"In a Revolution"

Apakah Saya Sakit Maag, Dok?

In Medical Sciences on August 29, 2008 at 3:01 pm

Mungkin Anda sering merasakan nyeri di bagian ulu hati Anda! Anda biasanya pasti langsung mengira Anda sakit maag. Tetapi hati-hati jika Anda sering mengalaminya, Anda sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter!

Dalam pembahasan ini saya tidak membahas mengenai sakit maag, tetapi mengenai radang kandung empedu (cholecystitis). Seringkali orang tidak menyadari bahwa dirinya menderita cholecystitis karena gejalanya hampir sama yaitu nyeri di bagian ulu hati atau di perut bagian kanan atas.

Lihatlah salah satu contoh kasus ini:

“Seorang pria (44 tahun) kerap menderita rasa sakit di bagian ulu hatinya. Derita yang mirip sakit maag ini bahkan telah dirasakannya sekitar 20 tahun. Pemeriksaan ke dokter dan pemantauan lewat USG (ultrasonografi) tak pernah menemukan penyebab keluhannya. Ketika rasa sakit kembali menderanya, bedah laparoskopi pun menunjukkan, ia ternyata menderita cholecystitis (radang empedu).”

Cholecystitis (cholecyst : kandung empedu; itis : radang) adalah peradangan kandung empedu (vesika biliaris). Ini dapat dicetuskan oleh obstruksi (penyumbatan) dari duktus sistikus.

Saya akan mencoba membahas mengenai anatomi di sekitar kandung empedu. Kandung empedu berada di bawah dan agak di belakang organ hepar (hati). Sel-sel hepar mengalirkan cairan empedu ke kandung empedu untuk dipekatkan kemudian dikeluarkan ke duodenum (usus dua belas jari). Beberapa saluran yang berperan dalam mengalirkan cairan empedu ini disebut duktus biliaris hepatis (duktus : saluran; biliaris : berkenaan dengan empedu; hepatis : berkenaan dengan hati).

Yang termasuk duktus biliaris hepatis, yaitu:

1. Duktus Hepatikus

· Duktus ini keluar dari hepar kemudian duktus ini bergabung dengan duktus sistikus yang adanya di sebelah kanannya membentuk duktus koledokus.

2. Duktus Koledokus

· Biasanya duktus koledokus bergabung dengan duktus pankreatikus dan bersama-sama bermuara ke dalam ampula kecil (pelebaran yang bentuknya menyerupai kendi; ampula : kendi (bahasa Yunani)) di dinding duodenum.

3. Vesika Biliaris (Kandung Empedu)

· Adalah sebuah kantong berbentuk buah pir yang terletak pada permukaan bawah hepar.

· Vesika biliaris mempunyai kemampuan menampung cairan empedu sebanyak 30-50 ml, menyimpannya, dan memekatkan cairan empedu dengan cara menyerap airnya. Cairan empedu di sini digunakan untuk mengemulsikan (memecah) lemak.

· Vesika biliaris mampu berkontraksi untuk mengalirkan empedu ke duodenum.

4. Duktus Sistikus

· Menghubungkan vesika biliaris dengan duktus hepatikus untuk membentuk duktus koledokus.

· Biasanya duktus sistikus berbentuk seperti huruf S.

Duktus Biliaris Hepatis

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/images/ency/fullsize/19261.jpg.

Cholecystitis biasanya disebabkan oleh adanya batu di dalam kandung empedu (cholelithiasis, chole : kandung empedu; lithiasis : pembentukan batu). Batu dalam kandung empedu semakin lama semakin banyak dan akhirnya menyumbat duktus sistikus. Penyumbatan ini kemudian menyebabkan peradangan pada kandung empedu.

Batu yang terbentuk di dalam kandung empedu terjadi ketika lemak yang masuk ke kandung empedu kurang dipecah sehingga lama-kelamaan lemak ini mengendap dan kemudian membentuk batu.

Batu Kandung Empedu

http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Gallstones.jpg.

Cholecystitis dibagi menjadi dua bagian :

1) Cholecystitis akut

· Gejala-gejala yang biasa dirasakan adalah nyeri pada bagian kanan atas perut atau epigastrium (bagian tengah atas perut (ulu hati)) yang bisa menjalar ke bahu kanan dan punggung atas sebelah kanan. Nyerinya terasa seperti dibor atau seperti ditekan dan tidak ada posisi badan yang nyaman. Rasa ini timbul larut malam atau dini hari.

· Biasanya nyeri ini dapat meningkat selama 30-60 menit tanpa mereda, khasnya nyeri ini lebih dari tiga jam sesudah itu nyeri bergeser dari ulu hati ke bagian kanan perut.

· Serangan terjadi karena mengkonsumsi makanan berlemak pada malam hari. Penderita sering berkeringat, terbaring tidak bergerak, dan posisi badannya melengkung. Seringkali disertai dengan mual, muntah, dan demam.

· Jika keadaan bertambah parah, bisa menyebabkan penyakit kuning.

2) Cholecystitis kronis

· Ini merupakan tipe tersering dari penyakit kandung empedu dan biasanya berhubungan dengan batu empedu. Peradangan yang terjadi biasanya setelah terjadi cholecystitis akut, tetapi bisa juga muncul tanpa cholecystitis akut.

· Gejala yang dirasakan sama dengan cholecystitis akut.

Pemeriksaan yang biasa digunakan oleh dokter untuk mendiagnosis penyakit ini adalah dengan menggunakan USG, kolangiografi intravena, kolesistografi oral, foto polos abdomen, CT Scan, MRI, dan ERCP. Yang biasa digunakan adalah USG karena sensitivitasnya 96% dan biayanya murah. USG biasa digunakan untuk pemeriksaan rutin penyakit batu empedu. Walaupun beitu, USG memiliki keterbatasan, yaitu : ketergantungan ketelitian diagnosis pada keterampilan dari operator, pasien gemuk, dan adanya gas di usus memberikan bayangan yang kurang baik. Jadi, hal seperti kasus di atas bisa saja terjadi karena penyebab-penyebab ini.

Tindakan bedah harus segera dilakukan untuk penderita cholecystitis akut pada satu sampai dua hari perawatan. Namun, jika dalam keadaan sakit keras atau sangat berisiko harus diberikan pengobatan antibiotik terlebih dahulu.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa kita tidak boleh menganggap sepele ketika rasa nyeri pada ulu hati sering kita alami apalagi rasa nyeri itu terjadi sangat lama dan parah. Saya menyarankan Anda segera memeriksakan diri ke dokter jika ini terjadi.

Written by : Catherine Maname Uli

Daftar Pustaka :

1. Jangan Remehkan Rasa Sakit Seperti Maag. 2006. Available from the URL : http://depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=2157.

2. Kamus Kedokteran Dorland Edisi 29. 2005. Jakarta : EGC.

3. Richard S. Snell. 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta : EGC.

4. Cholecystitis. Available from the URL : http://en.wikipedia.org/wiki/Cholecystitis.

5. Noer, H.M Sjaifoellah. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Hati. Jakarta : FKUI.

About these ads
  1. Betuulll..

    itu kejadian sama saya…
    sakit perut perih, melilit, dsb…
    2x ke dokter umum..katanya maag
    tapi ga sembuh2
    akhirnya ke internist, tetep dibilang maag..
    baru 2hari dari internist tau2 kambuh sampe pingsan..
    akhirnya balik lagi kedokter, minta USG.
    dokternya juga bertele2..katanya klo mo USG harus ada alasan yg jelas…payah deh..
    trus pas udah di USG,,,hasilnya polip empedu…

    huhuhu
    knp yah dokter seneng banget kasih vonis maag buat urusan perut yang sakit, perih & melilit?

  2. Halo Naya..Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda. Berhubung saya masih kuliah semester V, saya akan menjawab sesuai kuliah dan buku yang pernah saya baca. Mungkin Anda bisa memperoleh jawaban yang lebih lengkap dari orang yang lebih ahli.

    Mungkin menurut saya dokter sering mendiagnosis maag adalah karena secara epidemiologi sakit maag banyak dijumpai daripada kolesistitis apalagi polip empedu seperti yang Anda alami. Selain itu maag adalah kemungkinan penyakit yang teringan. Maksudnya memang dalam diagnosis sulit sekali mengatakan bahwa semua penyakit 100% bisa didiagnosis akurat. Dalam mendiagnosis dokter biasanya berpikir bahwa penyakit ini paling banyak angka kejadiannya di waktu dan tempat tersebut(berdasarkan epidemiologi yang telah saya beritahu sebelumnya); berdasarkan faktor risiko dan penyebab yang sesuai dengan kondisi pasien (misalnya umur,jenis kelamin, status perkawinan, pekerjaan, dan gaya hidup) dan beberapa hal lain yang berhubungan dengan penyakit tersebut.
    Apa tujuannya? Salah satunya supaya tidak merugikan pasien juga. Coba kalau misalnya awal Anda datang langsung didiagnosis polip empedu padahal sebenarnya cuma penyakit maag. Anda harus mengeluarkan biaya ini-itu (yang tidak berguna) untuk penyakit polip empedu.
    Itu alasan positif dan logis yang mungkin bisa saya berikan. Memang banyak juga dokter yang ‘nakal’ atau malas untuk memperhatikan pasiennya sehingga hanya duduk 5 menit pasien udah dapat resep (dokternya ngejar setoran kayak supir angkot..hahahaha..). Namun, saya coba berikan penjelasan bahwa dalam menentukan diagnosis adalah sangat sulit untuk mengatakan ini 100% benar. Seperti yang telah saya beritahu tadi ada hal-hal yang menjadi pedoman untuk menegakkan diagnosis.

    Mengenai pemeriksaan USG mungkin dokter itu berpikir bahwa Anda hanya menderita maag. Sudah berapa lama Anda menderita ini? Kalau hanya baru terjadi belakangan ini dan penyakit ini jarang terjadi dan dirasakan biasanya dokter berpikir hanya ke arah maag karena sekali lagi penyakit ini lebih banyak dan sering terjadi dibanding polip empedu. Mungkin ini yang bisa saya berikan. Terima kasih telah mengunjungi blog saya. Salam kenal! :)

  3. hasil usg saya adanya multipel polip pada kantong empedu yg jadi pertanyaan saya adalah 1.apakah itu berbahaya? 2.perlu dioperasi? 3.bisa kah itu bisa menjadi kanker? 4.bisakah itu diatasi dgn obat? terima kasih yg luar biasa untuk anda GBU

  4. Pak Aris, saya akan mencoba membantu menjawab pertanyaan anda. Karena saya sendiri masih kuliah semester VI, mungkin Anda bisa memperoleh penjelasan lebih lengkap dari para ahli.

    Saya lebih melihat polip kantung empedu itu bukan ke arah berbahaya atau tidak, tetapi apakah gejala-gejala / keluhan-keluhan yang diberikan mengganggu bapak/tidak?

    Mengenai indikasi operasi, menurut buku yang saya pernah baca, polip kantung empedu biasanya akan dilakukan pengangkatan kantung empedu jika:
    1.ada keluhan yang dirasakan pasien yang sangat mengganggu walaupun diameternya 10mm.
    2.tidak ada keluhan/keluhan minimal tetapi diameternya >10mm.
    3.umur Anda sudah masuk 50 tahun.

    Sepertinya polip ini bisa berubah menjadi kanker jika mengalami iritasi atau perdarahan terus-menerus akibat tekanan, walaupun polip ini berbeda dengan kanker.

    Mengenai obat-obatan mungkin ada,saya tidak begitu tahu. Namun, saya rasa obat-obatan yang akan diberikan juga hanya untuk mengurangi keluhan-keluhan yang Anda rasakan. Jadi, tidak begitu efektif karena tidak menyelesaikan masalah.

    Kalau saya lihat Anda menderita MULTIPEL polip, apakah diameternya sudah >10mm? tapi saya sarankan Anda lebih baik tetap mengikuti saran yang diberikan dokter Anda karena dia sudah memeriksa secara detail dan langsung kondisi Anda atau paling tidak memiliki gambaran lebih lengkap mengenai kondisi Anda..

    Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk mencoba membantu bapak. Sekali lagi tetap saya sarankan Anda untuk konsultasi lebih lanjut kepada orang yang lebih ahli.
    Terima kasih sudah mengunjungi blog saya..
    Salam kenal.. :)

  5. Saya wulan….Ibu saya mengalami sakit di perut,sudah beberapa kali dibawa kedokter,dr mendiagnosa sakit maag,setiap kali obatnya habis rasa sakit timbul lagi, akhirnya saya membawa ibu saya USG ke dokter ahli kandungan,hasil USG tersebut terlihat empedu ibu saya sudah sebesar >3mm,Apakah itu yg dinamakan polip empedu?Dan berapa ukuran normal empedu?terima kasih

  6. Hai Wulan! Saya jelaskan sedikit mengenai istilah yang berhubungan dengan empedu ya.
    Ada 2 istilah yang menggunakan kata empedu. Pertama, kandung empedu dan yang kedua adalah cairan empedu.
    Kandung empedu (vesica biliaris) adalah suatu organ berbentuk seperti kantong yang bentuknya mirip buah pir, terletak pada permukaan bawah hati (hepar). Kandung empedu ini mempunyai kemampuan untuk menampung cairan empedu sebanyak 30-50mL.
    Sebenarnya yang perlu diklarifikasi adalah bahwa tidak ada yang membesar, yang benar adalah kandung empedu terlihat membesar karena adanya polip pada dinding empedu.

    Jadi, tidak ada ukuran normal empedu (mungkin maksud Anda kandung empedu ya?) karena seperti sebuah kantong dia bisa terlihat membesar kalau terisi sesuatu yang padat dia akan menggembung (seolah-olah membesar), misalnya pada batu kandung empedu.

    Sedangkan polip hanya menempel pada bagian dinding kandung empedu. Jadi, jika dilihat pada pemeriksaan USG akan terlihat penebalan pada dinding kandung empedu.

    Jika Anda bertanya apakah yang ibu Anda alami adalah polip empedu, saya tidak bisa menjawab karena saya tidak melihat hasil tersebut.

    Semoga membantu Wulan. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Salam kenal. :D

  7. askum…
    Mo tanya,neh…
    Udah 2hari , perut bag. Kanan rasanya sakit banget. Muntah2 terus+tiap malem berkeringat.
    Udah ke dokter, ktanya itu gejala hepar .
    Aku gk tau penyakit apa ituu… Bingung+shock+takut.
    Itu, penyakit bahaya gk ya??
    Trus tindak lanjut yg tepat gmna??

    Tq, before.

  8. Hepar adalah nama lain dari organ hari yang memang letaknya di sebelah kanan. Saya sendiri tidak bisa menentukan penyakit apa yang anda derita karena saya tidak mengetahui kondisi anda.
    Ya mungkin juga bisa hanya maag karena sakit maag juga bisa menyebar terasanya. Untuk obatnya ya mungkin saya hanya bisa menyarankan obat anti mual saja sesuai dengan gejala yang kamu alami. Mungkin bisa minum ranitidine. Jadi, sekali lagi karena saya tidak tahu tentang anda jadi saya hanya bisa membantu sebatas ini saja.
    Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Salam kenal. :)

  9. sy sdh diangkat kantung empedunya. Apakah ada kemungkinan polip jd kanker n harus dilakukan kemoterapi dll untuk menghindari penyebarannya? Knp gejala saat polip blm diangkat kecuali nyeri sdh tdk sy rasakan lg

  10. Hai, Imron! Seperti yang telah saya jawab di atas polip bisa menjadi kanker jika mengalami iritasi terus-menerus. Jika sudah positif menjadi kanker tentu saja seperti pada umumnya kanker akan dikemoterapi.
    Memang itu adalah gejala polip karena gejalanya tidak khas.
    Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Salam kenal. :D

  11. Mau tanya nih, saya kan udah USG ,dimana kantung empedu ada batunya small,klo kantung empedu diangkat apa pengaruhmya thp tubuh kita ?

  12. Fungsi kandung empedu adalah untuk menampung cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Jika kandung empedu diangkat, cairan empedu tersebut akhirnya dialirkan ke usus. Fungsi cairan empedu tersebut untuk melarutkan lemak. Jadi, sebenarnya tidak begitu berefek. Hanya disarankan untuk mengurangi konsumsi lemak (bukan menghentikan) karena usus yang biasanya makanan berlemak sudah terlarut berubah menjadi tempat melarutkan lemak sehingga memberatkan kerja usus.

    Terima kasih Hadi telah berkunjungke blog saya. Salam kenal. :)

  13. Hi,sy msh bingung dgn polip di dinding kandung empedu.stlh dr internis dn mlakukan USG,trnyt ada polip kcil di dinding kandung empedu.sy kaget dn stres sptny serem bgt.apakh polip itu smcm daging tumbuh?trs kalo dilakukan oprasi,apkh yg dambil polipnya sj or diangkt smua kandung empedunya?pdhl usia sy msh 30th.trs jk polip dah diambil apa bs tmbh lg?thx be4.

  14. Hai ibu Fitri! Kalau ibu sudah USG bukankah ibu seharusnya sudah dijelaskan juga oleh dokternya?

    Mudahnya, polip itu di mana pun letaknya di organ tubuh manusia bentuknya adalah bulatan yang menempel pada organ yang bersangkutan.

    Kalau dioperasi bisa diangkat polipnya saja, bia diangkat kantung empedunya.

    Untuk kekambuhan mungkin saja bisa terjadi, kecuali kalau kantung empedunya juga diangkat berarti tempat menempelnya polip sudah tidak ada, otomatis tidak ada kekambuhan lagi selamanya.

    Ibu mungkin bisa baca beberapa pertanyaan di atas jika masih penasaran mengetahui tentang polip empedu.
    Terima kasih ibu Fitri sudah berkunjung ke blog saya. :)

  15. Thx y infonya.dokter yg kmrn sy knjungi tdk mjlskn detail.dia hny menyarakn k spcialis bedah digestive utk konsul detailnya dn sy blm mlakukannya. Wah brarti polip itu pnya akar y cz bs tmbh lg trz yg mrangsang tmbh kmbangnya itu apa y?apkh hny mknan2 brlemak sj? Utk pngobatn herbal ada g y?misal terapi rebusan daun sirsak gitu.skali lg thx y utk pjlsannya.

  16. Polip itu bukan seperti tumbuhan yang mempunyai akar dan dari akar dia bertumbuh. Polip itu bertambah besar karena ada hal-hal yang merangsang seperti misalnya iritasi terus-menerus, infeksi, atau bisa juga karena akumulasi kolesterol, trigliserida berlebihan.

    Makanan-makanan berlemak sangat disarankan untuk dikurangi karena seperti yang sudah saya sebutkan salah satu penyebab polip empedu adalah akibat kolesterol dan trigliserida berlebihan. Itu adalah komponen dari hasil pemecahan lemak.

    Untuk pengobatan herbal saya kurang tahu dan mungkin saya kurang menyarankan karena walaupun berasal langsung dari alam, obat-obatan herbal itu tidak berdasarkan penelitian.

    Terima kasih. :)

  17. perut sebelah kanan atas kayak ada yg mengganjal kadang agak nyeri sedikit. kalau duduk dikursi agak lama terasa sakit ke punggung. sakit apa saya dok….?
    ???

  18. Saya tidak melihat dan memeriksa kondisi Anda jadi saya tidak bisa menentukan juga.
    Jadi, coba periksa dulu saja ke dokter dan dokter tersebut yang akan menentukan apa yang terbaik untuk dilakukan.
    Terima kasih sudah berkunjung di blog saya.
    Salam kenal. :)

    • Makasih informasinya Dok. Untuk kawan-kawan yang ingin bertanya kepada dokter, emang enaknya langsung datang ke tempat praktek. Kalau hanya dari internet, sulit untuk diagnosa secara detail. Kemungkinan salah diagnosa bisa besar, hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: