"Just Crumbs of Knowledge"

Archive for 2009

Pada Mulanya Adalah Kehampaan, Akankah Ini Terjadi Selamanya?

In My Life Stories on September 24, 2009 at 10:32 am

“ Kalau begini ingin sekali rasanya aku hidup dalam kesendirian; bergulat dan bergumul sendirian. Namun, kurasa hal itu hampir-hampir mustahil karena aku harus berjumpa denganmu, kalian, dia, dan mereka. Sehingga mau tidak mau aku harus peduli dengan dirimu dan dirinya dan di situlah hal yang paling menyakitkan; peduli tetapi tidak pernah dipedulikan, mencoba merangkul tetapi tidak pernah merasakan rangkulan..

Sulit rasanya berada di pertengahan jalan seperti ini, aku memang harus MEMILIH.”

Seorang tuhan,

yang hanya dimuliakan di alam bawah sadar sana

Read the rest of this entry »

Anugrah untuk Anak Berbakat

In Medical Sciences, Psychology on September 22, 2009 at 11:28 pm

Anak-anak, khususnya anak  prasekolah, biasanya terlihat cemerlang, menakjubkan, ingin sekali belajar, dan cenderung artistik. Mereka membuat kita senang dengan menanyakan beberapa pertanyaan seperti filsuf-filsuf kecil atau dengan suka melucu, suka melukis yang kadang-kadang menyerupai pekerjaan pelukis terkenal abad 20. Sesuai perkembangan otak dan lingkungan rumah yang normal, bakat-bakat ini adalah alami untuk sebagian besar anak-anak. Namun, adakalanya kita memperhatikan seorang anak yang kemampuan-kemampuannya begitu jauh melampaui anak-anak lain yang kita sadari bahwa tidak semua anak prasekolah adalah benar-benar berbakat.

Sangat menyedihkan, kita mengetahui jauh lebih sedikit tentang hal-hal yang luar biasa dari anak-anak ini dibandingkan kekurangan mereka: keterbelakangan, gangguan emosi, dan masalah belajar. Para psikolog lebih sering memperhatikan kekurangan-kekurangan ini daripada kelebihannya. Sebuah pergerakan menarik  baru-baru ini di akademi psikologi di Amerika, dipelopori oleh Martin Seligman di Universitas Pennsylvania. Dia meminta untuk lebih menekankan pada “psikologi positif.” Psikologi positif sekarang sedang mempelajari karakter positif seperti kejujuran dan harapan, keadaan alamiah dari keberbakatan, dan bagaimana untuk memeliharanya.

Read the rest of this entry »

The Gifts for The Gifted Children

In Medical Sciences, Psychology on September 22, 2009 at 11:15 pm

Young children, particularly preschoolers, usually strike us as bright, full of wonder, eager to learn, and artistically inclined. They delight us by asking questions like little philosophers or by making playful, aesthetically pleasing paintings that sometimes resemble the work of 20th-century masters. Assuming a normal brain and home environment, these gifts are nature’s largesse to most children. Occasionally, however, we observe a child whose abilities so far outstrip those of the typical toddler that we realize not all preschoolers are genuinely gifted. The more extreme the gift, the rarer the child.

Sadly, we know far less about such exceptional children than we do about those with exceptional deficits: retarded, emotionally disturbed, and learning-disabled children. Psychologists have attended far more to these deficits than to strengths. An interesting recent movement in American academic psychology, spearheaded by Martin Seligman at the University of Pennsylvania, calls for more emphasis on “positive psychology.” Positive psychology is now studying subjective well-being, positive character traits such as honesty and hope, and the nature of giftedness and how to nurture it.

Read the rest of this entry »

Do You Know About Mangongkal Holi?

In Anthropology, My Life Stories on July 21, 2009 at 2:48 pm

mangongkalDuring the recent holiday, for several days I, my sister, and my mother went on a journey to my mother’s ancestral village in Tarutung, North Sumatra, Indonesia. We had been planning to see our ancestors’ burial ground as my mother’s clan had preformed a “Mangongkal Holi”.

Read the rest of this entry »

Fenomena Penyakit Kuru

In Anthropology, Medical Sciences, Psychology, Social Problems on May 16, 2009 at 9:36 pm

kuruApakah Anda pernah mendengar penyakit kuru? Mungkin hanya sedikit dari Anda yang mengetahui istilah kuru ini. Namun untuk istilah kanibalisme sebagian besar dari Anda pasti setidaknya pernah mendengar. Kanibalisme merupakan sebuah fenomena di mana satu makhluk hidup makan makhluk sejenis lainnya, misalkan anjing yang makan anjing atau manusia yang makan manusia. Kadang-kadang fenomena ini disebut anthropophagus (Bahasa Yunani anthrôpos: manusia dan phagein: makan). Seperti cerita pendek yang telah saya tulis sebelumnya mengenai prion, penyakit kuru ini memang berkaitan erat dengan prion. Jika Anda penasaran dengan penyakit kuru ini, silahkan bergabung dengan saya dalam penelusuran fenomena penyakit kuru ini sekarang!

Read the rest of this entry »

The Kuru Desease Phenomenon

In Anthropology, Medical Sciences, Psychology, Social Problems on May 16, 2009 at 9:27 pm

kuruHave you ever heard the kuru desease? Only a few of you have ever heard of it. However, more have heard of cannibalism.Cannibalism is a phenomenon where an animal eats another member of the same species, for example: the dog eats the other dog or the people eats the other people. Sometimes this phenomenon is said anthropophagus (From the Greek anthrôpos: people and phagein: eat). As the short story that I had written about prion before, the kuru desease certainly related to the prion. If you are anxious to find out this kuru desease, now please join me in the kuru desease phenomenon investigation!

Read the rest of this entry »

Petualanganku di Corpus Manusa (Part II)

In Medical Sciences on April 16, 2009 at 4:41 pm

Aku berjalan ke sana, di mana seharusnya kuberada

Menjauh dari kesempurnaan, mendekat pada kenyataan

Masuk dalam kesadaran bahwa kau dan aku berbeda

Tiada yang salah, kau dan akupun tidak!

Hanya nasib yang dapat membawa kita pada satu jawaban

Jawaban dari realitas hidup ini

Kau unik, akupun unik

Tolong jangan persalahkan aku dengan kenyataan ini!

Hai, kaum manusa sadarlah bahwa aku sama sepertimu,

perlu beradaptasi untuk bertahan

Masa lalu. Ya, aku teringat masa lalu! Semua mahluk di dunya ini punya masa lalu. Ingat hai kaum manusa, masa lalu bukan hanya monopoli kaummu saja! Aku juga punya masa lalu. Masa lalu yang bizarre, yang penuh ketidakpastian, kebimbangan, dan keabsurdan. Sepertinya aku sudah pernah berbagi cerita denganmu mengenai pengalamanku ketika aku berada dalam ketidakjelasan mengenai apa yang terjadi denganku. Namun, akhirnya aku bisa bertemu dengan sobat-sobat cilikku dari kaum virus, bakteri, dan jamur.

Baiklah, sekali lagi aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Prion. Kata sobatku, Streptococcus pneumonia dari kaum bakteri, aku adalah protein ion yang keberadaannya bisa mengganggu kesehatan manusa.

Iya, benar, hanya kata sobatku karena aku sama sekali tidak mengerti siapa diriku sebenarnya! Itulah yang kukatakan masa lalu yang bizarre, yang penuh ketidakpastian, kebimbangan, dan keabsurdan.

Namun, kupikir masa lalu adalah masa lalu, biarlah itu menjadi sesuatu memori hidup. Aku sekarang sudah lebih matang dibandingkan masa lalu. Walaupun masa lalu bizarre, aku pikir masa lalu adalah kunci untuk proses kematangan diri. Masa lalu membuat diri memperoleh jawaban atas pencarian jati diri.

Izinkan aku saat ini untuk mendeskripsikan segala hal mengenai diriku! Aku sadar diriku dan dirimu adalah berbeda. Namun, jika kita saling memahami satu sama lain kita bisa membangun ikatan silahturahmi yang baik.

Jika Anda berminat, selamat menikmati gambaran diriku di sini! Mohon maaf jika aku sedikit memberi kesan membangga-banggakan diri karena semuanya itu adalah berdasarkan kenyataan! Hahaahaa..

Berbeda, bukan aneh tapi UNIK!!

Ternyata apa yang dikatakan sobatku, Streptococcus pneumonia ada benarnya juga. Aku memang suatu protein yang disebut Prion singkatan dari proteinaceous infectious particles. Kaumku sebenarnya adalah golongan protein normal yang disebut Prion for cellular disingkat PrPc atau PrPsen (protein prion yang sensitif terhadap degradasi oleh enzim proteinase K). Kaumku sepertinya hidup di dalam corpus mamalia, salah satunya hidup dalam tubuhmu hai manusa! Fungsiku dalam keadaan normal sebenarnya masih belum jelas, mungkin berperan dalam metabolism tembaga (Cu) di neuron dan transmisi sinaptik. PrPc manusia dikode oleh gen PRPN pada kromosom 20. PrPc bersifat mudah larut dalam deterjen dan dapat dicerna oleh proteinase K.

Namun, menurut penelitian dalam dunia kedokteran PrPc dapat mengalami konversi menjadi isoformnya yang patologis, yaitu: PrPres karena resisten terhadap degradasi oleh enzim proteinase K, yang tidak bisa larut dalam deterjen. Nah, karena perubahan sifat itulah pada PrPres akan terakumulasi di neuron dan dalam jangka panjang menimbulkan kerusakan neuron.

Semua penyakit Prion dikaitkan dengan akumulasi PrPres pada lisosom dan vakuola sitoplasma jaringan otak. Susunan polipeptida PrPc dan PrPres identik dari segi komposisi asam aminonya, tetapi berbeda dalam susunan tiga dimensional.

PrPc banyak mengandung rantai a dan sedikit rantai β, sedangkan PrPres mengandung sedikit rantai a dan lebih banyak rantai β.

Penyakit Prion bisa dikatakan unik karena berbeda dengan penyakit infeksi lain, seperti yang disebabkan sobat-sobatku: virus, bakteri, dan jamur karena agen penyebabnya, yaitu protein Prion abnormal (PrPres) tidak memiliki asam nukleat. Keunikan lain yang kami miliki adalah penyakit Prion dapat timbul melalui penularan secara iatrogenic dan dapat pula sebagai penyakit genetik yang diturunkan atau timbul secara sporadik akibat mutasi spontan gen pengkode protein prion (gen PNRP).

Absorbsinya ke dalam corpus manusa mungkin lewat dinding usus, kemudian difagositosis di jaringan limpa seperti tonsil dan lien, dan kemudian mencapai jaringan saraf pusat.

Cara replikasinya diduga melalui pembentukan ikatan antara PrPc dan PrPres selanjutnya PrPres akan mengubah PrPc menjadi dua molekul PrPres baru, akibatnya akan terjadi akumulasi PrPres dalam jumlah besar.

Mekanisme pembentukan PrPres pada penyakit Prion herediter adalah mutasi pada gen PRPN yang menyebabkan terbentuknya mutan PrPc yang bersifat tidak stabil dan dapat berubah secara spontan menjadi PrPres.

Written by: Catherine Maname Uli

Mengenal Kanker Prostat Lebih Dekat

In Medical Sciences on February 17, 2009 at 10:21 am

Anda seorang pria yang telah berusia 50 tahun atau lebih? Lebih sering ingin berkemih terutama di malam hari? Sulit berkemih atau alirannya putus-putus saat berkemih (berkemih tidak lancar)? Ada darah di urin dan merasakan nyeri saat berkemih? Atau mungkin sulit untuk ereksi dan nyeri saat mengalami ejakulasi? Mungkin Anda mengalami suatu gangguan pada prostat. Saya tidak langsung menyatakan bahwa itu adalah suatu kanker karena mungkin juga itu suatu pembesaran prostat jinak (Benign Prostate Hyperplasia (BPH)) atau prostitis. Oleh sebab itu, saya akan membahas mengenai kanker prostat dan beberapa cara untuk membedakannya dengan gangguan prostat lainnya.

Read the rest of this entry »

Learning About Prostate Cancer

In Medical Sciences on February 17, 2009 at 10:09 am

Are you a man over fifty? Do you:

  • urinate often in the night?
  • suffer pain when urinating?
  • have difficulty starting and maintaining a steady stream of urine?
  • have bloody urine?
  • have difficulty achieving an erection?
  • is ejaculation painful?

If you have many of these symptoms, you should consider the possibility that you have prostate cancer. However, cancer isn’t the only possibility danger: Benign Prostate Hyperplasia (BPH)) and prostitis have the same symptoms. Therefore, I will talk about prostate cancer and some ways to differentiate it from other, less destructive disorders.

Read the rest of this entry »

Itu Kuda Lumping, Kuda Lumping, Kuda Lumping Lompat-Lompatan

In Anthropology, Medical Sciences, Psychology, Social Problems on January 27, 2009 at 3:01 pm

187784_kuda13o1Jika Anda penggemar lagu-lagu Rhoma Irama, Anda pasti tahu bahwa judul di atas adalah satu bait cuplikan lagu dangdut Rhoma Irama. Baiklah memang saat ini saya akan membahas salah satu kebudayaan Indonesia yang telah ada sejak zaman dahulu kala bukan hanya dari sudut pandang kebudayaannya, tetapi juga dari sisi medis, psikologi, dan masalah sosial yang tampak.

Read the rest of this entry »

It’s The Kuda Lumping, Kuda Lumping, Kuda Lumping is Jumping

In Anthropology, Medical Sciences, Psychology, Social Problems on January 27, 2009 at 2:49 pm

187784_kuda13oIn this time I will talk about a famous part of Indonesian culture, namely Kuda Lumping. I will discuss the Kuda Lumping from many points of view, not only from the perspective of culture, but also from the medical, psychology, and social perspective.

Read the rest of this entry »