">Yaksa</a> yang kemudian menukar jenis kelaminnya kepada Srikandi. Srikandi pulang sebagai pria dan hidup bahagia bersama istrinya dan memiliki anak pula. Setelah kematiannya, kejantanannya dikembalikan kembali kepada <a title="Yaksa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yaksa">Yaksa</a>.</p>
<p><strong>Perang di Kurukshetra</strong></p>
<p>Saat <a title="Perang di Kurukshetra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_di_Kurukshetra">perang di Kurukshetra</a>, <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a> sadar bahwa Srikandi adalah reinkarnasi <a title="Amba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amba">Amba</a>, dan karena ia tidak ingin menyerang &#8220;seorang wanita&#8221;, ia menjatuhkan senjatanya. Tahu bahwa <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a> akan bersikap demikian terhadap Srikandi, <a title="Arjuna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna">Arjuna</a> bersembunyi di belakang Srikandi dan menyerang <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a> dengan tembakan panah penghancur. Maka dari itu, hanya dengan bantuan Srikandi, <a title="Arjuna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna">Arjuna</a> dapat memberikan pukulan mematikan kepada Bisma, yang sebenarnya tak terkalahkan sampai akhir. Akhirnya Srikandi dibunuh oleh <a title="Aswatama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aswatama">Aswatama</a> pada hari ke-18 <a title="Bharatayuddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bharatayuddha">Bharatayuddha</a>.</p>
<p><strong>Srikandi dalam Pewayangan Jawa</strong></p>
<p>Srikandi dikisahkan lahir karena keinginan kedua orangtuanya, yaitu <a title="Drupada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Drupada">Prabu Drupada</a> dan Dewi Gandawati, menginginkan kelahiran seorang anak dengan normal. Kedua kakaknya, <a title="Dropadi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dropadi">Dewi Dropadi</a> dan <a title="Drestadyumna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Drestadyumna">Drestadyumna</a>, dilahirkan melalui puja semadi. Dropadi dilahirkan dari bara api pemujaan, sementara asap api itu menjelma menjadi Drestadyumna.</p>
<p>Dewi Srikandi sangat gemar dalam olah keprajuritan dan mahir dalam mempergunakan senjata panah. Kepandaiannya tersebut didapatnya ketika ia berguru pada <a title="Arjuna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna">Arjuna</a>, yang kemudian menjadi suaminya. Dalam perkawinan tersebut ia tidak memperoleh seorang putera.</p>
<p>Dewi Srikandi menjadi suri tauladan prajurit wanita. Ia bertindak sebagai penanggung jawab keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara dengan segala isinya. Dalam perang <a title="Bharatayuddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bharatayuddha">Bharatayuddha</a>, Dewi Srikandi tampil sebagai senapati perang <a title="Pandawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pandawa">Pandawa</a> menggantikan Resi Seta, kesatria <a title="Kerajaan Wirata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Wirata">Wirata</a> yang telah gugur untuk menghadapi <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a>, senapati agung balatentara<a title="Korawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korawa">Korawa</a>. Dengan panah Hrusangkali, Dewi Srikandi dapat menewaskan <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a>, sesuai kutukan <a title="Amba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amba">Dewi Amba</a>, puteri Prabu Darmahambara, raja negara Giyantipura, yang dendam kepada <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a>.</p>
<p>Dalam akhir riwayat Dewi Srikandi diceritakan bahwa ia tewas dibunuh <a title="Aswatama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aswatama">Aswatama</a> yang menyelundup masuk ke keraton <a title="Hastinapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hastinapura">Hastinapura</a> setelah berakhirnya perang <a title="Bharatayuddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bharatayuddha">Bharatayuddha</a>.</p>
<p>        Kita dapat melihat dari kisah di atas bahwa sebenarnya transgender bukan suatu hal baru dalam kehidupan ini. Hal ini telah diketahui sejak lama, oleh sebab itu tidak perlu kita bersikap berlebihan terhadap sesama yang mengalami transgender. Anggaplah bahwa setiap perbedaan itu hanyalah suatu variasi pada diri manusia dan ini sebagai sebuah hakekat bahwa manusia pada dasarnya adalah unik! Tidak ada yang salah ataupun aneh pada diri mereka dan mulailah sejak sekarang Anda berpikir bahwa setiap perbedaan dalam diri manusia adalah indah. Mulailah untuk mencoba memahami mereka! Mereka juga punya perasaan. Oleh sebab itu tidak perlu kita terus-menerus melihat mereka sebagai hal yang buruk, tetapi cobalah melihat mereka dari hal-hal yang baik yang mampu mereka lakukan.</p>
<p><em>Written by </em>Catherine Maname Uli</p>
<p>Daftar Pustaka    :</p>
<ol>
<li>Transgender. Available from the URL: <a href="http://psychology.wikia.com/wiki/Transgender">http://psychology.wikia.com/wiki/Transgender</a></li>
<li>Male-to-Female Transsexuals Have Female Neuron Numbers in a Limbic Nucleus. Available from the URL: <a href="http://jcem.endojournals.org/cgi/content/full/85/5/2034">http://jcem.endojournals.org/cgi/content/full/85/5/2034</a></li>
</ol>
<p>Srikandi. Available from the URL: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Srikandi">http://id.wikipedia.org/wiki/Srikandi</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/anthropology/'>Anthropology</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/medical-sciences/'>Medical Sciences</a> Tagged: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/anthropology/'>Anthropology</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/antropologi/'>Antropologi</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/medical-sciences/'>Medical Sciences</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/sisi-ilmu-kedokteran/'>Sisi Ilmu Kedokteran</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/the-indonesia-version/'>The Indonesia Version</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catherinemaname.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catherinemaname.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catherinemaname.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catherinemaname.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catherinemaname.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catherinemaname.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catherinemaname.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catherinemaname.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catherinemaname.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catherinemaname.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catherinemaname.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catherinemaname.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catherinemaname.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catherinemaname.wordpress.com/350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=350&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catherinemaname.wordpress.com/2010/03/17/marilah-merangkul-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e17f2c6cb4e1fdef8c6153a977f4d27a?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">virusimoet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Let’s Embrace Them!</title>
		<link>http://catherinemaname.wordpress.com/2010/03/17/let%e2%80%99s-embrace-them/</link>
		<comments>http://catherinemaname.wordpress.com/2010/03/17/let%e2%80%99s-embrace-them/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 07:48:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CatherineManame</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anthropology]]></category>
		<category><![CDATA[Medical Sciences]]></category>
		<category><![CDATA[Antropologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sisi Ilmu Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[The English Version]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catherinemaname.wordpress.com/2010/03/17/let%e2%80%99s-embrace-them/</guid>
		<description><![CDATA[“ A boy feels confused with the everything that occur in himself. Every people say him as a boy, even his parents give him a boy name. However, he feels that he isn’t a boy. He feels that he is actually a girl, so that he more often plays with his girl friends. He feels [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=349&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“ A boy feels confused with the everything that occur in himself. Every people say him as a boy, even his parents give him a boy name. However, he feels that he isn’t a boy. He feels that he is actually a girl, so that he more often plays with his girl friends. He feels very comfortable if he can do something like a girl, but this feeling isn’t supported by his environment. He is often excommunicated, ridiculeted as a sissy by his friends, even his teacher ever got angry because he always played with the girls. He was forced to join with his boy friends. Although finally he obeyed, he went and just sit without any desires to play with his boy friends. Often he cries, but always repressed that feeling in a depth because he  knows that no one can understand his feeling.”</em></p>
<p><span id="more-349"></span></p>
<p>Often we are satisfy because we can give some labeling to the peoples around us that seen weird. When we see a boy that his style is so feminine, always plays with the girls, we say “the sissy” easily or when a young woman never associates with her men friends or probably in her life never seen charmed with men, always only associates with her women friends, and too simple in her style as a woman, we can call her “lesbian” easily.</p>
<p>Yes, surely all people admit that make a labeling for the others feel satisfy because on a principle, peoples that like to make labeling is men that feel themselves are the most perfect.</p>
<p>On this article, I will talk particularly about transgender from the medical and cultural point of views. However, firstly I will introduce some terms that relate to transgender.</p>
<p><strong>Transgender</strong> is generally used as an overarching term for a variety of individuals, behaviors, and groups involving tendencies along the <a title="Gender" href="http://psychology.wikia.com/wiki/Gender">gender</a> continuum that are in opposition to or in divergence from the gender role (<a title="Woman" href="http://psychology.wikia.com/wiki/Woman">woman</a> or <a title="Man" href="http://psychology.wikia.com/wiki/Man">man</a>). This is from Wikipedia and I will add that the gender role here base on physical sex identity.</p>
<p>Transgender can include a number of sub-categories, which, among others, including <em>transsexual</em>, <a title="Transvestite (page does not exist)" href="http://psychology.wikia.com/index.php?title=Transvestite&amp;action=edit&amp;redlink=1"><em>transvestite</em></a>, consciously androgynous people, people who are <a title="Genderqueer" href="http://psychology.wikia.com/wiki/Genderqueer">genderqueer</a>, people who live <a title="Cross-gender (page does not exist)" href="http://psychology.wikia.com/index.php?title=Cross-gender&amp;action=edit&amp;redlink=1">cross-gender</a>, <a title="Drag king (page does not exist)" href="http://psychology.wikia.com/index.php?title=Drag_king&amp;action=edit&amp;redlink=1">drag kings</a> and <a title="Drag queen" href="http://psychology.wikia.com/wiki/Drag_queen">drag queens</a>, among many others.</p>
<p><strong>Medical Point of Views About Transgender</strong></p>
<p>        There are many researches to get more understanding about transgender. I will talk about neurobiologic aspect that relate to transgender.</p>
<p>Some researches on brain ever state that there is a different size in a central part of the bed<sup> </sup>nucleus of the stria terminalis (BSTc)<em> </em>between men and women base on gender identity and biological characters. So, from this journal I get the information that male to female transsexuals have BST size same as the women have and female to male transsexual have BST size same as the men have. It means the BST size of female to male transsexuals is bigger than the BST size of male  to female transsexual. This size difference can be seen from the number of somatostatinergic (SOM) that isn’t a result of sex homone level change because this difference is established on the earlier development.</p>
<p>As an additional information, the psychiatrics classify transgender as a gender identity disorder as recorded in the <a title="Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders" href="http://psychology.wikia.com/wiki/Diagnostic_and_Statistical_Manual_of_Mental_Disorders">Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders</a> (DSM-IV).</p>
<p><strong>Mythology about Transgender</strong></p>
<p>I will talk about transgender from the famous Hindu mythology, a figure that change her sex. She is Srikandi. Besides famous on Mahabrata story, Srikandi is on Javanese wayang story. This story is from India, but this story somewhat different with the story from India. so, probably because of this reason, the story is classified in mythology.</p>
<p>On Sanskrit, <em>Srikandi</em>  is spelled <em>Śikha</em><em>ṇḍ</em><em>in</em>, a feminine form is <em>Śikha</em><em>ṇḍ</em><em>inī</em>. The word of <em>Śikhandin</em> or <em>Śikhandini</em> means “have fringes” or “that have tuft”.</p>
<p><strong>Srikandi in Mahabrata</strong></p>
<p>Firstly, Srikandi was born as a woman, <a title="Amba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amba">Amba</a>, that rejected by <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a> to marry. Because felt despised and wanted to avenge, <a title="Amba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amba">Amba</a> prayed with a desire to kill Bisma. Her desire was fullfilled so that finally Amba reincarnated to be Srikandi.</p>
<p>When she was born, goddess’ voice asked her father to take care Srikandi as a boy. Srikandi treaded her life as a man, learned how to war, and then married. On marriage night, his own wife insulted him after knew. He thought the way of suicide, he run away from <a title="Kerajaan Panchala" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Panchala">Panchala</a>, but was saved by a <a title="Yaksa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yaksa">Yaksa</a> then changed his sex organ. Srikandi went back as a man and was alive with his wife and has children. After his death, his masculinity was returned to <a title="Yaksa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yaksa">Yaksa</a>.</p>
<p><strong>War in Kurukshetra</strong></p>
<p>When war occured in<a title="Perang di Kurukshetra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_di_Kurukshetra"> Kurukshetra</a>, <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a> awared that Srikandi was <a title="Amba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amba">Amba</a>’s reincarnation, and because he didn’t want to attack “a woman”, he threw his weapon. Knew that <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a> will do like that to Srikandi, <a title="Arjuna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna">Arjuna</a> hided on back of Srikandi and attacked <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a> by an arrow shot. So, just by Srikandi’s help, <a title="Arjuna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna">Arjuna</a> can give a death beat to Bisma, that actually never losed. Finally, Srikandi was killed by <a title="Aswatama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aswatama">Aswatama</a> on 18<sup>th</sup> days of <a title="Bharatayuddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bharatayuddha">Bharatayuddha</a>.</p>
<p><strong>Srikandi in Javanese Wayang</strong></p>
<p>Srikandi was said born  because of her both parents’ desire, <a title="Drupada" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Drupada">Prabu Drupada</a> and Dewi Gandawati, wanted a normal child birth. Two of her sisters, <a title="Dropadi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dropadi">Dewi Dropadi</a> and <a title="Drestadyumna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Drestadyumna">Drestadyumna</a>, was born through a concentration worship. Dropadi was born from fire coal worship, while the fire smoke incarnated to be Drestadyumna.</p>
<p>Dewi Srikandi was very enjoy with military manners and expert in using arrows weapon. Her ability was got when she learn to <a title="Arjuna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna">Arjuna</a>, that in the next time would be her husband. In that marriage, she didn’t have a boy.</p>
<p> Dewi Srikandi was an example for women soldier. She had responsibility to save and secure Madukara with the everything there. In <a title="Bharatayuddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bharatayuddha">Bharatayuddha</a> war, Dewi Srikandi appeared as a commander in chief <a title="Pandawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pandawa">Pandawa</a> war replaced Resi Seta, <a title="Kerajaan Wirata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Wirata">Wirata</a> knight that had died to face <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a>, a great commander in chief  for <a title="Korawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korawa">Korawa</a> soldier. By Hrusangkali arrows, Dewi Srikandi can kill <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a>, according to <a title="Amba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amba">Dewi Amba</a>’s curse, a girl of Prabu Darmahambara, king of Giyantipura country, that grudged to <a title="Bisma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisma">Bisma</a>.</p>
<p>In the end of story Dewi Srikandi died, was killed by <a title="Aswatama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aswatama">Aswatama</a> that creep away to <a title="Hastinapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hastinapura">Hastinapura</a> palace after <a title="Bharatayuddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bharatayuddha">Bharatayuddha</a> war.</p>
<p>        We can see from the story above that actually transgender is not a something new in this life. This thing has been known since a long time ago, so we don’t need to over do to fellow men, transgender. Concider that the every differences on human neing are just a variety and this is in essence because of an unique! There are no wrong or curiousity on themselves and let’s start from now to think that every differences in human being are so beautiful.  Start to try to understand them! They have feelings too. So, let’s try to see them from the good side that they do!</p>
<p>Written by Catherine Maname Uli</p>
<p>Daftar Pustaka    :</p>
<ol>
<li>Transgender. Available from the URL: <a href="http://psychology.wikia.com/wiki/Transgender">http://psychology.wikia.com/wiki/Transgender</a></li>
<li>Male-to-Female Transsexuals Have Female Neuron Numbers in a Limbic Nucleus. Available from the URL: <a href="http://jcem.endojournals.org/cgi/content/full/85/5/2034">http://jcem.endojournals.org/cgi/content/full/85/5/2034</a></li>
<li>Srikandi. Available from the URL: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Srikandi">http://id.wikipedia.org/wiki/Srikandi</a></li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/anthropology/'>Anthropology</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/category/medical-sciences/'>Medical Sciences</a> Tagged: <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/anthropology/'>Anthropology</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/antropologi/'>Antropologi</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/medical-sciences/'>Medical Sciences</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/sisi-ilmu-kedokteran/'>Sisi Ilmu Kedokteran</a>, <a href='http://catherinemaname.wordpress.com/tag/the-english-version/'>The English Version</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catherinemaname.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catherinemaname.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catherinemaname.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catherinemaname.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catherinemaname.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catherinemaname.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catherinemaname.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catherinemaname.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catherinemaname.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catherinemaname.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catherinemaname.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catherinemaname.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catherinemaname.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catherinemaname.wordpress.com/349/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=349&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catherinemaname.wordpress.com/2010/03/17/let%e2%80%99s-embrace-them/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e17f2c6cb4e1fdef8c6153a977f4d27a?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">virusimoet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Look There is A Hope Light in 2010</title>
		<link>http://catherinemaname.wordpress.com/2009/12/30/i-look-there-is-a-hope-light-in-2010/</link>
		<comments>http://catherinemaname.wordpress.com/2009/12/30/i-look-there-is-a-hope-light-in-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 05:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>CatherineManame</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Life Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catherinemaname.wordpress.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[“Do you know everyone? I recently walked with my creations into a dark way, where we looked there was a beam of white light in front of us. I know that it wasn’t a common light and I was certain sure that it was a beam of hope light in 2010.” Imajinations of god Just few [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=344&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Do you know everyone? I recently walked with my creations into a dark way, where we looked there was a beam of white light in front of us. I know that it wasn’t a common light and I was certain sure that it was a beam of hope light in 2010.”</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>Imajinations of god</em></p>
<p style="text-align:right;"><em><span id="more-344"></span><br />
</em></p>
<p>Just few days more we will leave 2009 and I think this is the right time to do reflections and introspections. Ok, let me tell the first part in a story!</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“ Please help me! Somebody who is in outside there, please help me! Please give some of your time to free me.”</em></p>
<p><em>“ Hahaha.. Do you hope that there will be a person who helps you? Come on! It’s just a wasting hope for you.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>“Sigh! Fortunately, it’s only a dream.”  said her. Then, she wakes up from her bed and takes a bath. She will start her routines day again, but always with a big hope.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Yeah, a big hope.. A big hope to every people who is hoped can help her.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>“ Hi, girl! How are you? What are you doing?” addressed a beautiful woman, smiling.</p>
<p>“ I’m fine sister! Oh, I’m reading this announcement.” said her, replied smiling.</p>
<p><em>“ Hmm..very nice person. I think she can help me.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>***</em></p>
<p><strong>[ Few years more]</strong></p>
<p><em>O, a rope, why do you always rope myself?</em></p>
<p><em>O, an emptiness room, why don’t you show myself a way to an exit gate?</em></p>
<p><em>O, myself, what a pity! However, don’t worry because you will free soon!</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“ Hi, you, a monster of emptiness room, why do you hold me on this room so long? Listen to me! I will exit from this room and free soon forever because I have one nice person and I’m sure she can give the freedom for me.”</em></p>
<p><em>“ Hahaha.. Ok, let’s see if your nice person can help you!”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em>“ Hi, girl what’s wrong with you? Please tell me what’s the problem.”</p>
<p><em>“ Listen myself! She said that she want to help me. She will free you.” </em></p>
<p><em>***</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“ Myself, I have told her all about your problems and she was looked interesting heard my story. Imagine you will free with her help!”</em></p>
<p><em>“ Oh, I hope so girl! However I saw she didn’t put the interest on your story. I think she just pretended interest on your problems because she thinks by do it she can be liked by every people. So, I don’t want to hope so much.”</em></p>
<p><em>“ But she always gives me the solutions, myself.”</em></p>
<p><em>“ Yeah, I looked it. Sometimes she was seen give attention to your problems and after that she will tell every stories, every problems to all peoples. She will be happy, if she keeps getting the praise and will be proud because she always try to make the good impression, while the other will be told so bad by her. ”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Sister, actually I need your help to give the freedom to myself,</em></p>
<p><em>but now I don’t put my wish to you anymore, so do to all peoples</em></p>
<p><em>because the hopes to the others are causing a pain for me now.</em></p>
<p><em>***</em></p>
<p><em></em></p>
<p>Ok, that’s a short story which I make to express my sadness. Honestly, until this day I still feel sad, but I know I should get up, can’t keep on falling down. My friend ever said: “There’s no love. It’s just an important.” I don’t totally agree with him, but I admit one part of this statement that every people will help you, if she/he has an important with it.</p>
<p>So, I get the big lesson in 2009 that I shouldn’t hope getting help from the others so much. Only me that can help and care on myself. If I need the other’s help I keep asking, but without a hope. I will say: “thanks for your help” if I get the help, but if not I just say: “ok, it’s up to you. I know you don’t want to help me because you don’t have an important from that.”</p>
<p>It also be my principle when I pray to God. I still believe that God can help me and I still wish to get miracles from God, but I don’t make bold to put the wish so much.  Fortunately, I still get the opportunity to feel that miracle, it was the biggest miracle for me. I asked God with a vow and of course I will do it. Thanks God for that!</p>
<p>For my dreams in 2010, of course I want to pass and get the bachelor degree and then I will be a doctor. However I hope I can develop my blog to be a most believing source of knowledges (especially in medicine), but in an understanding easy way. Often I’m too busy with this blog and thanks for them who always advice me to focus on my lecture because I need the doctor title. I have a biggest dream to develop this blog be a research journal in the next years. I know it’s very difficult but I will keep trying until I get it. Firstly, I will try to study the everything about research methods because I know my knowledges about that is still poor and then in 2010 try to make a little research although probably is very disorganized, but it is named a learning, right?</p>
<br />Posted in My Life Stories Tagged: My Life Stories <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catherinemaname.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catherinemaname.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catherinemaname.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catherinemaname.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catherinemaname.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catherinemaname.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catherinemaname.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catherinemaname.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catherinemaname.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catherinemaname.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catherinemaname.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catherinemaname.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catherinemaname.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catherinemaname.wordpress.com/344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catherinemaname.wordpress.com&amp;blog=4515786&amp;post=344&amp;subd=catherinemaname&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catherinemaname.wordpress.com/2009/12/30/i-look-there-is-a-hope-light-in-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e17f2c6cb4e1fdef8c6153a977f4d27a?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">virusimoet</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
